adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 12 Mei 2026 | Kamu tahu bahwa konflik antara Ukraina dan Rusia masih berlanjut. Baru-baru ini, Rusia menuduh Ukraina dan Armenia melakukan promosi terorisme. Menurut Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kunjungan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, ke Yerevan tidak normal dan berpotensi mengancam Rusia.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Penyebab Konflik

Beberapa tahun terakhir, hubungan antara Rusia dan Armenia merenggang. Retaknya hubungan kedua negara usai pecahnya perang di Nagorno-Karabakh pada 2023. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan agar Armenia mengadakan referendum untuk menentukan apakah warga Armenia ingin bergabung dengan Uni Eropa (UE) atau tetap berada di Uni Ekonomi Eurasia (UEE).

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, menolak permintaan Putin. Ia menyebut bahwa belum dibutuhkan referendum untuk menentukan arah politik Armenia di UE atau UEE. Ketegangan antara Rusia dan Armenia memuncak pekan lalu saat kunjungan Zelenskyy ke Yerevan.

Serangan Drone Rusia

Ukraina kembali diserang drone Rusia usai berakhirnya gencatan senjata selama tiga hari. Serangan itu menghantam Kyiv, dan otoritas militer regional Kyiv meminta warga untuk tetap berada di tempat perlindungan. Militer Ukraina juga mengatakan sistem pertahanan udaranya beroperasi di daerah tersebut.

Gencatan Senjata

Rusia dan Ukraina saling tuduh melanggar gencatan senjata tiga hari yang telah diumumkan. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah melakukan 16.071 pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata dalam 24 jam terakhir. Pasukan Rusia menanggapi pelanggaran gencatan senjata tersebut dengan melancarkan serangan balasan terhadap sistem roket peluncur ganda, artileri, dan posisi mortir, serta pos komando dan lokasi peluncuran drone.

Menteri Pertahanan Latvia Mundur

Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds, mengundurkan diri setelah dua drone milik Ukraina masuk ke wilayah Latvia dan menghantam fasilitas penyimpanan minyak. Perdana Menteri Latvia, Evika Silina, meminta Spruds mundur karena sistem anti-drone dinilai tidak dikerahkan cukup cepat.

Kesimpulan

Konflik antara Ukraina dan Rusia masih berlanjut, dengan tuduhan-tuduhan saling melanggar gencatan senjata. Serangan drone Rusia terus menghantam Ukraina, dan ketegangan antara Rusia dan Armenia memuncak. Menteri Pertahanan Latvia mengundurkan diri setelah drone Ukraina masuk ke wilayah Latvia.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa penyebab konflik antara Ukraina dan Rusia?
Apa penyebab konflik antara Ukraina dan Rusia adalah karena perbedaan kepentingan dan klaim wilayah.

Pertanyaan 2: Apa yang terjadi pada Menteri Pertahanan Latvia?
Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds, mengundurkan diri setelah drone Ukraina masuk ke wilayah Latvia.

Pertanyaan 3: Apa yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina?
Rusia melakukan serangan drone terhadap Ukraina dan menuduh Ukraina melakukan promosi terorisme.

Pertanyaan 4: Apa yang terjadi pada Armenia?
Armenia dituduh Rusia melakukan promosi terorisme dan diminta untuk mengadakan referendum untuk menentukan apakah warga Armenia ingin bergabung dengan Uni Eropa (UE) atau tetap berada di Uni Ekonomi Eurasia (UEE).

Pertanyaan 5: Apa yang terjadi pada gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina?
Gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina dilanggar oleh kedua belah pihak, dengan Rusia menuduh Ukraina melakukan 16.071 pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata dalam 24 jam terakhir.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.