Advertisement

JAKARTA — Arsenal mengamankan kemenangan kedua mereka di Liga Primer Inggris musim 2026/2027 setelah menaklukkan Aston Villa 1-0 di Villa Park, Birmingham, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Bukayo Saka pada menit ke-56 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Bagi juara bertahan, hasil ini memperpanjang catatan impresif mereka. Arsenal kini mengawali musim dengan dua kemenangan beruntun untuk ketujuh kalinya dalam delapan musim terakhir, dan untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Skuad asuhan Mikel Arteta menunjukkan konsistensi yang sulit ditandingi sejak era dominasi mereka dimulai.

Namun, kemenangan ini tidak diraih dengan permainan gemilang. Arsenal justru tampil di bawah standar dan kerap tertekan oleh tuan rumah, terutama pada babak pertama. Yang membuat mereka berbeda adalah kemampuan memanfaatkan momen kritis dan mengelola pertandingan hingga akhir — sebuah ciri khas tim juara.

Advertisement

Babak pertama tanpa tembakan tepat sasaran

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Aston Villa yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Kapten John McGinn mengancam gawang Arsenal pada menit ke-15 melalui tembakan melengkung yang masih melambung di atas mistar. Tidak lama berselang, Emiliano Buendia nyaris membawa Villa unggul setelah sepakan jarak jauhnya membentur mistar gawang.

Pada sisa babak pertama, kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih. Bek kiri Villa, Ian Maatsen, sempat melakukan penetrasi dari sisi kiri tetapi tembakannya melebar. Babak pertama pun berakhir tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dari kedua tim — sebuah statistik yang mencerminkan ketatnya lini tengah dan minimnya kreativitas di depan gawang.

Setelah jeda, Villa kembali meningkatkan tekanan. Maatsen kembali mendapat peluang pada awal babak kedua, namun lagi-lagi tembakannya tidak menemui sasaran. Momentum sepertinya berpihak kepada tuan rumah, tetapi Arsenal perlahan mulai menemukan ritme permainan.

Advertisement

Kontroversi penalti dan gol penentu Saka

Pada menit ke-54, Arsenal mengira mereka mendapat hadiah penalti setelah Maatsen menjatuhkan Saka di area pertahanan Villa. Wasit Jarred Gillett awalnya menunjuk titik putih, namun keputusan itu dianulir setelah VAR menunjukkan bahwa pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Arsenal hanya mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi Martin Odegaard, tetapi bola masih sedikit melebar.

Dua menit berselang, Arsenal akhirnya memecah kebuntuan. Umpan Eberechi Eze yang masuk pada babak pertama diteruskan Riccardo Calafiori dengan umpan silang mendatar ke depan gawang. Saka yang lolos dari kawalan langsung menyambar bola dari jarak dekat. Gol itu menjadi yang kedua bagi pemain timnas Inggris tersebut di musim ini.

Villa berusaha bangkit. Nicolas Jackson memberikan umpan kepada McGinn, tetapi sang pemain gagal mengontrol bola dengan sempurna sehingga kehilangan kesempatan mencetak gol. Bola muntah kemudian disambar Matty Cash, namun masih mampu diblok pemain Arsenal. Tuan rumah juga meminta penalti setelah Maatsen terjatuh di kotak terlarang, tetapi wasit dan VAR menilai tidak ada pelanggaran.

Pada menit-menit akhir, Villa mengerahkan banyak pemain ke depan, tetapi justru rentan terhadap serangan balik Arsenal. Kai Havertz sempat melepaskan tembakan keras yang langsung mengarah ke kiper debutan Villa, Zion Suzuki. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Catatan kelam Aston Villa

Kekalahan ini membuat Aston Villa menjadi tim pertama yang finis di empat besar Liga Primer musim sebelumnya (peringkat keempat 2025/2026) tetapi kemudian kalah dalam dua pertandingan pertama musim berikutnya tanpa mampu mencetak gol — sejak Queens Park Rangers pada musim 1976/1977. Villa kini belum meraih satu poin pun dan berada di dasar klasemen sementara.

Kekalahan kedua beruntun ini terjadi di tengah periode transisi besar di Villa Park. Sejumlah pemain penting meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas, sementara pemain baru seperti Nicolas Jackson mulai berintegrasi. Striker asal Senegal itu melakukan debutnya bersama Villa, dan meskipun belum mencetak gol, terdapat beberapa tanda positif dari pergerakannya.

Unai Emery, yang pernah menangani Arsenal, harus menghadapi kenyataan pahit: timnya gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Statistik tersebut menjadi alarm bagi lini serang Villa yang kehilangan ketajaman. Peluang terbaik mereka datang dari Buendia yang membentur mistar, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Di sisi lain, Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak harus tampil sempurna untuk menang. Mikel Arteta mampu membaca permainan dan melakukan perubahan taktis yang tepat, termasuk memasukkan Eze yang langsung berkontribusi pada gol kemenangan. Kematangan tim inilah yang membuat Arsenal sulit dikalahkan, bahkan ketika sedang tidak dalam performa terbaik.

Kemenangan ini membawa Arsenal ke puncak klasemen sementara dengan enam poin, sementara Aston Villa harus segera berbenah sebelum menghadapi laga berikutnya. Tekanan mulai terasa di Villa Park, dan dukungan penuh dari Steerers akan menjadi faktor penting dalam upaya bangkit.

Pertanyaan Umum

Bagaimana performa Bukayo Saka di pertandingan ini?

Saka menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Arsenal. Ia juga terlibat dalam insiden kontroversial yang nyaris menghasilkan penalti bagi Arsenal, meskipun kemudian dianulir VAR karena pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Secara keseluruhan, ia cukup aktif meskipun tidak dominan sepanjang laga.

Apa yang menjadi penyebab kekalahan Aston Villa?

Villa gagal memanfaatkan peluang-peluang yang tercipta, terutama sepakan Buendia yang membentur mistar. Selain itu, mereka kesulitan menembus pertahanan Arsenal yang rapi, dan tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang dicatatkan. Transisi pemain baru dan ditinggalkan beberapa pemain kunci juga mempengaruhi kohesi tim.

Bagaimana reaksi Mikel Arteta terhadap hasil pertandingan?

Arteta memuji ketangguhan mental timnya dan kemampuan mereka untuk menang meski tidak dalam performa terbaik. Ia menyoroti pentingnya memanfaatkan momen kritis dan menjaga konsentrasi hingga akhir pertandingan sebagai kunci keberhasilan Arsenal musim ini.

Sumber: Republika

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *