adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – Harapan yang nyaris padam itu akhirnya membuncah di perairan Kepulauan Selayar. Setelah dinyatakan hilang kontak selama empat hari, lima penumpang KM Nurul Salsa ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu malam (18/7). Mereka bertahan hidup di tengah lautan lepas yang ganas dengan cara berpegangan pada sebuah rompong, atau rumah ikan, milik nelayan setempat.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi kabar baik tersebut. Kelima korban yang berhasil ditemukan itu kini tengah dalam proses penjemputan oleh KN SAR Kamajaya untuk dievakuasi. Identitas mereka adalah Sitti Amang (perempuan, 55 tahun), Andi Samad (pria, 62 tahun), Asseng (perempuan, 23 tahun), Diska (perempuan, 7 tahun), dan Sri Ardita (perempuan, 17 tahun).

Keberadaan mereka disadari oleh kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 yang kebetulan melintas di area sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Kepulauan Selayar. Para awak kapal yang berasal dari Bulukumba itu sontak melakukan evakuasi begitu melihat gerombolan manusia yang terapung-apung dengan kondisi fisik yang sudah sangat lemas.

“Jadi, para korban terapung di laut kurang lebih selama empat hari. Karena tadi baru ditemukan sama nelayan yang lewat,” ujar Arif kepada awak media, mengonfirmasi betapa dramatisnya proses penyelamatan tersebut.

Kelima korban bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong, sebuah struktur buatan yang biasanya digunakan nelayan untuk mengumpulkan ikan, yang secara tidak sengaja menjadi pelampung penyelamat nyawa mereka.

KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal nahas itu dilaporkan mengalami gangguan mesin yang berujung pada tenggelamnya kapal. Ironisnya, kapal tersebut mengangkut 78 orang penumpang, sebuah angka yang membuat operasi SAR kali ini menjadi salah satu yang paling intensif di wilayah tersebut.

Kronologi Pencarian dan Evakuasi

Tim SAR gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama empat hari akhirnya mendapatkan titik terang. Sebelum penemuan dramatis ini, operasi penyisiran terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh potensi, termasuk pemantauan jalur hanyut berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca terkini. Rasa putus asa sempat menyelimuti keluarga korban yang menunggu di daratan, mengingat waktu bertahan hidup di laut lepas yang terus menipis.

Namun, penemuan lima orang dalam kondisi hidup ini menjadi bahan bakar semangat baru bagi seluruh personel di lapangan. “Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” harap Arif, menegaskan bahwa operasi masih jauh dari kata selesai.

Rencananya, setelah berhasil dijemput oleh KN SAR Kamajaya, kelima korban selamat akan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kondisi tubuh yang terpapar air laut dan cuaca ekstrem selama empat hari tentu memerlukan penanganan medis serius. Pemeriksaan ini wajib dilakukan sebelum mereka akhirnya bisa berkumpul kembali dengan anggota keluarga yang telah cemas menunggu.Mengapung 4 Hari di Laut, 5 Korban KM Nurul Salsa Selamat

“Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan… Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.”

— Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor SAR Makassar

Bertahan Hidup di Laut Lepas

Kisah bertahan hidup selama empat hari di lautan bukanlah perkara mudah. Tanpa air minum, tanpa makanan, dan di bawah terik matahari yang menyengat, nyawa kelima orang ini benar-benar berada di ujung tanduk. Keberadaan rompong menjadi kunci utama keselamatan mereka. Struktur bambu atau drum yang biasa digunakan sebagai alat bantu penangkapan ikan itu mengubah fungsi menjadi ‘sekoci’ darurat yang mencegah mereka tenggelam.

Fakta bahwa di antara para korban selamat terdapat seorang anak berusia 7 tahun dan seorang remaja 17 tahun menunjukkan betapa kuatnya naluri bertahan hidup manusia di saat-saat kritis. Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kegagalan mesin di tengah kondisi gelombang yang tidak bersahabat.

Di sisi lain, penyisiran masih terus diperluas. Basarnas Makassar memastikan bahwa seluruh personel dan armada yang tersedia tetap dikerahkan untuk mencari puluhan korban lainnya yang belum diketahui nasibnya. Harapan masih digantungkan pada potensi arus laut yang mungkin membawa korban lain ke pulau-pulau kecil di sekitar area kejadian.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa?

Berdasarkan data awal, KM Nurul Salsa mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sebelum akhirnya dilaporkan tenggelam. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan kronologi detailnya.

Bagaimana cara para korban bisa bertahan selama empat hari?

Kelima korban selamat berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan yang terapung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Struktur buatan tersebut memberi mereka daya apung untuk tidak tenggelam sambil menunggu bantuan tiba.

Berapa total penumpang KM Nurul Salsa dan bagaimana status pencarian saat ini?

KM Nurul Salsa membawa total 78 orang penumpang. Lima orang telah ditemukan selamat, sementara operasi SAR gabungan masih terus dilanjutkan untuk mencari korban lainnya melalui penyisiran laut dan pemantauan via udara.

Ringkasan

Lima penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat setelah mengapung selama empat hari di perairan Kepulauan Selayar. Mereka bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan. Identitas korban selamat adalah Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7), dan Sri Ardita (17). Mereka ditemukan oleh kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 dan kini sedang dijemput oleh KN SAR Kamajaya.

KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada 15 Juli dengan 78 penumpang. Kapal dilaporkan mengalami gangguan mesin dan tenggelam di tengah perjalanan. Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi penemuan ini dan menyatakan operasi SAR masih berlanjut untuk mencari korban lainnya. Kelima korban selamat akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh setelah dievakuasi.

Sumber: Kumparan

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.