Lintaspedia.com – 07 Juni 2026 | kamu pasti penasaran apa yang terjadi dengan IHSG dan rupiah di Indonesia belakangan ini. Berdasarkan data terbaru, IHSG anjlok 8,69% pada awal Juni 2026, menempatkan Bursa Efek Indonesia di zona merah terdalam dibandingkan bursa global lainnya.
Penyebab IHSG Anjlok
Penyebab utama IHSG anjlok adalah pelemahan rupiah yang menembus Rp18.030 per dolar AS dan penurunan IHSG ke level 5.697 pada Jumat, 5 Juni 2026. Kondisi penurunan ganda ini menjadi indikasi kuat adanya aliran modal asing yang keluar dari pasar Indonesia.
Denny Sumargo, seorang influencer keuangan, membagikan keresahan mengenai situasi pasar keuangan yang tengah mengalami tekanan ekonomi berat melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut Denny, pelemahan rupiah dan saham terjadi bersamaan, yang biasanya menjadi tanda dana asing masih keluar dari Indonesia.
IHSG Pekan Depan
IHSG berpotensi melanjutkan tren pelemahan dan menguji level psikologis 5.500 pada pekan depan seiring minimnya katalis positif serta meningkatnya tekanan sentimen domestik. Menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual masih mendominasi pasar menyusul munculnya sejumlah ketidakpastian kebijakan pemerintah yang direspons negatif oleh pelaku pasar.
Sentimen fiskal juga turut membebani pasar, dengan Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Strategi Investasi
Investor disarankan menghindari langkah agresif saat volatilitas rupiah tinggi dan aksi jual asing berlanjut, karena pasar masih dalam fase mencari titik dasar atau bottoming-out. Strategi buy on weakness direkomendasikan pada saham berkapitalisasi besar yang oversold, dilakukan bertahap untuk memanfaatkan valuasi murah dengan risiko lebih terukur.
Kesimpulan
IHSG anjlok 8,69% pada awal Juni 2026, disebabkan oleh pelemahan rupiah dan penurunan IHSG. Investor disarankan menghindari langkah agresif dan memanfaatkan momentum koreksi untuk melakukan akumulasi secara bertahap.
FAQ
Apa penyebab IHSG anjlok?
Penyebab utama IHSG anjlok adalah pelemahan rupiah yang menembus Rp18.030 per dolar AS dan penurunan IHSG ke level 5.697 pada Jumat, 5 Juni 2026.
Apa strategi investasi yang disarankan?
Investor disarankan menghindari langkah agresif saat volatilitas rupiah tinggi dan aksi jual asing berlanjut, karena pasar masih dalam fase mencari titik dasar atau bottoming-out.
Apa yang terjadi dengan rupiah?
Rupiah melemah 0,46% ke level Rp18.049 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
Apa yang terjadi dengan IHSG pekan depan?
IHSG berpotensi melanjutkan tren pelemahan dan menguji level psikologis 5.500 pada pekan depan seiring minimnya katalis positif serta meningkatnya tekanan sentimen domestik.
Apa yang disarankan untuk investor?
Investor disarankan menghindari langkah agresif dan memanfaatkan momentum koreksi untuk melakukan akumulasi secara bertahap.













