JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi menunjuk Ignatius Girendroheru sebagai Direktur Utama yang baru. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Selain mengangkat direktur utama baru, RUPSLB juga menyetujui penunjukan Vera Florida sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Kedua nama ini menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Irmawati dan Ignatius sendiri.
Sebelumnya, Ignatius telah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Pefindo sejak 2020. Sementara itu, Vera datang dari luar perusahaan, di mana ia terakhir menjabat sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rotasi Jabatan dan Susunan Direksi Terbaru
Pergantian ini merupakan bagian dari rotasi internal. Ignatius menggantikan Irmawati yang sebelumnya memegang posisi Direktur Utama. Adapun Vera mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Ignatius di divisi kepatuhan dan manajemen risiko.
Dengan keputusan tersebut, susunan lengkap jajaran Direksi Pefindo terhitung sejak RUPSLB ditutup adalah sebagai berikut:
- Direktur Utama: Ignatius Girendroheru
- Direktur Pemeringkatan: Hendro Utomo
- Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Vera Florida
Manajemen Pefindo berharap susunan direksi yang baru ini dapat memperkuat peran perusahaan sebagai lembaga penunjang pasar modal. Fokus utamanya adalah menjaga transparansi, integritas, dan stabilitas industri keuangan nasional melalui penyediaan opini risiko kredit yang independen serta kredibel.
Kinerja Pemeringkatan Hingga Juli 2026
Pefindo mencatatkan kinerja pemeringkatan yang solid sepanjang tahun ini. Hingga Juli 2026, total instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang telah diperingkat mencapai Rp 519,56 triliun.
Dari angka tersebut, total outstanding yang masih beredar tercatat sebesar Rp 673,74 triliun. Angka ini menunjukkan peran signifikan Pefindo dalam industri surat utang nasional.
Untuk kategori corporate ratings atau pemeringkatan perusahaan, Pefindo telah menyelesaikan pemeringkatan terhadap 427 perusahaan. Jumlah tersebut termasuk di dalamnya 206 perusahaan BUMN beserta anak usahanya.
Ekspansi Bisnis Baru di Luar Pemeringkatan
Memasuki Agustus 2026, Pefindo tidak hanya berfokus pada kegiatan pemeringkatan tradisional. Perusahaan telah menjalankan sejumlah lini bisnis baru yang mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Salah satu layanan anyar tersebut adalah menjadi penyedia reviu eksternal untuk penerbitan obligasi hijau dan obligasi sosial, yang lazim disebut sebagai green bond dan social bond verifier.
Selain itu, Pefindo juga kini berperan sebagai Penyelenggara Penilaian Manajer Investasi atau investment manager quality assessment. Perusahaan turut menyediakan layanan Penilaian Reksa Dana yang berkaitan dengan kualitas kredit produk reksa dana.
Langkah ekspansi ini ditempuh di tengah meningkatnya permintaan akan transparansi di pasar keuangan, khususnya terkait instrumen keuangan berkelanjutan dan kualitas pengelolaan investasi.
Pertanyaan Umum
Siapa Direktur Utama Pefindo yang baru?
Ignatius Girendroheru resmi menjabat sebagai Direktur Utama Pefindo menggantikan Irmawati, berdasarkan keputusan RUPSLB pada 21 Agustus 2026.
Apa saja layanan baru yang dijalankan Pefindo?
Perusahaan kini menyediakan jasa reviu eksternal untuk obligasi hijau dan sosial, penilaian kualitas manajer investasi, serta penilaian kualitas kredit reksa dana, setelah mendapat persetujuan OJK.
Sumber: Kontan














