Lintaspedia.com – 15 April 2026 | Rumor mengenai kembalinya Antonio Conte ke kursi kepelatihan Timnas Italia kembali mengemuka seiring kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026. FIGC tengah mencari pengganti Gennaro Gattuso, sementara nama-nama seperti Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, dan tentu saja Conte menjadi sorotan utama. Di tengah spekulasi ini, Aurelio De Laurentiis, presiden Napoli, menegaskan posisinya dengan nada yang tenang namun tegas, menyinggung konsekuensi bila sang pelatih meninggalkan klub.
Sejarah Singkat Kontroversi
Conte pernah memimpin Gli Azzurri pada periode 2014-2016, mencatat 14 kemenangan dari 25 laga dan berhasil mengantar Italia ke perempat final Euro 2016. Setelah kegagalan di fase kualifikasi Piala Dunia 2026, timnas kembali membutuhkan arahan baru. Silvio Baldini dijadwalkan memimpin tim dalam laga uji melawan Luksemburg dan Yunani pada Juni, namun FIGC menargetkan pelatih permanen untuk UEFA Nations League September mendatang.
Reaksi De Laurentiis: Antara Loyalitas dan Profesionalisme
De Laurentiis berulang kali menegaskan bahwa Conte tidak akan meninggalkan Napoli secara mendadak. “Jika Antonio minta izin ke saya, saya akan bilang ya,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan The Athletic. Namun ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada permintaan resmi dari pelatih. Presiden klub menekankan bahwa kontrak Conte masih tersisa satu tahun, dan ia berkomitmen menyelesaikan proyek yang telah dibangun selama dua tahun terakhir.
Metafora yang paling mencolok datang saat De Laurentiis menyebut bahwa meninggalkan Napoli akan menjadi “membunuh bayi” yang telah diciptakan Conte. “Setelah dua tahun membangun tim yang sangat kuat, meninggalkannya secara tiba‑tiba akan menjadi tindakan yang merusak,” tegasnya. Ia menegaskan, “Conte adalah pria yang sangat serius, profesional, dan tidak akan mengorbankan diri sendiri dengan cara seperti itu tanpa pertimbangan matang.”
Prestasi Conte di Napoli
- Menjuarai Serie A pada musim pertamanya (2024/2025) setelah mengambil alih klub pada 2024.
- Mengamankan posisi kedua di klasemen Serie A 2025/2026 dengan 66 poin dari 32 pertandingan, hanya tertinggal sembilan poin dari Inter Milan.
- Mengembangkan skuad dengan mengintegrasikan pemain muda dan mengoptimalkan taktik yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat.
Keberhasilan tersebut menjadi alasan utama De Laurentiis menolak spekulasi bahwa Conte akan segera mengundurkan diri. Ia menambahkan, “Jika memang Conte ingin pergi, saya butuh waktu untuk menemukan pengganti yang cocok, bukan keputusan yang diambil secara mendadak.”
Dimensi Sosial: Kunjungan ke Penjara Poggioreale
Selain urusan di lapangan, Conte juga memperluas peran sosialnya dengan menjadi pembicara dalam seri “Pensieri di Libertà” di Penjara Poggioreale pada 14 April 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Hukum Universitas Campania Luigi Vanvitelli ini bertujuan membuka dialog antara narapidana, akademisi, dan tokoh publik. Conte berbicara tentang nilai sport sebagai sarana rehabilitasi dan tanggung jawab sosial, menegaskan pentingnya pendidikan dan sport dalam proses reintegrasi.
Keterlibatan tersebut menambah dimensi lain pada citra publik Conte, menampilkan sisi humanis dan komitmen terhadap masyarakat di luar arena kompetisi.
Prospek Kedepan
Dengan kontrak yang hampir berakhir pada 2026, keputusan Conte akan menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan mendatang. Jika FIGC berhasil menawarkannya posisi permanen, ia harus menimbang antara kebanggaan mengelola Timnas Italia dan loyalitas terhadap proyek Napoli yang masih berjalan. De Laurentiis telah menyatakan kesediaannya untuk “meminjamkan” Conte jika diperlukan, namun menegaskan bahwa keputusan akhir harus melibatkan pertimbangan profesional dan pribadi yang matang.
Sejauh ini, tidak ada permintaan izin resmi yang diajukan, dan Napoli terus melaju dalam perburuan gelar Serie A. Sementara itu, FIGC masih mencari presiden federasi yang dapat memutuskan langkah selanjutnya, menambah ketidakpastian dalam proses seleksi pelatih nasional.
Apapun keputusan yang diambil, dampaknya akan terasa tidak hanya pada performa Napoli dan Italia, namun juga pada dinamika sepak bola Italia secara keseluruhan. Kontinuitas proyek yang dibangun Conte di Napoli dan potensi kontribusinya pada Timnas Italia tetap menjadi pertaruhan strategis bagi kedua belah pihak.
Dengan segala spekulasi dan tekanan, satu hal yang jelas: Antonio Conte berada di persimpangan karier yang penting, dan keputusan selanjutnya akan menentukan arah masa depan sepak bola Italia di level klub maupun internasional.













