adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 30 Mei 2026 | Halo kamu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah semakin menguat. Pada Jumat (29/5), mata uang Paman Sam mencapai Rp 17.853, atau menguat sebesar 0,04%.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Apa yang Disebutkan oleh Menteri Keuangan?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat ke level Rp 15.000. Hal ini disampaikan saat mata uang Garuda masih terpantau tinggi di level Rp 17.698 per dolar AS.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa sejak tahun 2008 sampai hari ini, kecil kemungkinan saat nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mengalami depresiasi atau pelemahan, nilainya akan kembali menguat secara signifikan hingga ke level beberapa tahun sebelumnya.

Mengapa Rupiah Melemah?

Pelemahan nilai tukar rupiah ini banyak didorong oleh sentimen negatif para investor, khususnya asing, atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini. Salah satunya soal rencana ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI.

Kemudian ada juga kebijakan terkait ekspor lainnya, yakni penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) 100% di perbankan BUMN alias Himbara yang juga dinilai belum tentu bisa menyelesaikan masalah devisa negara.

Apa yang Diperkirakan oleh Pengamat?

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah terjadi karena persoalan struktural pada perekonomian nasional. Salah satunya terkait defisit neraca transaksi berjalan yang masih bergantung pada impor energi, terutama minyak mentah.

Ia memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp 18.000. Bahkan tak menutup kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh Rp 18.200 pekan depan.

Kesimpulan

Jadi, apakah rupiah bisa kembali ke level Rp 15.000? Menurut Bhima Yudhistira, hampir tidak mungkin rupiah kembali ke level tersebut dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kita harus terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan melakukan strategi yang tepat untuk menghadapi pelemahan rupiah.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa yang menyebabkan rupiah melemah?
Rupiah melemah karena sentimen negatif para investor, khususnya asing, atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.

Pertanyaan 2: Apa yang diperkirakan oleh pengamat?
Pengamat memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp 18.000.

Pertanyaan 3: Apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan?
Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat ke level Rp 15.000.

Pertanyaan 4: Apa yang menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan?
Defisit neraca transaksi berjalan disebabkan oleh ketergantungan pada impor energi, terutama minyak mentah.

Pertanyaan 5: Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pelemahan rupiah?
Kita harus terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan melakukan strategi yang tepat untuk menghadapi pelemahan rupiah.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.