Advertisement
Daftar Isi[Sembunyikan]

Persaingan sengit untuk mendapatkan tempat di fase liga Liga Europa 2026-2027 telah menghasilkan cerita-cerita menarik pada putaran kedua kualifikasi yang baru saja tuntas. Kemenangan telak klub raksasa Portugal, Benfica, dan kejutan tersingkirnya FC Twente dari Belanda menjadi sorotan utama. Hasil-hasil ini tidak hanya menentukan siapa yang melangkah ke putaran berikutnya, tetapi juga mengirim sinyal awal tentang kekuatan beberapa calon penantang serius, termasuk AC Milan, di kompetisi ini.

Musim ini, Liga Europa kembali menjadi panggung bagi tim-tim berkelas. Klub-klub top seperti AC Milan, Juventus, dan Bayer Leverkusen sudah dipastikan menempati pot unggulan dalam undian fase liga nanti. Mereka diantar oleh Real Sociedad, Olympique Marseille, serta juara UEFA Conference League musim lalu, Crystal Palace. Namun, jalur kualifikasi masih harus dilalui oleh beberapa nama besar yang ternyata sudah mulai berlaga lebih awal, termasuk Benfica dan Twente. Perjalanan mereka di babak kedua ini mengungkap dinamika kompetisi yang ketat, di mana reputasi besar tak menjamin kelancaran mutlak.

Benfica, yang lebih akrab dengan panggung Liga Champions, justru memulai kampanye Eropa musim ini dari kualifikasi kedua Liga Europa. Penyebabnya adalah finish di posisi ketiga Liga Portugal musim lalu di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho. Meskipun tidak terkalahkan dalam 34 pertandingan liga, peringkat itu hanya cukup untuk mengantarkan mereka ke jalur kualifikasi kedua. Catatan prestasi mereka di fase grup Liga Champions musim 2025-2026, yang mencakup kemenangan atas Ajax, Napoli, dan Real Madrid, membuktikan kualitas kelas atas yang mereka miliki.

Advertisement

Tantangan di kualifikasi kedua Liga Europa seharusnya menjadi formalitas bagi tim sekaliber Benfica. Namun, leg pertama di kandang St. Gallen, klub Swiss, menghadirkan kejutan. Benfica harus menelan kekalahan 1-2, sebuah hasil yang sedikit meragukan langkah mereka. Kekalahan itu menempatkan tekanan pada leg kedua di Estádio da Luz. Namun, respons yang diberikan sungguh luar biasa. Striker anyar mereka, Evangelis Pavlidis, menjadi bintang lapangan dengan mencetak empat gol atau quattrick. Kemenangan 5-0 di leg kedua membalikkan keadaan total dan meloloskan Benfica dengan agregat 6-2 yang meyakinkan.

Kemenangan besar ini mengantarkan Benfica ke babak kualifikasi ketiga, di mana mereka akan menghadapi wakil Skotlandia, Heart of Midlothian. Perjalanan mereka menuju fase liga masih panjang, dengan kemungkinan melewati dua putaran lagi, termasuk babak play-off. Jika lolos, Benfica akan menjadi salah satu penambahan paling menarik di fase liga, potensi lawan berat bagi tim seperti AC Milan atau Juventus. Kemampuan mereka untuk bangkit dari kekalahan awal dan mendominasi leg kedua menunjukkan mentalitas dan kedalaman skuad yang patut diperhitungkan.

Sementara Benfica melenggang mulus, sebaliknya dialami oleh FC Twente, klub Belanda yang memiliki hubungan erat dengan sepak bola Indonesia melalui pemain bertahan mereka, Mees Hilgers. Twente harus menghadapi wakil Hongaria, Ferencvaros, yang ternyata menjadi penghalang yang terlalu kuat. Pada leg pertama, Twente sudah tertinggal 1-2. Di leg kedua, meskipun berhasil mencetak dua gol melalui Wout Weghorst dan pemain muda Lucas Vennegoor of Hesselink (putra dari eks pemain timnas Belanda, Jan Vennegoor of Hesselink), mereka hanya mampu bermain imbang 2-2. Hasil itu berarti Twente tersingkir dengan agregat 3-4.

Advertisement

Tersingkirnya Twente di babak kedua ini merupakan pukulan telak, baik secara sportif maupun finansial. Kehilangan kesempatan melaju ke fase liga Liga Europa berarti kehilangan potensi pemasukan yang signifikan dan pengalaman bermain melawan tim-tim top benua. Bagi sebuah klub seperti Twente, hasil ini bisa berdampak pada rencana transfer dan kestabilan klub. Kekalahan dari Ferencvaros menjadi akhir yang menyakitkan untuk kampanye Eropa mereka musim ini.

Di tengah kekecewaan itu, situasi seputar Mees Hilgers kembali menjadi perhatian. Pemain berpaspor Indonesia ini sudah tidak dimainkan oleh Twente sejak musim lalu, sebuah kondisi yang berkaitan dengan sengketa kontrak antara sang pemain dan klub. Dalam dua leg pertandingan krusial melawan Ferencvaros, nama Hilgers sama sekali tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih John van den Brom. Absennya Hilgers dalam skuad untuk pertandingan penting ini semakin mempertegas bahwa pemain muda tersebut tidak lagi menjadi bagian dari rencana teknis tim, setidaknya untuk saat ini. Masa depan karier profesionalnya di Eropa menjadi tanda tanya besar menyusul tersingkirnya Twente dan berlanjutnya ketidakjelasan posisinya di klub.

Hasil kualifikasi kedua ini menegaskan bahwa jalan menuju fase liga penuh dengan rintangan. Untuk tim-tim seperti Benfica, kekalahan awal menjadi peringatan sekaligus pemicu untuk tampil lebih garang di leg kedua. Bagi Twente dan klub lain yang tersingkir, musim Eropa mereka berakhir prematur. Gambaran awal kualifikasi ini memberikan petunjuk tentang kekuatan dan kelemahan beberapa kandidat, menyiapkan panggung untuk babak-babak kualifikasi selanjutnya yang akan semakin menentukan komposisi akhir 36 tim yang akan bersaing di fase liga Liga Europa 2026-2027.

Pertanyaan Umum

Bagaimana kualifikasi kedua Liga Europa 2026-2027 berpengaruh terhadap undian fase liga?

Tim yang lolos dari kualifikasi seperti Benfica masih harus melewati dua putaran lagi, yakni kualifikasi ketiga dan mungkin play-off, sebelum bergabung dengan tim-tim unggulan seperti AC Milan dan Juventus di fase liga. Undian fase liga akan menentukan penempatan semua tim berdasarkan koefisien klub, dengan tim unggulan di pot-pot teratas.

Mengapa Benfica bermain di kualifikasi Liga Europa padahal sering tampil di Liga Champions?

Pada musim 2025-2026, Benfica finis di peringkat ketiga klasemen akhir Liga Portugal. Posisi tersebut membuat mereka tidak otomatis lolos ke fase grup Liga Champions dan harus memulai perjalanan Eropa mereka dari jalur kualifikasi kedua Liga Europa. Meski demikian, prestasi mereka di fase grup Liga Champions musim lalu menunjukkan mereka tetap merupakan lawan yang sangat berat di kompetisi manapun.

Sumber: Bolasports.com

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *