Advertisement

Jakarta, IDN Times — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini, 10–14 Agustus 2026, ditutup melemah. Meski demikian, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan, sementara lainnya terkoreksi tajam. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menjadi yang paling cuan, sedangkan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mengalami koreksi terdalam.

Pergerakan saham pekan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Investor tampak selektif dalam menempatkan modalnya, terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang volatilitasnya tinggi. Berikut rincian saham-saham yang mencatat kenaikan dan penurunan paling tajam selama sepekan.

Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Sepuluh saham berhasil mencatat kenaikan harga yang impresif. Posisi teratas ditempati oleh PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang melonjak 90,48 persen menjadi Rp1.200 per saham. Kenaikan ini menjadikan YPAS sebagai top gainer paling menonjol pekan ini, didorong oleh aksi beli investor setelah perusahaan merilis laporan keuangan yang positif.

Advertisement

Berikut daftar lengkap saham dengan kenaikan tertinggi:

  1. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 90,48 persen menjadi Rp1.200 per saham.
  2. PT Ekadharma International Tbk (EKAD) naik 76,54 persen menjadi Rp316 per saham.
  3. PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) naik 74,44 persen menjadi Rp464 per saham.
  4. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 60,50 persen menjadi Rp1.605 per saham.
  5. PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) naik 59,49 persen menjadi Rp126 per saham.
  6. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naik 40,74 persen menjadi Rp76 per saham.
  7. PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik 33,96 persen menjadi Rp71 per saham.
  8. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) naik 30,87 persen menjadi Rp195 per saham.
  9. PT KaryaKFC Indonesia Tbk (FAST) naik 30,60 persen menjadi Rp478 per saham.
  10. PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik 29,11 persen menjadi Rp102 per saham.

Kenaikan signifikan pada saham-saham tersebut umumnya dipicu oleh katalis positif dari masing-masing emiten, seperti ekspansi bisnis, kontrak baru, atau perbaikan kinerja keuangan. Saham Garuda Indonesia (GIAA) misalnya, mendapat sentimen dari rencana restrukturisasi yang mulai menuai hasil. Sementara itu, saham Tempo Inti Media (TMPO) terdorong oleh optimisme industri media digital.

Saham dengan Koreksi Terdalam

Grafik pergerakan saham top losers

Advertisement

Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menjadi yang paling terpukul dengan koreksi 49,35 persen ke level Rp390 per saham. Penurunan ini terjadi setelah aksi ambil untung investor dan minimnya sentimen positif dari emiten tersebut.

Berikut daftar saham dengan koreksi terdalam pekan ini:

  1. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) turun 49,35 persen menjadi Rp390 per saham.
  2. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) turun 18,25 persen menjadi Rp466 per saham.
  3. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) turun 18,06 persen menjadi Rp177 per saham.
  4. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) turun 17,70 persen menjadi Rp860 per saham.
  5. PT Voksel Electric Tbk (VOKS) turun 15,56 persen menjadi Rp228 per saham.
  6. PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) turun 14,62 persen menjadi Rp650 per saham.
  7. PT Purisentul Permai Tbk (KDTN) turun 13,55 persen menjadi Rp370 per saham.
  8. PT Pikko Land Development Tbk (RODA) turun 13,51 persen menjadi Rp370 per saham.
  9. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) turun 13,01 persen menjadi Rp535 per saham.
  10. PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) turun 12,90 persen menjadi Rp81 per saham.

Koreksi pada saham-saham tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah kenaikan sebelumnya, serta kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi. Saham properti seperti Pikko Land Development (RODA) dan Hotel Sahid Jaya (SHID) misalnya, tertekan oleh sentimen suku bunga yang masih tinggi.

IHSG Terkoreksi Tipis, Kapitalisasi Pasar Justru Naik

Grafik IHSG sepekan

Secara keseluruhan, IHSG sepekan ini mengalami koreksi tipis sebesar 0,12 persen. Indeks ditutup pada level 6.401,888, turun dari posisi pekan sebelumnya di 6.409,654. Meski indeks melemah, kapitalisasi pasar saham di BEI justru mencatatkan kenaikan sebesar Rp31 triliun menjadi Rp11.243 triliun, atau naik 0,28 persen dibanding pekan lalu yang sebesar Rp11.212 triliun.

Fenomena ini terjadi karena kenaikan harga pada saham-saham berkapitalisasi besar mampu mengimbangi pelemahan indeks secara keseluruhan. Saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, dan TLKM misalnya, masih mencatatkan penguatan meskipun tipis. Sementara itu, aksi jual asing yang sempat membebani IHSG mulai mereda menjelang akhir pekan.

Pekan ini juga diwarnai oleh beberapa sentimen global, termasuk data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga memicu harapan pelonggaran suku bunga. Di dalam negeri, rilis data neraca perdagangan yang surplus turut memberikan angin segar bagi pasar. Namun, investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.

Analis menilai bahwa pergerakan IHSG masih akan bergerak terbatas dalam waktu dekat, seiring dengan belum jelasnya arah kebijakan moneter global. Investor disarankan untuk fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan menghindari spekulasi berlebihan pada saham gorengan yang volatilitasnya tinggi.

Meski IHSG terkoreksi, volume perdagangan pekan ini tercatat cukup tinggi, menunjukkan partisipasi investor yang masih aktif. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp12,5 triliun, sedikit meningkat dibanding pekan lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga.

Ke depan, pasar akan mencermati rilis laporan keuangan semester pertama emiten, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia pada akhir Agustus. Jika BI mempertahankan suku bunga, IHSG berpotensi kembali menguat. Namun, jika ada kejutan dari kebijakan moneter global, koreksi lebih dalam bisa terjadi.

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan top gainers dan top losers?

Top gainers adalah saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi dalam periode tertentu, biasanya satu pekan. Sementara top losers adalah saham dengan penurunan harga terdalam. Data ini sering digunakan investor untuk melihat saham yang paling aktif diperdagangkan dan memiliki volatilitas tinggi.

Mengapa IHSG turun tetapi kapitalisasi pasar naik?

Kapitalisasi pasar dihitung berdasarkan harga saham dikalikan jumlah saham beredar. Meski IHSG turun, kenaikan harga pada saham-saham berkapitalisasi besar dapat meningkatkan total kapitalisasi pasar. Hal ini terjadi karena IHSG merupakan indeks yang mewakili pergerakan harga rata-rata, sementara kapitalisasi pasar mencerminkan nilai total seluruh saham.

Saham apa yang paling cuan pekan ini?

Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 90,48 persen menjadi Rp1.200 per saham. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari laporan keuangan dan aksi beli investor ritel.

Sumber: IDN Times

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *