


Ribuan pelayat memadati Basilika Sant’Ambrogio di Milan pada Selasa (4/8) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada legenda AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi. Para penggemar yang mengenakan kaus merah-hitam kebanggaan AC Milan, mantan rekan setim, hingga rival di lapangan hadir mengiringi prosesi pemakaman bek legendaris tersebut.
Di luar gereja, para suporter membentangkan spanduk bertuliskan “Ciao Capitano” (Selamat tinggal, Kapten) serta mengibarkan bendera besar AC Milan bergambar nama Franco Baresi dan nomor punggung ikoniknya, 6, sebagai penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti area basilika sejak pagi hari, ketika ribuan orang mulai berdatangan dari berbagai penjuru Italia dan luar negeri.
Franco Baresi meninggal dunia pekan lalu pada usia 66 tahun dan dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola serta sosok penting di balik kejayaan AC Milan dan tim nasional Italia pada era 1980-an hingga 1990-an.

Sejumlah tokoh sepak bola turut menghadiri pemakaman, di antaranya mantan pelatih AC Milan Fabio Capello dan Paolo Maldini, yang selama bertahun-tahun menjadi tandem Baresi di lini pertahanan Milan maupun timnas Italia. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat dari era keemasan sepak bola Italia, ketika lini belakang AC Milan dan Nazionale dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Karier Gemilang di AC Milan
Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya selama 20 tahun bersama AC Milan. Ia memulai debut di tim utama pada musim 1977–78 dan dengan cepat menjadi pilar di lini pertahanan. Bersama Rossoneri, ia mempersembahkan enam gelar Serie A dan tiga trofi kompetisi antarklub Eropa, serta menjabat sebagai kapten tim selama 15 musim sebelum pensiun pada 1997.
Prestasi individu Baresi juga tak kalah mentereng. Ia meraih penghargaan Pemain Terbaik Serie A pada 1990, dan masuk dalam tim terbaik Piala Dunia 1994. Di level internasional, Baresi mengantarkan Italia meraih gelar Piala Dunia 1982 dan menjadi runner-up pada 1994, meskipun ia harus absen di final karena cedera.
Berikut beberapa pencapaian utama Franco Baresi selama berseragam AC Milan:
- 6 gelar Serie A (1978–79, 1987–88, 1991–92, 1992–93, 1993–94, 1995–96)
- 3 trofi Piala Eropa/Liga Champions (1988–89, 1989–90, 1993–94)
- 2 Piala Interkontinental (1989, 1990)
- 4 Piala Super Italia (1988, 1992, 1993, 1994)
- 1 Piala Dunia Antarklub (1990)
Warisan Sang Kapten
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 milik Baresi, menjadikannya pemain pertama dalam sejarah klub yang menerima penghargaan tersebut. Langkah ini kemudian diikuti untuk nomor 3 milik Paolo Maldini, menegaskan betapa besar pengaruh kedua bek legendaris itu bagi klub.
Baresi dikenal karena visi permainan yang luar biasa, kemampuan membaca situasi, dan kepemimpinan yang tenang di lapangan. Gaya bermainnya menjadi acuan bagi generasi bek berikutnya, tidak hanya di Italia tetapi juga di seluruh dunia. Banyak pengamat sepak bola menempatkannya dalam jajaran bek terhebat sepanjang masa, bersama nama-nama seperti Franz Beckenbauer dan Bobby Moore.
Penghormatan juga datang dari berbagai klub rival, termasuk Inter Milan dan Juventus, yang mengirimkan karangan bunga dan pernyataan belasungkawa. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pun mengumumkan akan mengheningkan cipta sebelum semua pertandingan Serie A pada akhir pekan ini sebagai bentuk penghormatan nasional.
Di luar prestasi di lapangan, Baresi juga dikenang sebagai sosok rendah hati dan setia. Ia menolak tawaran menggiurkan dari klub lain selama kariernya, memilih untuk tetap membela AC Milan bahkan saat klub terdegradasi ke Serie B pada awal 1980-an. Kesetiaan itu membuatnya dicintai tidak hanya oleh suporter Milan, tetapi juga oleh pecinta sepak bola pada umumnya.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan iringan doa dari Uskup Agung Milan. Peti jenazah Baresi diusung oleh mantan rekan setimnya, termasuk Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti, sementara ribuan suporter di luar gereja menyanyikan lagu kebangsaan AC Milan, “Milan Milan”, sebagai salam perpisahan terakhir.
Pertanyaan Umum
Kapan Franco Baresi meninggal dunia?
Franco Baresi meninggal dunia pada pekan lalu, tepatnya pada akhir Juli atau awal Agustus 2026, dalam usia 66 tahun. Pemakaman digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Basilika Sant’Ambrogio, Milan.
Apa saja prestasi terbesar Franco Baresi?
Baresi memenangkan enam gelar Serie A, tiga Liga Champions, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia bersama tim nasional Italia pada 1982. Ia juga menjadi kapten AC Milan selama 15 musim dan nomor punggung 6-nya dipensiunkan oleh klub.
Mengapa Franco Baresi dianggap sebagai bek terbaik sepanjang masa?
Baresi dihormati karena kemampuan bertahan yang sempurna, visi permainan, kepemimpinan, dan loyalitasnya. Ia menjadi simbol era keemasan AC Milan dan tim nasional Italia, serta memengaruhi banyak bek generasi berikutnya dengan gaya bermainnya yang elegan dan cerdas.
Sumber: Kumparan
















