Advertisement

Head of Research 10x Research Markus Thielen menyatakan bahwa prediksi harga Bitcoin yang menyentuh US$ 1 juta per koin pada 2030 tidak realistis secara matematis. Menurutnya, untuk mencapai level tersebut, Bitcoin membutuhkan aliran modal dalam jumlah yang sangat besar, yang sulit terpenuhi dalam waktu dekat.

It’s mathematically impossible,” ujar Thielen dalam laporan yang dikutip dari Cointelegraph pada Minggu (16/8/2026). Pernyataan ini menanggapi ramalan optimistis dari sejumlah tokoh industri kripto, seperti CEO Coinbase Brian Armstrong, mantan CEO Twitter Jack Dorsey, dan CEO ARK Invest Cathie Wood, yang memperkirakan Bitcoin bisa mencapai US$ 1 juta pada akhir dekade ini.

Thielen menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir, Bitcoin telah menerima aliran dana sekitar US$ 1 triliun, yang berhasil mendorong kapitalisasi pasarnya ke angka yang sama. Saat laporan diterbitkan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$ 1,28 triliun dengan harga sekitar US$ 63.868 per koin. Untuk mencapai US$ 1 juta, diperlukan peningkatan harga sekitar 15 kali lipat dari level saat ini.

Advertisement

“It would require trillions,” kata Thielen, menekankan bahwa dibutuhkan tambahan modal sekitar US$ 15 triliun agar harga Bitcoin bisa menyentuh US$ 1 juta. Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat dari total nilai pasar saham Amerika Serikat yang harus mengalir ke Bitcoin dalam empat tahun ke depan.

Analisis Aliran Modal dan Kapitalisasi Pasar

Thielen memaparkan bahwa kenaikan harga Bitcoin secara signifikan membutuhkan aliran dana dalam jumlah triliunan dolar. “It takes trillions and trillions of dollars to move the price really materially higher,” ujarnya. Dengan kapitalisasi pasar yang sudah sangat besar, setiap pergerakan harga memerlukan likuiditas yang jauh lebih besar dibandingkan saat Bitcoin masih bernilai kecil.

Ia membandingkan dengan siklus sebelumnya: ketika kapitalisasi pasar Bitcoin masih rendah, kenaikan harga yang tajam bisa terjadi dengan modal yang relatif kecil. Namun, kini dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 1 triliun, dibutuhkan dana yang luar biasa besar untuk mendorong harga naik secara berarti. Hal ini membuat prediksi US$ 1 juta dalam waktu empat tahun menjadi sangat sulit, jika bukan mustahil, secara matematis.

Advertisement

Thielen juga mengingatkan bahwa investor tidak boleh mengasumsikan Bitcoin akan kembali mengalami reli seperti siklus-siklus sebelumnya. “Usually, it takes some time because we are at a higher market cap, and that usually takes a lot of money to push the Bitcoin price higher,” katanya. Bahkan, menurutnya, jika Bitcoin kembali mencapai US$ 100.000, level tersebut sudah menjadi pencapaian yang besar.

Psikologi Investor Ritel dan Kepemilikan Pecahan

Thielen juga menyoroti aspek psikologis investor ritel. Menurutnya, kenaikan harga Bitcoin yang semakin tinggi justru dapat melemahkan minat investor ritel. Salah satu alasannya adalah kecenderungan investor untuk memiliki satu unit penuh suatu aset. Ketika harga Bitcoin semakin mahal, banyak orang mulai mempertimbangkan apakah lebih baik mengalokasikan uang mereka untuk membeli aset lain, seperti mobil, daripada membeli satu Bitcoin.

“I think a lot of people kind of wondered, maybe I should just rather buy a new car than buy one Bitcoin,” katanya. Thielen menilai konsep kepemilikan pecahan Bitcoin belum memiliki daya tarik yang sama bagi sebagian investor. “People don’t want to buy a tenth or a hundredth of a Bitcoin; they want to buy a whole Bitcoin,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin dapat dibeli dalam jumlah kecil, preferensi psikologis untuk memiliki satu unit utuh tetap kuat. Hal ini dapat membatasi basis investor potensial ketika harga sudah sangat tinggi, karena hanya mereka yang memiliki modal besar yang mampu membeli satu Bitcoin utuh.

