Lintaspedia.com – 04 Juni 2026 | Halo kamu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyarankan pemerintah daerah setempat untuk memperkuat produksi pangan lokal terutama komoditas hortikultura guna mengantisipasi lonjakan inflasi hingga akhir tahun 2026.
Inflasi di Bengkulu
Inflasi Bengkulu pada Mei 2026 telah mulai menunjukkan tren kenaikan yang kini berada pada 0,86 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 0,28 persen. Sementara, pada Maret dan April 2026 inflasi Bengkulu berada pada angka 0,28 persen dan 0,35 persen (mtm).
Menurut Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, inflasi dipicu sejumlah faktor seperti momentum Hari Raya Idul Adha, kenaikan tarif transportasi udara, penyesuaian harga bahan bakar minyak, hingga terganggunya pasokan komoditas hortikultura akibat cuaca yang tidak menentu.
Penguatan Produksi Pangan Lokal
Win Rizal menjelaskan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga membuat harga pangan mudah mengalami kenaikan ketika distribusi terganggu. Karena itu, daerah perlu memperkuat kemampuan produksi sendiri agar pasokan tetap terjaga dan harga lebih stabil.
Dia mengatakan kenaikan biaya angkutan juga berdampak terhadap harga barang karena meningkatnya biaya distribusi. Namun ketika pangan lokal diperkuat produksinya, tentu biaya distribusi akan lebih rendah dari pada mendatangkan komoditas dari luar provinsi, sehingga dampak positifnya harga bahan pangan pun juga akan lebih terjaga di Bengkulu.
Rekor Surplus Dagang RI
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada April 2026 sebesar US$ 89,1 juta. Capaian tersebut membawa Indonesia mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.
Inflasi di Aceh
Aceh mengalami inflasi tahunan sebesar 5,12 persen pada Mei 2026. Inflasi tahunan didorong kenaikan harga beras, emas perhiasan, serta nasi dengan lauk.
Kesimpulan
Inflasi di Indonesia terus meningkat, dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengendalikannya. Penguatan produksi pangan lokal dan pengembangan infrastruktur adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan ketahanan pangan.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan inflasi?
Jawaban: Inflasi adalah fenomena ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus.
Pertanyaan 2: Apa penyebab inflasi di Bengkulu?
Jawaban: Inflasi di Bengkulu disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk momentum Hari Raya Idul Adha, kenaikan tarif transportasi udara, penyesuaian harga bahan bakar minyak, dan terganggunya pasokan komoditas hortikultura akibat cuaca yang tidak menentu.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengendalikan inflasi?
Jawaban: Mengendalikan inflasi dapat dilakukan dengan penguatan produksi pangan lokal, pengembangan infrastruktur, dan kebijakan moneter yang tepat.
Pertanyaan 4: Apa dampak inflasi terhadap perekonomian?
Jawaban: Inflasi dapat berdampak negatif terhadap perekonomian, termasuk menurunkan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya produksi.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengetahui inflasi di suatu daerah?
Jawaban: Inflasi di suatu daerah dapat diketahui dengan memantau harga barang dan jasa, serta membandingkannya dengan harga pada periode sebelumnya.













