Jakarta, jpnn.com — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memastikan pemusatan latihan tim di Hua Hin, Thailand, memiliki fokus yang jelas untuk mematangkan persiapan menghadapi musim kompetisi mendatang. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menjelaskan perubahan signifikan dalam program latihan dibandingkan sesi sebelum Piala Presiden 2026, menekankan pada peningkatan aspek fisik dan taktik secara intensif.
Tim Macan Kemayoran tiba di Thailand pada pekan ini dan langsung menjalani rutinitas latihan yang padat. Shin Tae-yong membagi jadwal harian menjadi dua sesi utama. Pagi hari dimanfaatkan untuk menu latihan penguatan fisik, sementara sesi sore difokuskan pada penerapan taktik dan strategi tim secara kolektif. “Sekarang kami sudah berada di Thailand dan akan menjalani latihan dua kali sehari. Pada pagi hari kami fokus pada latihan penguatan, sedangkan sore hari kami fokus pada latihan taktik tim,” ujar pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu.
Pendekatan persiapan kali ini dinilai lebih komprehensif. Shin Tae-yong menegaskan bahwa program latihan dirancang berbasis data individu masing-masing pemain. Sebelum sesi latihan dimulai, tim pelatih telah melakukan serangkaian pengukuran terhadap kondisi fisik skuad. Pengukuran mencakup aspek kekuatan, massa otot, hingga kadar lemak tubuh. Hasil diagnosis ini menjadi acuan utama dalam penyusunan materi latihan yang spesifik dan personal. “Kami sudah melakukan pengukuran kondisi fisik pemain, termasuk pengukuran kekuatan, massa otot, dan kadar lemak tubuh. Jadi, kami sudah mengetahui materi latihan yang harus diberikan kepada masing-masing pemain,” jelas Shin.
Dengan data tersebut, setiap pemain akan mendapatkan porsi latihan yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan posisinya. Pelatih kelahiran 11 Oktober 1970 ini berharap metode individualistik ini dapat memaksimalkan potensi fisik setiap anggota skuad, sehingga kondisi puncak bisa tercapai saat kompetisi resmi bergulir. “Program latihan akan dibuat berbeda untuk setiap pemain sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Dengan begitu, kami berharap bisa memaksimalkan kondisi fisik setiap pemain,” ungkap manajer asal Korea itu.
Menunggu Kedatangan Enam Pemain Timnas
Saat ini, Persija Jakarta hanya membawa komposisi 22 pemain ke Thailand untuk mengikuti TC. Enam pemain pilar lainnya masih bergabung terpisah. Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan dijadwalkan menyusul pada hari Jumat, 14 Agustus mendatang.
Penundaan kehadiran keenam pemain ini merupakan bentuk pemulihan dari manajemen klub setelah mereka selesai menjalani tugas bersama Timnas Indonesia di ajang ASEAN Championship 2026. Manajemen Persija memberikan waktu istirahat tambahan untuk mencegah kelelahan dan memastikan mereka kembali dalam kondisi segar saat bergabung dengan rekan-rekannya di Thailand. Kembalinya para pemain berlabel bintang ini akan menambah kedalaman dan kualitas skuad untuk menjalani sesi latihan taktik yang lebih kompleks.
Shin Tae-yong mengakui bahwa kehadiran seluruh pemain idealnya sudah terjadi sejak awal TC. Namun, ia memaklumi dan menghormati keputusan manajemen memberi waktu recovery. Yang terpenting baginya adalah ketika seluruh komponen tim sudah lengkap, materi latihan taktik yang lebih intensif dan simultan bisa segera diterapkan kepada seluruh pemain. Kesiapan mental dan fisik para pemain menjadi kunci utama ambisi Persija untuk kompetisi musim ini.
Pemusatan latihan di Thailand ini merupakan langkah strategis Persija. Selain cuaca yang mendukung untuk latihan fisik, suasana terpusat di luar lingkungan klub juga membangun kekompakan dan fokus pemain. Program Shin Tae-yong yang terstruktur dan berbasis data ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk membangun tim yang tangguh, tidak hanya secara fisik dan taktik, tetapi juga dari aspek mental kolektif.
Pertanyaan Umum
Mengapa program latihan Persija di Thailand kali ini berbeda dari sebelum Piala Presiden 2026?
Menurut penjelasan Shin Tae-yong, perbedaan mendasar terletak pada intensitas dan pendekatan personal. Program kali ini dirancang setelah melakukan pengukuran kondisi fisik detail terhadap setiap pemain. Hasil pengukuran ini menjadi dasar untuk menyusun materi latihan yang spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing pemain, berbeda dengan program sebelumnya yang mungkin lebih seragam.
Mengapa enam pemain Persija tidak ikut berangkat ke Thailand bersama skuad utama?
Keenam pemain tersebut, termasuk Nadeo Argawinata dan Jordi Amat, sebelumnya sedang menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia di ajang ASEAN Championship 2026. Manajemen Persija memberikan waktu libur tambahan kepada mereka sebagai bentuk pemulihan (recovery) setelah turnamen. Mereka dijadwalkan menyusul bergabung pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, untuk melanjutkan pemusatan latihan di Thailand.
Apa fokus utama latihan dua sesi per hari yang dijalani Persija di Thailand?
Fokus latihan dibagi menjadi dua bagian utama dalam sehari. Sesi pagi diarahkan pada penguatan fisik, mencakup aspek kekuatan, massa otot, dan komposisi tubuh pemain. Sesi sore kemudian beralih ke aspek kolektif, yaitu penerapan strategi dan taktik tim, termasuk skema permainan yang akan digunakan saat kompetisi berlangsung. Kombinasi ini bertujuan untuk membangun fondasi fisik yang kuat sekaligus kematangan taktik tim secara bersamaan.
Sumber: JPNN.com
















