Advertisement

Standard Chartered mulai merevisi pandangannya terhadap Bitcoin. Bank asal Inggris itu kini menyebut proyeksi harga US$100.000 pada akhir tahun berpotensi terlalu rendah, dan membuka kemungkinan Bitcoin kembali menuju rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar US$126.000 sebelum 2026 berakhir.

Pernyataan ini disampaikan Global Head of Digital Asset Research Standard Chartered, Geoff Kendrick, dalam catatan yang dibagikan kepada Cointelegraph pada Jumat (21/8/2026). Kendrick menilai pemulihan harga Bitcoin berpotensi semakin cepat setelah 6 Oktober, didorong oleh sejumlah faktor teknis di pasar.

Menurut Kendrick, reli terbaru Bitcoin terutama dipicu oleh likuidasi posisi short. Di sisi lain, arus dana masuk ke produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) juga mulai kembali menguat setelah sempat melambat.

Advertisement

“Untuk pertama kalinya tahun ini, ada risiko bahwa proyeksi akhir tahun saya sebesar US$100.000 terlalu rendah,” tulis Kendrick dalam catatan yang dibagikan tersebut.

Perubahan pandangan ini cukup mencolok mengingat pada 12 Februari lalu, Kendrick justru memangkas target harga Bitcoin untuk akhir tahun menjadi US$100.000 dari sebelumnya US$150.000. Pada saat yang sama, Standard Chartered juga menurunkan target harga Ether menjadi US$4.000 dari sebelumnya US$7.500.

Saat itu, Kendrick memperkirakan Bitcoin dapat turun hingga sekitar US$50.000, sedangkan Ether berpotensi mencapai US$1.400 sebelum kemudian mengalami pemulihan sepanjang sisa tahun. Kini, skenario terburuk tersebut tampaknya mulai ditinggalkan.

Advertisement

Momentum Pemulihan Pasar Kripto

Data dari CoinMarketCap pada Jumat (21/8/2026) pukul 21.28 WIB menunjukkan harga Bitcoin berada di level US$77.091, naik 7,81% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini memperkuat sinyal bahwa tekanan jual di pasar kripto mulai mereda.

Kendrick juga menyoroti rendahnya open interest di pasar derivatif sebagai faktor yang dapat membuka ruang bagi lebih banyak investor untuk kembali masuk seiring kenaikan harga. Kondisi ini dinilai memberikan ruang gerak bagi reli lanjutan.

Sejumlah pelaku industri lain juga mulai melihat tanda-tanda bahwa tren bearish Bitcoin mungkin mendekati akhir. CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten, memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai titik terendah pada Oktober sebelum berbalik menguat.

Sementara itu, pendiri 10x Research, Markus Thielen, mengatakan penutupan harga Bitcoin di atas US$63.000 pada Agustus dapat menjadi konfirmasi bahwa pasar bearish telah mencapai titik terendahnya. Level tersebut kini sudah terlampaui jauh.

Jika momentum pemulihan berlanjut, Bitcoin berpotensi kembali menguji rekor tertingginya di sekitar US$126.000. Target ini sejalan dengan pandangan terbaru Standard Chartered yang mulai melihat ruang kenaikan lebih besar dari proyeksi awal.

Perubahan sikap Standard Chartered ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Target US$100.000 yang sebelumnya dipandang sebagai proyeksi tinggi kini mulai dinilai terlalu rendah oleh tim riset bank tersebut, menunjukkan pergeseran sentimen di kalangan institusi keuangan besar.

Faktor Teknis di Balik Reli Bitcoin

Likuidasi posisi short menjadi pendorong utama kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Ketika harga bergerak naik, trader yang memiliki posisi jual terpaksa menutup posisinya, yang justru semakin mempercepat kenaikan harga.

Arus dana masuk ke produk spot Bitcoin ETF yang kembali menguat juga menjadi katalis tambahan. Produk investasi ini memungkinkan investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

Kombinasi kedua faktor tersebut, ditambah rendahnya open interest, menciptakan kondisi yang menurut Kendrick kondusif bagi kelanjutan reli. Investor baru memiliki ruang untuk masuk tanpa mendorong harga terlalu cepat.

Meski demikian, volatilitas tetap menjadi karakteristik utama pasar kripto. Target harga yang dipasang para analis dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi pasar global, kebijakan moneter, dan sentimen investor.

Pertanyaan Umum

Mengapa Standard Chartered mengubah target harga Bitcoin?

Bank tersebut menilai proyeksi US$100.000 berpotensi terlalu rendah setelah melihat momentum pemulihan harga yang didorong likuidasi posisi short dan kembali menguatnya arus dana masuk ke produk spot Bitcoin ETF.

Berapa harga Bitcoin saat ini?

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (21/8/2026) pukul 21.28 WIB, harga Bitcoin berada di level US$77.091, naik 7,81% dalam 24 jam terakhir.

Apa target harga Bitcoin dari Standard Chartered?

Standard Chartered sebelumnya menargetkan US$100.000 untuk akhir tahun, namun kini menyebut angka tersebut berpotensi terlalu rendah. Bank itu membuka kemungkinan Bitcoin kembali menuju rekor tertinggi di sekitar US$126.000.

Sumber: Kontan

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *