Lintaspedia.com – 07 Mei 2026 | Baru-baru ini banyak warganet menyoroti peningkatan tagihan listrik mereka dan bertanya apakah pemerintah akan menaikkan tarif listrik bulan Mei 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, secara resmi menegaskan bahwa belum ada penyesuaian tarif listrik hingga saat ini.
Latar Belakang Isu Tarif Listrik di Mei 2026
Kenaikan biaya hidup memang menjadi topik hangat di media sosial, terutama setelah beberapa posting mengklaim bahwa tagihan listrik naik secara diam‑diam. Namun, fakta resmi masih menunjukkan tarif listrik tetap sama untuk periode April‑Juni 2026, sebagaimana ditetapkan dalam Permen ESDM No. 7 Tahun 2024.
Pernyataan Resmi Bahlil Lahadalia
Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu, 6 Mei 2026, Bahlil menegaskan, “Sampai dengan hari ini saya bicara ini dan exercise yang kami lakukan belum ada kenaikan tarif listrik.” Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan jika ada penyesuaian tarif di masa depan.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keluhan warganet yang melihat tagihan listrik lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Bahlil, perbedaan tersebut lebih dipengaruhi oleh pola penggunaan listrik rumah tangga, bukan karena tarif yang berubah.
Konfirmasi PLN dan Rincian Tarif per kWh
PT PLN (Persero) juga mengonfirmasi bahwa tidak ada perubahan tarif listrik pada Mei 2026. PLN menyebutkan bahwa tarif yang berlaku untuk periode April‑Juni 2026 tetap sama dengan periode sebelumnya.
Berikut adalah rangkuman tarif listrik per kWh yang berlaku untuk Mei 2026, berdasarkan data resmi PLN:
| Golongan | Tarif per kWh (Rp) |
|---|---|
| Subsidi 900 VA | 1.467 |
| Subsidi 1300 VA | 1.467 |
| Subsidi 2200 VA | 1.467 |
| Non‑Subsidi 450 VA | 1.667 |
| Non‑Subsidi 900 VA | 1.667 |
| Non‑Subsidi 1300 VA | 1.667 |
Catatan: Tarif di atas bersifat tetap untuk periode April‑Juni 2026 dan tidak mengalami penyesuaian.
Bagaimana Penyesuaian Tarif Bekerja?
Meski tarif tetap, mekanisme Penyesuaian Tarif (Tariff Adjustment) tetap aktif. Pemerintah memantau tiga indikator utama: nilai tukar Rupiah terhadap dolar (koefisien kurs), Indeks Harga Konsumen (ICP), dan tingkat inflasi. Rumus sederhananya:
Tarif Baru = Tarif Lama × (1 + Persentase Penyesuaian)
Persentase Penyesuaian dihitung dari kombinasi koefisien masing‑masing indikator. Jika Rupiah menguat atau harga minyak turun, tarif berpotensi turun; sebaliknya, tekanan inflasi dapat mendorong kenaikan.
Tips Mengelola Penggunaan Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak
- Gunakan lampu LED yang lebih efisien dibandingkan lampu pijar.
- Matikan peralatan listrik yang tidak dipakai, terutama AC, water heater, dan charger.
- Manfaatkan fitur timer atau smart plug untuk mengatur waktu operasional peralatan.
- Lakukan audit energi sederhana: catat konsumsi harian dan identifikasi perangkat yang paling boros.
- Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk memantau real‑time konsumsi listrik rumah.
Dengan mengoptimalkan kebiasaan penggunaan, kamu dapat mengurangi beban tagihan meski tarif listrik tidak berubah.
FAQ
Apakah tarif listrik naik pada Mei 2026?
Tidak. Pemerintah dan PLN memastikan tarif listrik tetap sama untuk periode April‑Juni 2026.
Kapan tarif listrik berikutnya dapat berubah?
Perubahan tarif hanya akan diumumkan secara resmi jika ada penyesuaian berdasarkan mekanisme Tariff Adjustment.
Berapa tarif listrik subsidi untuk rumah tangga 900 VA?
Tarif subsidi 900 VA tetap sebesar Rp 1.467 per kWh pada Mei 2026.
Bagaimana cara cek tarif listrik PLN secara cepat?
Kamu dapat mengecek tarif melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan Mobile Banking yang terintegrasi dengan PLN.
Mengapa tagihan listrik saya naik padahal tarif tidak berubah?
Kenaikan tagihan biasanya disebabkan oleh peningkatan konsumsi listrik, misalnya penggunaan AC lebih lama atau penambahan peralatan listrik.












