adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Kecelakaan beruntun yang menghantam enam kendaraan di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Bintara arah Cakung pada Sabtu (18/7/2026) siang, menelan satu korban jiwa dan menyebabkan dua orang lainnya terluka. Insiden maut tersebut terjadi di KM 54+600 A sekitar pukul 11.45 WIB, tepatnya di kawasan Bintara, dan diduga kuat dipicu oleh kondisi pengemudi truk yang mengantuk.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Bratamanggala, menjelaskan urutan kejadian bermula saat enam kendaraan melaju dari arah Bintara menuju Cakung di lajur satu. Kondisi arus lalu lintas saat itu sedang padat. Lima kendaraan di bagian depan, yang terdiri dari sebuah mobil pikap, mobil boks, dua truk trailer, dan satu light truck, telah lebih dulu mengurangi kecepatan untuk mengantisipasi kepadatan.

Namun, kendaraan keenam berupa truk engkel dengan nomor polisi F 9539 FD tidak mampu menghentikan lajunya. Truk tersebut menabrak bagian belakang truk trailer bernomor polisi B 9282 UIY. Benturan keras ini memicu reaksi berantai, mendorong truk trailer menghantam light truck, yang kemudian menabrak truk trailer lain, mobil boks, dan berakhir dengan menghantam mobil pikap bernomor polisi B 9112 UAP di urutan paling depan.

Lintaspedia.com – Polisi menduga kuat kecelakaan dipicu oleh kondisi pengemudi truk yang mengalami microsleep, atau tertidur sesaat, sehingga kehilangan kendali penuh atas kendaraannya.

Akibat insiden tersebut, pengemudi truk engkel, Gandi Sugandi (59 tahun), meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dua korban lainnya mengalami luka, yakni Hamdan Hidayat (28), sopir mobil pikap, yang menderita luka berat, dan Jajang Irawan (28), sopir truk, yang mengalami luka ringan. Keduanya dilarikan ke RS Mitra Keluarga Jatiasih untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas PJR dan pengelola jalan tol segera merespons kejadian dengan mendatangi lokasi, mengamankan arus lalu lintas, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat. Enam kendaraan yang berpartisipasi dalam kecelakaan beruntun tersebut semuanya mengalami kerusakan.

Kecelakaan Serupa Jadi Peringatan

Tragisnya kecelakaan di Tol Bintara ini tidak berdiri sendiri dalam catatan kecelakaan lalu lintas pekan ini. Data dari berbagai wilayah menunjukkan pola kecelakaan beruntun yang seringkali berakhir fatal. Pada hari Jumat (3/7/2026), lima kendaraan terlibat tabrakan beruntun di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang menewaskan dua orang di lokasi kejadian. Sementara itu, di Jawa Tengah, sebuah kecelakaan maut terjadi di jalan Semarang-Solo, Boyolali, pada Rabu (1/7/2026), di mana sebuah minibus Toyota Avanza ditabrak bertubi-tubi hingga mengakibatkan sopirnya meninggal dunia.

Kejadian-kejadian ini menggarisbawahi keselamatan di jalan raya, terutama di ruas tol yang padat. Fenomena microsleep, seperti yang diduga menjadi pemicu kecelakaan di Tol JORR, merupakan ancaman serius bagi pengemudi kendaraan berat. Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur sesaat, biasanya hanya beberapa detik, tanpa menyadarinya. Bagi pengemudi truk yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, beberapa detik kehilangan kesadaran ini dapat berakibat fatal karena jarak pengereman yang panjang.

Kecelakaan di Tol Bintara melibatkan enam kendaraan berjenis pick up, mobil box, dua truk trailer, light truck, dan satu truk engkel.

Penyelenggara jalan tol dan kepolisian terus mengingatkan pentingnya kesiagaan pengemudi, terutama pada rute-rute dengan kepadatan tinggi. Pengemudi, khususnya yang mengemudikan kendaraan besar untuk keperluan logistik, disarankan untuk mengatur waktu istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan panjang dan waspada terhadap tanda-tanda kelelahan. Kepadatan arus lalu lintas, terutama pada hari libur atau akhir pekan, menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pengguna jalan untuk mencegah insiden serupa terulang.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab utama kecelakaan beruntun di Tol Bintara?

Penyebab utama yang diduga oleh penyidik kepolisian adalah kondisi pengemudi truk engkel di posisi paling belakang yang mengalami microsleep atau mengantuk sesaat. Hal ini membuatnya kehilangan kendali kendaraan dan tidak dapat menabrak kendaraan di depannya yang sedang melambat karena kepadatan arus lalu lintas.

Siapa saja korban dalam kecelakaan tersebut?

Terdapat satu korban meninggal dunia, yaitu Gandi Sugandi (59), pengemudi truk engkel. Dua orang lainnya terluka: Hamdan Hidayat (28), sopir pikap, mengalami luka berat, dan Jajang Irawan (28), sopir truk, menderita luka ringan. Seluruh korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Apakah arus lalu lintas terganggu pasca-kecelakaan?

Ya, kecelakaan yang terjadi pada puncak aktivitas siang hari itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Namun, berdasarkan laporan, kondisi arus lalu lintas di ruas Tol JORR KM 54+600 arah Cakung telah kembali normal setelah proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat selesai dilakukan oleh petugas.

Tabrakan Maut di Tol Bintara Arah Cakung: 6 Kendaraan, 1 Tewas

Tabrakan Maut di Tol Bintara Arah Cakung: 6 Kendaraan, 1 Tewas

Ringkasan

Kecelakaan beruntun terjadi di Tol JORR Bintara arah Cakung pada Sabtu (18/7/2026) siang, melibatkan enam kendaraan. Insiden di KM 54+600 sekitar pukul 11.45 WIB itu menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Polisi menduga penyebabnya adalah pengemudi truk engkel yang mengalami microsleep sehingga tidak bisa menghentikan laju kendaraannya dan menabrak truk trailer di depannya, memicu tabrakan berantai.

Korban meninggal adalah pengemudi truk engkel, Gandi Sugandi (59). Dua korban luka yakni Hamdan Hidayat (28), sopir pikap dengan luka berat, dan Jajang Irawan (28), sopir truk dengan luka ringan. Seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dan arus lalu lintas sempat terganggu hingga proses evakuasi selesai.

Sumber: Kumparan

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.