Prediksi Optimistis sebagai Strategi Media

Thielen juga menilai bahwa prediksi harga yang sangat tinggi, seperti US$ 1 juta, sering kali digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian media. Menurutnya, semakin besar angka yang disebutkan, semakin besar pula peluang prediksi tersebut dikutip dan menjadi pemberitaan. Ia memperingatkan bahwa target harga yang terlalu optimistis dapat merugikan investor ritel karena mendorong ekspektasi keuntungan yang terlalu tinggi.

Pendekatan konservatif, menurut Thielen, menjadi strategi yang lebih tepat dibandingkan mengikuti proyeksi harga yang terlalu optimistis. Ia menekankan pentingnya analisis fundamental dan realitas pasar, bukan sekadar mengikuti hype. Ketika ditanya kapan Bitcoin secara realistis dapat mencapai US$ 1 juta, Thielen tidak menutup kemungkinan tersebut, tetapi menilai target itu masih sangat jauh.

“I don’t want to say never, but I do think, you know, a million is really a high number,” ujarnya. Menurut Thielen, Bitcoin membutuhkan peristiwa ekonomi dan keuangan yang sangat besar untuk mencapai level tersebut, seperti kredit besar atau keruntuhan sistem keuangan global. “It would require, you know, a major credit event, implosion of everything,” katanya.

Perbandingan dengan Aset Lain dan Konteks Makroekonomi

Untuk memberikan perspektif, kapitalisasi pasar emas saat ini sekitar US$ 15 triliun, sementara total pasar saham global diperkirakan mencapai lebih dari US$ 100 triliun. Jika Bitcoin ingin mencapai US$ 1 juta per koin dengan asumsi suplai sekitar 19,5 juta koin (mendekati batas maksimal 21 juta), kapitalisasi pasarnya akan melonjak menjadi sekitar US$ 19,5 triliun. Angka tersebut setara dengan lebih dari seluruh kapitalisasi pasar emas saat ini.

Thielen menekankan bahwa meskipun adopsi institusional terus meningkat, aliran modal sebesar itu membutuhkan perubahan fundamental dalam sistem keuangan global. Selain itu, regulasi yang ketat di berbagai negara, volatilitas harga, dan persaingan dari aset kripto lain juga menjadi faktor penghambat. Tanpa adanya katalis yang sangat besar, seperti krisis keuangan global yang mendorong pelarian ke aset digital, target US$ 1 juta dalam waktu dekat sulit tercapai.

Dalam jangka panjang, Thielen tidak menutup kemungkinan Bitcoin bisa mencapai harga yang lebih tinggi, tetapi ia menekankan bahwa proyeksi harus didasarkan pada data dan analisis yang realistis, bukan sekadar optimisme. Investor disarankan untuk tidak terjebak pada prediksi sensasional dan tetap fokus pada fundamental pasar.

Pertanyaan Umum

Mengapa prediksi Bitcoin US$ 1 juta dianggap tidak realistis?

Menurut Markus Thielen, untuk mencapai harga US$ 1 juta, Bitcoin membutuhkan tambahan modal sekitar US$ 15 triliun, yang setara dengan seperempat nilai pasar saham AS. Jumlah ini sangat besar dan sulit terpenuhi dalam empat tahun, mengingat kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini hanya sekitar US$ 1,28 triliun.

Apa yang dimaksud dengan “mathematically impossible” dalam konteks ini?

Thielen menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan bahwa secara matematis, dibutuhkan aliran dana yang luar biasa besar untuk mendorong harga Bitcoin naik 15 kali lipat dari level saat ini. Dengan kapitalisasi pasar yang sudah besar, setiap kenaikan harga memerlukan likuiditas yang jauh lebih besar dibandingkan saat Bitcoin masih bernilai kecil.

Bagaimana psikologi investor mempengaruhi harga Bitcoin?

Thielen mencatat bahwa investor ritel cenderung ingin memiliki satu unit penuh Bitcoin, bukan pecahan. Ketika harga Bitcoin semakin mahal, minat untuk membeli satu unit utuh menurun karena banyak orang lebih memilih membeli aset lain, seperti mobil. Hal ini dapat membatasi permintaan dan menghambat kenaikan harga lebih lanjut.

Sumber: Kontan

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *