adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Tim penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membantah keras bahwa klien mereka memiliki kaitan dengan bisnis penukaran uang asing maupun mengetahui isi brankas yang digeledah penyidik di sebuah kafe dan rumah di kawasan Sentul, Bogor. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pengacara Febrie, Hotman Paris Hutapea, dalam jumpa pers di Gedung Jampidsus, Jakarta, pada Jumat (17/7).

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Menurut Hotman, rumah di Sentul yang menjadi sorotan penyidik sebenarnya sudah berpindah tangan secara penguasaan sejak tahun 2022. Rumah tersebut, disebutnya, telah berada di bawah pengelolaan Don Ritto, sosok yang turut terseret dalam perkara ini. Karena peralihan penguasaan itu, Febrie diklaim tidak mengetahui adanya perubahan maupun barang yang disimpan di dalam properti tersebut.

“Sejak tahun 2022 sudah di bawah penguasaan pengelolaan dari Don Ritto kliennya beliau, dan renovasi kecil-kecil di dalam kan ya tidak diketahui oleh Pak Febri, ya? Jadi semua terbantahkan,” tegas Hotman di hadapan wartawan.

Hotman: Febrie Tak Tahu Isi Brankas Sentul, Bukan Money Changer

Hotman melanjutkan bahwa pihaknya juga menolak dugaan keterlibatan Febrie dengan aktivitas money changer yang ikut disebut dalam perkembangan penyidikan. Ia menegaskan kliennya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan usaha penukaran valuta asing tersebut.

“Demikian juga money changer juga dia tidak ada kaitan apa pun,” ujar Hotman singkat.

Bantahan serupa dilontarkan kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso. Ia menilai upaya menyambungkan uang yang disita di rumah Sentul, bisnis money changer, serta Kafe de’Clan di Cipete dengan Febrie ataupun dugaan aliran dana dari Tan Kian tidak memiliki dasar yang kuat.

Handika memaparkan bahwa uang yang ditemukan di Kafe de’Clan berasal dari kerja sama bisnis antara Don Ritto dengan seorang pengusaha terkait proyek pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur. Ia mengatakan pihaknya belum dapat membeberkan identitas pengusaha tersebut demi menjaga proses hukum.

Hotman: Febrie Tak Tahu Isi Brankas Sentul, Bukan Money Changer

“Uang berupa dolar Singapura maupun dolar Amerika yang disita dari kafe Cipete itu bersumber dari kerja sama dengan seorang pengusaha, tapi mohon maaf hari ini pun kami belum berani menyebut namanya. Untuk apa? Untuk membangun pelabuhan di Kalimantan Timur,” kata Handika.

Ia menjelaskan nilai kerja sama bisnis tersebut mencapai sekitar Rp 80 miliar dan telah dituangkan dalam perjanjian yang sah. Oleh karena itu, uang tunai yang disita penyidik di lokasi tersebut diklaim bukan berasal dari Tan Kian sebagaimana rumor yang berkembang di masyarakat.

“Jadi, kami simpulkan jika dihubungkan dengan uang yang ditemukan di kafe sebanyak SGD 3,2 juta dan 870 ribu Dolar AS, itu pasti bukan dari Saudara Tan Kian,” ujar Handika.

Hotman: Febrie Tak Tahu Isi Brankas Sentul, Bukan Money Changer

Soal keberadaan brankas di rumah Sentul, Handika mengungkapkan bahwa lokasi itu sejak 2022 hingga 2023 dipergunakan Don Ritto sebagai kantor operasional cadangan sebuah yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Aset berupa emas dan valuta asing yang ditemukan di sana, menurutnya, berkaitan dengan aktivitas keagamaan yayasan tersebut.

Handika belum bersedia merinci asal-usul aset dimaksud. Ia beralasan pihaknya akan menjelaskan lebih lanjut setelah para pihak yang berkontribusi diperiksa oleh penyidik Jampidsus serta dilengkapi bukti yang sahih dan relevan.

“Pada saatnya kami akan jelaskan, setelah para pihak yang berkontribusi itu diperiksa oleh penyidik Jampidsus, disertai segala disertai dengan semua bukti-bukti yang kuat yang sahih dan relevan. Kami tidak mau mendahului itu dulu,” tegasnya.

Pernyataan tim penasihat hukum ini muncul di tengah sorotan publik yang intens terhadap temuan penyidik di beberapa lokasi berbeda. Kasus yang menyeret nama Febrie Adriansyah sebagai mantan pejabat tinggi kejaksaan menambah bobot pemberitaan, mengingat institusi penegak hukum tengah berupaya membersihkan internal dari berbagai dugaan penyimpangan.

Di sisi lain, isu jaringan pendanaan untuk kegiatan yang mengancam keamanan negara juga tengah menghangat di tingkat nasional. Beberapa pekan terakhir, kepolisian di berbagai wilayah merilis pengungkapan jaringan pendanaan yang diduga terkait intelijen asing. Rajasthan CID misalnya, pada akhir Juni 2026 menangkap Rafiq Chand Sheikh di Aurangabad, Maharashtra, yang disebut sebagai kurir dana bagi Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan.

Penangkapan di India tersebut terungkap dari penyelidikan kasus spionase di bawah Official Secrets Act 1923, di mana dua tersangka sebelumnya, Jhabra Ram dari Jaisalmer dan Sumit Kumar dari Dibrugarh Air Force Station, diduga mengalirkan informasi rahasia militer kepada penangan ISI. Meski berbeda yurisdiksi dan tidak memiliki kaitan langsung dengan perkara Febrie, pengungkapan semacam itu memperlihatkan betapa ketatnya pengawasan terhadap aliran dana yang mencurigakan di berbagai negara.

Kembali ke perkara di Tanah Air, pengacara Febrie bersikeras bahwa kliennya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas barang yang tidak berada dalam kekuasaannya. Hotman menekankan bahwa renovasi maupun penempatan benda di dalam rumah Sentul sepenuhnya menjadi ranah Don Ritto selaku pengelola sah sejak 2022.

Sementara itu, Handika sebagai kuasa hukum Don Ritto berupaya memisahkan benang kusut antara aset yayasan, kerja sama bisnis pelabuhan, dan nama-nama yang disebut dalam berita akhir-akhir ini. Ia berharap penyidik dapat melihat fakta secara objektif tanpa terjebak asumsi publik yang liar.

Dalam perkembangan terpisah, sorotan terhadap istilah “game changer” dan jaringan pendanaan juga kerap muncul di berita internasional, mulai dari pembukaan Kai Tak Sports Park di Hong Kong yang disebut sebagai pengubah permainan bagi industri olahraga, hingga prediksi Evercore ISI soal ketidakpastian pasar menjelang tenggat tarif dagang. Namun, untuk konteks hukum Indonesia, fokus utama masyarakat tetaplah pada kejelasan asal-usul uang dan aset yang disita penyidik.

Tim pengacara berjanji akan membuka data lebih lengkap apabila penyidik telah memeriksa pihak-pihak terkait. Mereka menolak spekulasi yang mendahului proses hukum dan memilih menunggu panggilan resmi dari kejaksaan. Bagi Febrie, langkah ini dianggap penting untuk menjaga integritas mantan jaksa yang pernah memegang posisi strategis dalam pemberantasan tindak pidana khusus.

Hingga Jumat (17/7), belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Kejaksaan Agung terkait respons atas bantahan tersebut. Penyidik dipastikan akan terus mendalami temuan di kafe Cipete, rumah Sentul, maupun entitas money changer yang disebut-sebut dalam perkara ini.

Pertanyaan Umum

Apa bantahan utama Hotman Paris terkait rumah Sentul?

Lintaspedia.com – Hotman Paris menyatakan rumah di Sentul sejak 2022 sudah dikuasai Don Ritto sehingga Febrie Adriansyah tidak mengetahui isi brankas maupun perubahan di dalamnya.

Dari mana asal uang yang disita di Kafe de’Clan menurut kuasa hukum Don Ritto?

Handika Honggowongso mengklaim uang tersebut bersumber dari kerja sama bisnis pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur senilai sekitar Rp 80 miliar, bukan dari Tan Kian.

Apakah Febrie disebut terkait money changer?

Tidak, tim pengacara menegaskan Febrie tidak memiliki hubungan apa pun dengan aktivitas money changer yang disorot dalam perkara tersebut.

Ringkasan

Hotman Paris Hutapea membantah keterlibatan kliennya, Febrie Adriansyah, terkait brankas di rumah Sentul. Menurutnya, rumah tersebut sejak 2022 sudah berpindah tangan ke pengelolaan Don Ritto, sehingga Febrie tidak mengetahui isi brankas atau perubahan di dalamnya. Hotman juga menegaskan bahwa kliennya tidak memiliki kaitan apa pun dengan aktivitas money changer.

Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menambahkan bahwa uang yang disita di Kafe de’Clan berasal dari kerja sama bisnis pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur senilai sekitar Rp 80 miliar, bukan dari Tan Kian. Ia juga menjelaskan bahwa aset di brankas Sentul berkaitan dengan aktivitas yayasan dakwah yang dikelola Don Ritto.

Tim pengacara menyatakan mereka akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah pihak-pihak terkait diperiksa penyidik. Mereka menolak dugaan yang menghubungkan Febrie dengan aliran dana atau uang yang disita.

Sumber: Kumparan

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.