adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 11 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sempat mengganggu aktivitas warga. Mulai dari pekerjaan, usaha kecil, hingga kegiatan rumah tangga harus menyesuaikan diri selama pasokan listrik terhenti. Meski bersifat sementara, kondisi ini mengingatkan pentingnya keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi dan konektivitas.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Warga pun berharap pasokan listrik dapat segera kembali normal sehingga rutinitas sehari-hari bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah pemadaman listrik bergilir yang berlangsung di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akibat stok batu bara yang menipis.

“Tidak ada batu bara menipis,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6). Anggia menyampaikan pemadaman bergilir di kawasan Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis. Terkait permasalahan tersebut, Anggia menyampaikan pemerintah sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak berulang.

Penyebab Pemadaman Bergilir

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia bukan karena kelangkaan pasokan batu bara. Ia mengatakan pemerintah bersama PT PLN (Persero) tengah melakukan percepatan pemulihan terhadap sistem kelistrikan yang mengalami gangguan.

Bahlil menegaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman. Menurutnya, gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh persoalan teknis pada sejumlah mesin. “Masalah batu bara langka enggak benar, karena penugasan kita sudah 170 juta ton, hanya saja ada beberapa trouble di beberapa mesin seperti yang disampaikan PLN dan akan diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Bahlil.

Pemulihan Sistem Kelistrikan

PT PLN (Persero) mengklaim sudah menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Kamis 11 Juni 2026. Yang sebelumnya, mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis 4 Juni 2026 lalu.

“Alhamdulillah, sistem kelistrikan Sumatera Utara telah kembali normal sekitar 72 jam lebih cepat dari estimasi awal penormalan sistem yang diperkirakan berlangsung hingga Minggu, 14 Juni 2026,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundhakir, dalam keterangan persnya, Kamis malam, 11 Juni 2026.

Kesimpulan

Pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis, bukan kelangkaan batu bara. Pemerintah dan PLN berupaya mempercepat pemulihan agar pasokan listrik kembali normal. Warga diharapkan dapat memahami situasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak pemadaman.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa penyebab pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek?
Jawaban: Pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis, bukan kelangkaan batu bara.

Pertanyaan 2: Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pemadaman listrik?
Jawaban: Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan agar pasokan listrik kembali normal dengan berkoordinasi dengan PLN.

Pertanyaan 3: Berapa lama pemulihan sistem kelistrikan di Sumut?
Jawaban: Pemulihan sistem kelistrikan di Sumut selesai dalam waktu 72 jam, lebih cepat dari estimasi awal.

Pertanyaan 4: Apa yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tentang pemadaman listrik?
Jawaban: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemadaman listrik bukan disebabkan oleh kelangkaan batu bara, melainkan gangguan teknis.

Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan dari warga terkait pemadaman listrik?
Jawaban: Warga diharapkan dapat memahami situasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak pemadaman.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.