Advertisement

Upaya Indonesia mewujudkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) semakin konkret dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang aktif menjajaki potensi modal dari berbagai penjuru dunia. Meskipun investor dari Asia baru saja ditemui, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa potensi terbesar untuk mendanai proyek ini justru datang dari kawasan Timur Tengah, khususnya Dubai, Uni Emirat Arab. Modal institusional seperti family office menjadi target utama dalam pemetaan awal pendanaan ini.

Pertemuan dengan para pemilik modal raksasa tersebut dilakukan Danantara secara aktif, di sela-sela perhelatan penting seperti Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Rosan mengonfirmasi bahwa dialog intensif telah terjalin dengan The Dubai International Financial Centre (DIFC), yang menurutnya memiliki fondasi keuangan yang sangat kuat dan matang sebagai acuan.

Target Modal dan Daya Tarik Bali

“Karena yang kami temui itu baru family office yang dari Asia dulu, belum Eropa, belum Timur Tengah. Yang besar tuh banyak dari Dubai, mereka justru ingin kemungkinan juga ada di kami gitu,” ungkap Rosan seusai konferensi pers. Pernyataan ini menegaskan bahwa sumber pendanaan berskala besar belum sepenuhnya dijajaki, dan Dubai menjadi kunci yang paling dinanti.

Advertisement

Sementara itu, lokasi perdana PFII telah ditetapkan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, yaitu di Jakarta. Namun, rencana pengembangan selanjutnya di Bali justru mendapat sambutan antusias dari para calon investor internasional. Rosan menjelaskan bahwa meskipun pembangunan di Bali membutuhkan persiapan infrastruktur, gedung, dan fasilitas yang lebih panjang, konsep international center di sana memiliki nilai tambah yang kuat.

“Tapi ini kalau di Bali mereka bilang ini ada plus-nya, jadi begitu kerja mereka juga bisa meningkatkan pariwisata di Bali, karena mereka punya spending power yang cukup besar kan rata-rata gitu,” ucap Rosan.

Perpaduan antara aktivitas keuangan internasional dan potensi pariwisata premium menjadi alasan utama mengapa Bali memikat selera investor. Kehadiran mereka diproyeksikan tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal melalui daya beli yang tinggi.

Visi Prabowo: Wajah Baru Pusat Keuangan Dunia

Rencana ambisius PFII ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RUU APBN di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa Jakarta dan Bali akan diubah menjadi wajah baru Indonesia di kancah keuangan global, setara dengan pusat-pusat keuangan ternama dunia.

Advertisement

“Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia, disingkat PFII. Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta, dan begitu bisa kita buka juga di Bali,” kata Prabowo.

Secara spesifik, PFII dirancang untuk menjadi hub bagi keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia. Arsitektur kelembagaannya pun telah dipetakan, mencakup Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan, Pengadilan di bawah Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitrase khusus.

Prabowo memaparkan bahwa pembangunan PFII bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan sebuah strategi fundamental untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi. Tujuannya agar modal global merasa aman untuk menanamkan asetnya di Indonesia, sekaligus menarik talenta-talent terbaik dari seluruh dunia untuk berkarier dan beraktivitas di dalam negeri.

“Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia,” tegas kepala negara. Dengan demikian, PFII menjadi instrumen strategis untuk memastikan manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya dan potensi pasar Indonesia dapat dinikmati sepenuhnya oleh negara.

Langkah Danantara dalam menggaet family office dari Dubai dan kawasan lain menunjukkan adanya kepercayaan awal dari komunitas keuangan internasional. Keberhasilan negosiasi ini akan menjadi penentu kelancaran pendanaan tahap awal, yang pada gilirannya akan mempercepat realisasi PFII sebagai pilar baru ekonomi Indonesia.

Pertanyaan Umum

Apa itu Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII)?

PFII adalah sebuah pusat keuangan dan investasi berstandar internasional yang sedang dibangun pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah menjadi hub global untuk layanan keuangan, investasi, teknologi finansial, serta penyelesaian sengketa komersial melalui arbitrase dan pengadilan khusus.

Di mana lokasi PFII akan dibangun?

Lokasi perdana PFII akan berada di Jakarta, sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto. Rencana pengembangan selanjutnya akan dilakukan di Bali, yang mana konsep internasional di lokasi ini menarik minat besar dari investor asing.

Dari mana sumber pendanaan utama PFII?

Berdasarkan keterangan CEO Danantara, sumber modal terbesar yang diproyeksikan untuk mendukung PFII berasal dari family office atau kantor keluarga yang mengelola kekayaan berlimpah. Potensi terbesar saat ini diidentifikasi dari kawasan Timur Tengah, khususnya Dubai, Uni Emirat Arab.

Sumber: Katadata

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *