Advertisement

Edin Dzeko menutup spekulasi tentang masa depannya dengan menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun bersama Schalke 04. Penyerang asal Bosnia-Herzegovina itu akan melanjutkan petualangannya di Bundesliga musim 2026/2027, menjalani musim profesional ke-23 sejak kariernya dimulai lebih dari dua dekade lalu.

Pengumuman resmi dari pihak klub memastikan bahwa pemain berusia 40 tahun tersebut tetap menjadi bagian dari rencana skuad Schalke untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman. Dzeko, yang kariernya pernah menjangkau puncak Liga Inggris bersama Manchester City, kini menulis babak baru di Veltins-Arena dengan ambisi yang tak pernah padam.

Kepindahan Dzeko ke Gelsenkirchen terjadi pada Januari 2026. Ia datang dengan status bebas transfer dari Fiorentina, klub Serie A yang dibelanya selama beberapa musim terakhir. Kedatangannya ke Schalke sempat dipandang sebagai langkah sentimentil, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi dan tantangan fisik yang menanti di divisi kedua Jerman.

Advertisement

Namun, siapa sangka Dzeko justru menunjukkan kualitas yang jauh melampaui ekspektasi. Dalam 11 penampilan Bundesliga 2, ia mencetak enam gol — catatan produktivitas yang mengesankan untuk seorang penyerang yang memasuki usia kepala empat. Kontribusinya terbukti krusial dalam membawa Schalke meraih tiket promosi kembali ke Bundesliga setelah sebelumnya terdegradasi.

Kembali ke Panggung Bundesliga

Kembalinya Schalke ke kasta teratas sepak bola Jerman membawa Dzeko kembali ke panggung yang sudah lama ia kenal. Terakhir kali ia berkompetisi di Bundesliga adalah pada musim 2010/11, ketika masih memperkuat VfL Wolfsburg. Musim itu menjadi penampilan terakhirnya di tanah Jerman sebelum kepindahan senilai 27 juta poundsterling ke Manchester City pada Januari 2011.

Transisi dari Wolfsburg ke City pada masa itu merupakan lompatan besar. Dzeko bergabung dengan klub yang sedang dalam proyek ambisius di bawah kendali Roberto Mancini. Bersama The Citizens, ia merasakan gelar Premier League yang bersejarah pada musim 2011/2012 — musim yang ditandai dengan gol dramatis Sergio Aguero di detik-detik akhir musim. Dzeko sendiri menyumbang peran penting sepanjang kampanye tersebut, meski kerap berbagi waktu bermain dengan striker lainnya.

Advertisement

Pengalaman di City menjadi fondasi karier Dzeko di level tertinggi. Ia kemudian melanjutkan petualangan ke AS Roma, di mana ia menjadi salah satu penyerang paling konsisten di Serie A selama beberapa musim. Bersama Giallorossi, Dzeko mengoleksi lebih dari 100 gol di semua kompetisi dan menjadi idola baru di Stadio Olimpico sebelum akhirnya hijrah ke Fiorentina.

Sekarang, hampir 16 tahun setelah kepergiannya dari Wolfsburg, Dzeko menulis ulang ceritanya di Bundesliga. Ada rasa nostalgia yang tak bisa ia sembunyikan saat berbicara tentang kembali ke kompetisi ini. Jerman, dalam banyak hal, merupakan titik awal yang membawa namanya dikenal di panggung Eropa.

Dambaan untuk Musim yang Lebih Besar

Dalam pernyataan resmi yang dirilis situs Schalke, Dzeko tidak menyembunyikan kegembiraannya atas kontrak baru sekaligus ambisi yang ia bawa ke musim mendatang. “Memenangkan promosi ke Bundesliga adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya. Itu luar biasa,” ujar kapten timnas Bosnia-Herzegovina itu.

Ia melanjutkan dengan nada yang mencerminkan tekad seorang atlet yang belum siap pensiun. “Sepak bola telah membuat saya bahagia dan terus mendorong hidup saya. Saya masih lapar, dan saya ingin membantu tim kami di Bundesliga juga,” tambah Dzeko. Kata “lapar” yang ia gunakan bukan sekadar metafora retoris, melainkan gambaran jujur dari kondisi mental seorang pemain yang telah merasakan berbagai level kompetisi tetapi masih menemukan alasan untuk bangun pagi dan berlatih.

Pernyataan Dzeko itu sendiri menyimpan makna yang cukup dalam. Di usia 40 tahun, sebagian besar pemain profesional sudah gantung sepatu atau setidaknya bermain di kompetisi dengan intensitas lebih rendah. Dzeko justru memilih tantangan terberat: membuktikan diri di Bundesliga, liga yang dikenal dengan ritme permainan tinggi dan tuntutan fisik yang menguras tenaga. Itu bukan pilihan seorang pemain yang hanya ingin menghabiskan waktu. Itu pilihan seseorang yang yakin masih bisa memberikan kontribusi nyata.

Schalke Memiliki Alasan Kuat untuk Pertahankan Dzeko

Keputusan Schalke memperpanjang kontrak Dzeko bukan sekadar gestur emosional atau penghargaan atas jasa masa lalu. Direktur Olahraga klub, Youri Mulder, menjelaskan secara terbuka mengapa klub memutuskan untuk tetap mempertahankan penyerang veteran tersebut.

Mulder menegaskan bahwa selama beberapa minggu terakhir negosiasi berjalan sangat lancar, sebagian besar karena kesamaan visi antara klub dan pemain. “Percakapan kami selama beberapa minggu terakhir memperjelas bahwa Edin masih sangat lapar seperti biasanya. Oleh karena itu, kami percaya bahwa dia dapat membantu kami di Bundesliga juga,” kata Mulder.

Sudut pandang Schalke ini masuk akal dari berbagai sisi. Secara pragmatis, Dzeko membawa sesuatu yang sulit didapatkan di pasar transfer: pengalaman di level tertinggi, kematangan mental, dan kemampuan mencetak gol yang masih terbukti. Bagi skuad yang baru promosi dan membutuhkan sosok pemimpin di lini serang, kehadiran Dzeko bisa menjadi pembeda antara bertahan di Bundesliga atau kembali terdegradasi.

Secara komersial, nama besar Dzeko juga memberikan nilai tambah bagi klub. Schalke, yang mengalami masa-masa sulit baik di dalam maupun di luar lapangan dalam beberapa tahun terakhir, mendapatkan figur yang bisa menjadi wajah kampanye musim baru. Media dan penggemar akan selalu tertarik untuk melihat bagaimana seorang penyerang berusia 40 tahun bersaing di liga yang sama di mana Erling Haaland, Harry Kane, dan nama-nama muda lainnya mendominasi headlines.

Mengejar Catatan Sejarah Bundesliga

Dengan perpanjangan kontrak ini, Dzeko secara otomatis menempatkan dirinya dalam percakapan mengenai rekor-rekor bersejarah Bundesliga. Catatan pertama yang mungkin ia kejar adalah status sebagai pemain tertua yang pernah tampil di kasta tertinggi sepak bola Jerman.

Saat ini rekor tersebut masih dipegang oleh Klaus Fichtel, mantan bek Schalke yang memainkan pertandingan terakhirnya di Bundesliga pada usia 43 tahun 184 hari. Fichtel, yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Schalke, menjadi simbol kesetiaan dan umur panjang di dunia sepak bola. Jarak usia antara Dzeko dan Fichtel masih cukup jauh, namun dengan kontrak satu tahun, Dzeko setidaknya bisa mempersempit celah tersebut dan memperpanjang catatan keberadaannya di level tertinggi.

Rekor lain yang berada dalam jangkauan Dzeko adalah catatan pencetak gol tertua dalam sejarah Bundesliga. Rekor ini dipegang oleh Claudio Pizarro, legenda asal Peru yang mencetak gol untuk Werder Bremen saat berusia 40 tahun 227 hari dalam pertandingan melawan Borussia Dortmund. Mengingat Dzeko baru berusia 40 tahun saat memperpanjang kontrak, ia memiliki peluang untuk mengejar atau bahkan melampaui rekor Pizarro di musim yang akan datang. Setiap gol yang ia cetok akan mendekatkannya pada tonggak sejarah tersebut.

Perbandingan dengan kedua rekor itu juga menempatkan karier Dzeko dalam perspektif yang menarik. Schalke tampaknya menjadi klub yang secara konsisten menjadi rumah bagi para pemain dengan umur panjang di Bundesliga. Baik Fichtel maupun kini Dzeko, keduanya memiliki hubungan yang kuat dengan klub ini. Ada sesuatu yang hampir romantik tentang gagasan bahwa Schalke menjadi tempat di mana Dzeko memulai dan mungkin suatu hari nanti akan mengakhiri karier profesionalnya di level tertinggi.

Musim 2026/2027 akan menjadi musim yang penuh tantangan bagi Schalke sekaligus bagi Dzeko sendiri. Klub harus berjuang untuk mempertahankan status Bundesliga mereka, sementara Dzeko harus membuktikan bahwa usia hanyalah angka — atau setidaknya, bahwa angka tersebut tidak menghalangi seorang penyerang untuk terus bersaing di level tertinggi. Dengan pengalaman, insting gol, dan motivasi yang masih menyala, Dzeko tampaknya siap untuk menjawab setiap keraguan yang mungkin muncul.

Sumber: Kumparan

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *