Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini.  Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih didominasi tekanan jual yang semakin besar.

Ia memperkirakan posisi IHSG saat ini berada dalam bagian wave iv dari wave (c). Menurut Herditya, investor perlu mencermati potensi koreksi IHSG yang diperkirakan mengarah ke rentang 6.290–6.394.

“Adapun area penguatan IHSG akan menguji area 6.666,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (27/8). 

Advertisement

MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di kisaran 6.373–6.272, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705.

Baca juga:

  • IHSG Melemah 1,48%, Saham Dekapan Prajogo CUAN, TPIA, BRPT Kompak Merosot

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Advertisement

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) akumulasi beli di rentang Rp 630–Rp 700 dengan target harga di Rp 820–Rp 865, sementara level stoploss di bawah Rp 595.

Kemudian PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 650–Rp 675 dengan target harga di Rp 700–Rp 720, dan stoploss di bawah Rp 640.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas mengatakan IHSG ditutup melemah 1,48% ke level 6.405,69 pada perdagangan Rabu (26/8). Tekanan terhadap indeks turut dipengaruhi pelemahan rupiah sebesar 0,15% ke level Rp 17.731 per dolar AS, seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik.

Secara teknikal, koreksi tersebut membawa IHSG kembali menguji level support psikologis 6.400. Histogram MACD masih bertahan di area positif, sedangkan Stochastic RSI mulai bergerak turun dari area overbought. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.350–6.450 pada perdagangan Kamis (27/8).

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang akan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa dengan memanfaatkan teknologi. Kebijakan tersebut dilakukan di tengah semakin kompleksnya transaksi lintas negara serta potensi praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor.

Penguatan pengawasan lalu lintas devisa diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data transaksi lintas negara sekaligus menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

“Untuk memperkuat pengawasan, Bank Indonesia akan meningkatkan sinergi dan koordinasi implementasi kebijakan lalu lintas devisa dengan Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan,” tulis Phintraco.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sumber: Katadata

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *