Advertisement

PT Avia Avian Tbk (AVIA) membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang signifikan pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian perseroan, produsen cat Avian Brands ini mencatatkan penjualan neto sebesar Rp4,59 triliun, naik 18,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,88 triliun. Kinerja solid ini didorong oleh permintaan pasar yang kuat serta strategi penyesuaian harga yang tepat di tengah tekanan biaya bahan baku.

Penjualan dari pihak ketiga menyumbang Rp4,56 triliun, sementara penjualan kepada pihak berelasi mencapai Rp28,86 miliar. Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp2,51 triliun dari sebelumnya Rp2,21 triliun. Meski demikian, laba bruto AVIA tumbuh lebih tinggi, yakni 24,55% menjadi Rp2,08 triliun, dibandingkan Rp1,67 triliun pada semester I-2025. Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengelola margin di tengah kenaikan biaya.

Kinerja Keuangan Semester I-2026

Kinerja operasional AVIA tercermin dari laba usaha yang melonjak 33,12% menjadi Rp1,15 triliun, dari Rp863,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi beban usaha yang terkendali. Total beban usaha AVIA tercatat sebesar Rp934,92 miliar, naik dari Rp810,15 miliar, dengan komposisi beban penjualan Rp788,77 miliar dan beban umum serta administrasi Rp146,16 miliar.

Advertisement

Dari sisi pendapatan dan beban lain-lain, AVIA mencatatkan pendapatan keuangan sebesar Rp100,33 miliar, turun dibandingkan Rp136,95 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, bagian atas laba neto ventura bersama tercatat Rp737 juta. Dengan kinerja tersebut, AVIA membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp1,24 triliun, tumbuh 24,10% dari Rp997,58 miliar pada semester I-2025.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp299,90 miliar, laba periode berjalan AVIA tercatat sebesar Rp938,05 miliar, naik 20,68% dibandingkan Rp777,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp938,42 miliar, tumbuh 20,59% dari Rp778,20 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar dan dilusian AVIA turut naik menjadi Rp15,87 per saham, dari sebelumnya Rp12,87 per saham.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari kekuatan merek kami, jaringan distribusi yang luas, inovasi produk yang berkelanjutan, serta disiplin operasional yang terus kami jalankan.”

Advertisement

— Wijono Tanoko, Presiden Direktur AVIA

Presiden Direktur AVIA, Wijono Tanoko, mengatakan bahwa di tengah berbagai tantangan industri, Avian Brands mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas 20% dan menjaga profitabilitas tetap sehat. Selama periode tersebut, perusahaan berhasil menerapkan dua kali penyesuaian harga sebagai respons terhadap kenaikan biaya bahan baku dan volatilitas nilai tukar. Penyesuaian tersebut tidak menghambat momentum pertumbuhan penjualan, mencerminkan kuatnya kepercayaan pelanggan terhadap merek Avian Brands serta kemampuan perseroan mempertahankan daya saing di pasar.

Strategi dan Ekspansi Jaringan Distribusi

Bersamaan dengan itu, Avian Brands terus memperkuat strategi pengadaan bahan baku, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempererat kemitraan jangka panjang dengan pemasok untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan mempertahankan profitabilitas pada level yang sehat. Hingga akhir Semester I 2026, Avian Brands membukukan laba bersih sebesar Rp938 miliar, meningkat 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih tetap terjaga di level 20,4%. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan mengubah pertumbuhan penjualan menjadi pertumbuhan laba yang berkelanjutan melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan efisiensi di seluruh rantai nilai.

Ekspansi jaringan distribusi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perseroan. Hingga akhir semester I 2026, Avian Brands telah mengoperasikan:

  • 132 pusat distribusi,
  • 16 mini distribution center, dan
  • 36 distribution center pihak ketiga yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Didukung jaringan tersebut, Avian Brands kini melayani lebih dari 60.000 toko ritel di seluruh Indonesia, memungkinkan produk tersedia lebih dekat dengan pelanggan sekaligus mempercepat waktu pengiriman. Memasuki semester II 2026, Avian Brands optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan yang positif. Perseroan akan terus memperluas jangkauan pasar, memperkuat jaringan distribusi, menghadirkan inovasi yang relevan, serta meningkatkan efisiensi operasional untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Selasa (18/8/2026), AVIA juga mencatatkan laba usaha yang tumbuh signifikan, didorong oleh efisiensi beban usaha yang terkendali. Beban penjualan tercatat sebesar Rp788,77 miliar, sementara beban umum dan administrasi Rp146,16 miliar. Total beban usaha naik dari Rp810,15 miliar menjadi Rp934,92 miliar, namun tetap proporsional terhadap pertumbuhan penjualan. Pendapatan keuangan yang turun menjadi Rp100,33 miliar tidak banyak mempengaruhi laba bersih karena didukung oleh pendapatan operasional yang kuat.

Kinerja AVIA pada semester I-2026 ini melanjutkan tren positif yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, AVIA membukukan laba bersih tahunan yang melampaui ekspektasi analis, didorong oleh permintaan cat yang stabil di sektor properti dan infrastruktur. Dengan fundamental yang solid dan strategi distribusi yang agresif, Avian Brands dipandang mampu menghadapi fluktuasi harga bahan baku dan tekanan nilai tukar.

Para analis menyoroti bahwa marjin laba bersih 20,4% yang dicapai AVIA merupakan salah satu yang tertinggi di industri cat Indonesia. Hal ini menunjukkan daya saing merek yang kuat serta efisiensi rantai pasok. Ke depan, perseroan berencana untuk terus mengembangkan inovasi produk, termasuk cat ramah lingkungan dan produk dengan daya tahan tinggi, guna menangkap permintaan pasar yang semakin sadar akan kualitas dan keberlanjutan.

Dengan jaringan distribusi yang mencakup lebih dari 60.000 toko ritel dan 132 pusat distribusi, Avian Brands memiliki jangkauan yang luas ke berbagai segmen pasar, mulai dari proyek properti skala besar hingga konsumen rumah tangga. Ekspansi ke wilayah timur Indonesia juga menjadi fokus perseroan untuk mengurangi kesenjangan distribusi dan meningkatkan penetrasi pasar.

Pertanyaan Umum

Berapa penjualan neto AVIA pada semester I-2026?

Penjualan neto AVIA tercatat sebesar Rp4,59 triliun, naik 18,19% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp3,88 triliun.

Bagaimana laba bersih AVIA pada periode yang sama?

Laba bersih AVIA mencapai Rp938,05 miliar, tumbuh 20,68% dari Rp777,33 miliar pada semester I-2025. Laba per saham naik menjadi Rp15,87.

Apa strategi utama Avian Brands untuk menjaga pertumbuhan?

Avian Brands fokus pada perluasan jaringan distribusi (132 pusat distribusi, 16 mini DC, 36 DC pihak ketiga), inovasi produk, efisiensi operasional, dan kemitraan jangka panjang dengan pemasok untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas.

Sumber: Kontan

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *