Lintaspedia.com – 21 April 2026 | Investor saham Indonesia kembali dimanjakan dengan dua emiten yang menjadwalkan cum date dividen pada 15 April 2024. Kedua saham ini menawarkan yield yang dapat mencapai empat kali lipat tingkat bunga deposito bank, menjadikannya peluang menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari pasar modal.
Profil Emiten yang Menawarkan Dividen Tinggi
Yang pertama adalah PT Perusahaan Jasa Angkutan A (PJAA). Perusahaan logistik ini mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 400 per saham dengan tanggal pencatatan (cum date) pada 15 April. Dengan harga pasar rata‑rata Rp 3.200 per saham, dividend yield mencapai 12,5% per tahun. Bila dibandingkan dengan suku bunga deposito bank yang saat ini berada di kisaran 3%, yield PJAA hampir empat kali lipat.
Emitennya yang kedua, PT United Tractors Tbk (UNTR), akan membagikan dividen interim sebesar Rp 567 per saham pada tanggal yang sama. Harga saham UNTR pada penutupan perdagangan sebelum cum date berada di level Rp 31.600, sehingga menghasilkan dividend yield sekitar 11,8%. Kombinasi interim dan final dividend tahun 2025 diproyeksikan dapat meningkatkan total yield menjadi lebih dari 13% jika harga saham stabil, tetap berada di atas empat kali suku bunga deposito.
Jadwal Cum Date dan Besaran Dividen
| Emiten | Dividen per Saham | Harga Saham (Rata‑Rata) | Yield | Cum Date |
|---|---|---|---|---|
| PJAA | Rp 400 | Rp 3.200 | 12,5% | 15/04/2024 |
| UNTR | Rp 567 (interim) | Rp 31.600 | 11,8% | 15/04/2024 |
Analisis Yield Dibandingkan Deposito Bank
Bank-bank di Indonesia saat ini menawarkan suku bunga deposito berjangka satu tahun antara 2,75% hingga 3,25%. Bila menghitung yield dividen PJAA dan UNTR, keduanya berada pada kisaran 11,8%–12,5%, yang berarti investor dapat memperoleh return hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan menempatkan dana pada deposito berjangka yang sama. Namun, perbedaan utama terletak pada tingkat risiko; saham memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi, sementara deposito bersifat tetap dan terjamin oleh LPS.
Selain itu, faktor likuiditas juga menjadi pertimbangan. Saham dapat diperdagangkan setiap hari di bursa, memungkinkan investor menjual atau menambah posisi dengan cepat. Deposito, sebaliknya, mengikat dana selama periode tertentu dan penalti pencairan dini dapat mengurangi keuntungan.
Strategi Investor Menghadapi Cum Date
- Beli sebelum cum date: Untuk berhak menerima dividen, investor harus memiliki saham pada hari perdagangan sebelum tanggal cum date. Membeli pada atau setelah 15 April tidak akan memberikan hak dividen.
- Perhatikan ex‑date: Ex‑date biasanya satu hari kerja sebelum cum date. Pada 14 April, harga saham dapat mengalami penyesuaian turun sebesar nilai dividen (known as dividend drop).
- Evaluasi fundamental: Pastikan perusahaan memiliki fundamental yang kuat, seperti laba bersih stabil dan rasio pembayaran dividen yang berkelanjutan, agar dividend yield tidak bersifat sementara.
- Manajemen risiko: Diversifikasi portofolio dengan menyeimbangkan saham berdividen tinggi dan aset yang lebih stabil seperti obligasi atau reksa dana.
Dengan memanfaatkan cum date 15 April, investor dapat meningkatkan cash flow portofolio mereka secara signifikan, terutama bila membandingkan dengan alternatif deposito yang menawarkan return jauh lebih rendah.
Secara keseluruhan, dua saham ini menonjol sebagai pilihan menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif sekaligus siap menanggung volatilitas pasar. Memahami jadwal, besaran dividen, dan perbandingan yield dengan deposito akan membantu membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.









