Lintaspedia.com – 22 Mei 2026 | Medan, kota terbesar di Sumatera Utara, baru-baru ini digemparkan oleh beberapa kasus kriminal yang mengejutkan masyarakat. Kasus-kasus ini tidak hanya menimbulkan keprihatinan, tetapi juga memicu diskusi tentang keamanan dan penegakan hukum di kota tersebut.
Kasus Pemukulan Maling
Salah satu kasus yang paling banyak dibicarakan adalah pemukulan maling oleh seorang wanita di Medan. Wanita tersebut, yang bernama Tsania Rasita (25), memukuli pelaku yang mencuri ponselnya menggunakan bambu. Pelaku tersebut sempat melarikan diri, namun Tsania berhasil menangkapnya dan memukulnya hingga pelaku tersudutkan.
Menurut Tsania, peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) di Jalan Young Putri Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Tsania mengatakan bahwa ponsel pekerja warung internet miliknya raib pada 2 Mei, dan pelaku tersebut sering mengunjungi warung internetnya tetapi tidak pernah membeli apa-apa.
Kasus Penembakan Begal
Kasus lain yang mengejutkan masyarakat adalah penembakan begal di Deli Serdang. Satpam SPPG bernama Guntur Sugoro (41) ditembak kawanan begal dan pulang ke rumah dengan kondisi peluru masih bersarang di punggungnya. Guntur mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (11/5) sekira pukul 23.30 WIB di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Guntur mengatakan bahwa peluru tersebut belum dikeluarkan dari tubuhnya karena kesulitan biaya. Ia mengharapkan peluru di tubuhnya itu bisa diangkat agar dirinya bisa hidup normal seperti sebelumnya.
Kasus Peredaran Narkotika
Majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis terhadap dua nelayan asal Aceh dalam perkara peredaran narkotika jenis kokain seberat 1 kilogram. Dua terdakwa yang diadili adalah Muhammad Yasir alias Umar dan Sarboini alias Boy. Keduanya didakwa terlibat dalam peredaran narkotika jenis kokain.
Majelis hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Pasal yang dilanggar meliputi Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang KUHP Jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Kasus Lainnya
Medan juga digemparkan oleh kasus-kasus kriminal lainnya, seperti peninjauan Stadion Teladan oleh Wali Kota Medan Rico Waas dan kebijakan Pemkot Medan untuk membiayai pengobatan korban kejahatan jalanan.
Wali Kota Medan Rico Waas mengaku optimis bahwa Stadion Teladan akan menjadi salah satu venue Piala AFF yang akan digelar Juni 2026 mendatang. Ia mengatakan bahwa area lapangan, kualitas rumput, lampu stadion, hingga bench pemain dinilai telah memenuhi standar yang diharapkan.
Pemerintah Kota Medan juga menyatakan komitmennya untuk membiayai seluruh proses pengobatan bagi masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal di jalanan wilayah setempat. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengungkapkan bahwa aturan tersebut akan dituangkan secara resmi dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2026.
Kesimpulan
Kasus-kasus kriminal di Medan tersebut menimbulkan keprihatinan dan memicu diskusi tentang keamanan dan penegakan hukum di kota tersebut. Masyarakat berharap bahwa pemerintah dan aparat keamanan dapat meningkatkan upaya untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kriminal tersebut.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang terjadi pada Tsania Rasita?
Jawaban: Tsania Rasita memukuli pelaku yang mencuri ponselnya menggunakan bambu.
Pertanyaan 2: Siapa yang ditembak kawanan begal?
Jawaban: Satpam SPPG bernama Guntur Sugoro ditembak kawanan begal.
Pertanyaan 3: Apa yang dilakukan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan?
Jawaban: Majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap dua nelayan asal Aceh dalam perkara peredaran narkotika jenis kokain seberat 1 kilogram.
Pertanyaan 4: Apa kebijakan Pemkot Medan untuk membiayai pengobatan korban kejahatan jalanan?
Jawaban: Pemkot Medan akan membiayai seluruh proses pengobatan bagi masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal di jalanan wilayah setempat.
Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan oleh masyarakat?
Jawaban: Masyarakat berharap bahwa pemerintah dan aparat keamanan dapat meningkatkan upaya untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kriminal.













