adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 09 Mei 2026 | Kamu pasti terkejut mendengar berita tentang seorang lansia yang disekap dan dirampok di Surabaya. Pelaku yang berinisial LA, kekasih dari anak korban sendiri, menyusun skenario manipulatif untuk menguasai aset berharga korban senilai miliaran rupiah.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Penyekapan Lansia di Surabaya

Polrestabes Surabaya menyelamatkan lansia berusia 80 tahun yang disekap pelaku berinisial LA di sebuah apartemen kawasan Mulyorejo, April lalu. Pelaku memanipulasi korban dan keluarga dengan skenario penyekapan palsu untuk menguasai aset berharga korban senilai miliaran rupiah.

KC, seorang lansia berusia 80 tahun, ditemukan dalam kondisi terisolasi. Namun, bukannya merasa lega, KC justru memohon kepada polisi agar menyelamatkan LA, perempuan yang ada bersamanya. KC tidak sadar bahwa perempuan yang ia lindungi itu, kekasih dari anaknya sendiri, adalah otak di balik penderitaannya selama enam bulan terakhir.

Aksi Penyekapan dan Penipuan

LA membawa KC ke apartemen dan meyakinkan sang nenek bahwa mereka sedang disekap oleh pihak misterius. Di hadapan keluarga besar, LA menebar kebohongan lain yang sangat kontras. Ia menyebut KC sedang menikmati masa tuanya dengan bepergian keliling Indonesia. Padahal, realitanya sangat pahit.

KC dikurung di sebuah unit apartemen yang terkunci rapat dari luar, tanpa alat komunikasi, dan hanya diberi makan melalui jasa pengiriman yang diatur oleh orang suruhan LA. Pelaku adalah pacar dari anak korban sendiri. Hubungan yang sudah dekat membuat keluarga tidak menaruh curiga pada awalnya.

Penyamaran dan Pengkhianatan

LA perlahan menguras harta korbannya. Dengan dalih ingin membantu menyelesaikan utang keluarga, LA berhasil mendapatkan nomor PIN kartu ATM dan buku tabungan milik KC. Hasilnya mengerikan. Dana deposito dicairkan, penarikan tunai dilakukan berkali-kali hingga mencapai angka Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar.

Tak hanya itu, perhiasan emas seberat satu kilogram milik korban juga raib dari rumahnya. Uang hasil kejahatan tersebut tidak digunakan untuk keperluan mendesak, melainkan untuk mendanai gaya hidup mewah sang pelaku. Motifnya faktor ekonomi. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi, termasuk menginap di hotel-hotel berbintang.

Kesimpulan

Penggerebekan oleh polisi tidak hanya menyelamatkan nyawa KC, tetapi juga membuka tabir gelap pengkhianatan orang terdekat. Kamu harus selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang lain, terutama jika mereka memiliki motif yang tidak baik.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa yang dilakukan pelaku penyekapan lansia di Surabaya?
Pelaku menyusun skenario manipulatif untuk menguasai aset berharga korban senilai miliaran rupiah.

Pertanyaan 2: Bagaimana pelaku mendapatkan uang dari korban?
Pelaku mendapatkan uang dari korban dengan cara menguras harta korbannya, termasuk dengan mengambil dana deposito dan melakukan penarikan tunai.

Pertanyaan 3: Apa motif pelaku melakukan kejahatan tersebut?
Motif pelaku adalah faktor ekonomi, yaitu untuk mendanai gaya hidup mewah.

Pertanyaan 4: Bagaimana polisi mengetahui keberadaan korban?
Polisi mengetahui keberadaan korban dengan menggunakan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan melakukan penyelidikan mendalam.

Pertanyaan 5: Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah kejahatan seperti ini?
Kita harus selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang lain, terutama jika mereka memiliki motif yang tidak baik.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.