adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 14 April 2026 | Jakarta – Bareskrim Polri terus menggali jaringan narkotika yang menghubungkan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pusat hiburan malam di ibukota. Fokus utama penyelidikan kini tertuju pada dua sosok kunci: Andre Fernando, yang dikenal dengan julukan “The Doctor“, serta rekanannya yang beroperasi di Jakarta dengan nama kode Tosan.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Jejak Penangkapan The Doctor di Penang

Pada 5 April 2026, tim gabungan yang melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Divisi Hubinter Polri, serta Interpol berhasil menangkap Andre Fernando di sebuah apartemen Penang, Malaysia. Penangkapan ini merupakan hasil operasi bersama yang juga melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba, menyebut The Doctor sebagai bandar narkoba yang menguasai wilayah NTB, khususnya kota Bima.

Peran The Doctor dalam Rantai Pasokan

The Doctor berfungsi sebagai pemasok utama bagi jaringan Erwin Iskandar alias “Koko Erwin”, yang memimpin sindikat narkoba di Bima. Menurut data penyidikan, Koko Erwin melakukan dua kali transaksi dengan The Doctor pada Januari 2026. Transaksi pertama melibatkan 2 kilogram sabu seharga Rp400 juta, sedangkan transaksi kedua mencakup 3 kilogram sabu dengan nilai yang sama. Selain sabu, The Doctor juga diketahui mendistribusikan vape yang mengandung etomidate serta minuman berbahaya yang disebut “happy water”.

Tosan: Penyuplai Narkoba di Whiterabbit, Jakarta

Setelah penangkapan The Doctor, Bareskrim mengalihkan perhatian kepada Tosan, pria kelahiran Medan yang berusia sekitar 40 tahun. Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diterbitkan pada 9 April 2026 (nomor DPO/48/IV/2026/Dittipidnarkoba), Tosan dicari karena keterlibatannya dalam peredaran narkotika di ruang 707 Whiterabbit Gatot Subroto Club, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ciri-ciri fisik Tosan tercatat sebagai berikut:

  • Tinggi sekitar 170 cm
  • Berat badan sekitar 70 kg
  • Rambut hitam lurus, mata bulat, hidung mancung, bibir tebal
  • Warna kulit putih

Brigjen Eko menegaskan bahwa Tosan adalah partner langsung The Doctor dalam menyuplai narkoba ke klub malam tersebut. Whiterabbit telah menjadi titik masuk utama bagi barang haram yang diimpor melalui jalur darat maupun laut, termasuk vape berisi etomidate yang konon berasal dari Malaysia melalui pelabuhan Dumai, Riau.

Jalur Distribusi dan Dampak di Lapangan

Investigasi mengungkap bahwa jaringan narkoba ini memanfaatkan dua jalur utama:

  1. Jalur darat: Pengiriman narkotika dari NTB ke Jawa Barat melalui truk yang berpindah-pindah gudang penyimpanan.
  2. Jalur laut: Pengiriman kontainer dari Pelabuhan Dumai ke pelabuhan Tanjung Priok, selanjutnya disalurkan ke klub malam dan tempat hiburan di Jakarta.

Keberadaan vape beretil etomidate menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, mengingat zat tersebut dapat menyebabkan depresi pernapasan dan kecanduan berat. Selain itu, sabu yang diperdagangkan dalam jumlah kilogram menandakan skala perdagangan yang melampaui konsumsi pribadi, melainkan untuk jaringan distribusi yang lebih luas.

Respons Kepolisian dan Langkah Selanjutnya

Bareskrim Polri telah menegaskan bahwa pencarian Tosan masih berlangsung dan kemungkinan besar berada di wilayah Malaysia. Selain Tosan, polisi juga menerbitkan DPO untuk Gede Suwitrayasa alias “Desu”, yang diduga berperan sebagai penyuplai di klub malam N Co Living by NIX, Bali.

Brigjen Eko menambahkan bahwa operasi gabungan dengan Interpol dan KJRI akan terus diperkuat untuk memutus rantai pasokan narkotika lintas negara. Penangkapan Reindy (41), direktur N Co-Living by NIX, yang diduga memfasilitasi peredaran narkoba di Bali, juga menjadi bagian penting dari upaya pemberantasan.

Dengan fokus pada pemutusan jaringan distribusi dari NTB ke Jakarta, kepolisian berharap dapat menurunkan angka peredaran narkoba di wilayah perkotaan serta melindungi konsumen dari bahaya sabu dan etomidate yang semakin mengintai.

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya koordinasi internasional dalam memerangi perdagangan narkotika serta perlunya tindakan tegas terhadap semua mata rantai, mulai dari produsen hingga penyalur di tempat hiburan malam.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.