Lintaspedia.com – 29 April 2026 | Hai kamu, para pecinta tenis Indonesia! Pada Selasa (28/4/2026) duet ganda putri Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, harus menelan kepedihan setelah terpaksa menyerah di babak kedua Mutua Madrid Open 2026. Lawan mereka, pasangan veteran Eropa Laura Siegemund dan Vera Zvonareva, berhasil menahan tekanan dan menutup pertandingan dengan skor 7-5, 5-7, 8-10. Momen ini menjadi sorotan utama karena Janice Tjen sempat berada di ambang kemenangan, namun akhirnya berakhir dengan kegagalan yang begitu dramatis.
Kondisi dan Persiapan Janice Tjen sebelum Madrid Open
Sebelum menjejakkan kaki di La Caja Mágica, Janice Tjen menghabiskan minggu-minggu terakhir dengan latihan intens di Bali. Fokus utama dia adalah meningkatkan servis pertama yang selama ini menjadi senjata utama Aldila Sutjiadi. Selain itu, duo Indonesia juga menggelar sesi taktik bersama pelatih nasional untuk menyesuaikan permainan mereka pada permukaan tanah liat yang lebih lambat.
Menurut pelatih, “Kami ingin Janice lebih agresif di forehand, sementara Aldila tetap mengandalkan kecepatan di net. Kombinasi ini seharusnya memberi kami keunggulan melawan pasangan yang mengandalkan pertahanan.” Persiapan mental pun tak kalah penting; keduanya mengikuti sesi visualisasi yang dirancang khusus untuk menenangkan pikiran sebelum pertandingan besar.
Perjalanan di Babak Pertama dan Kejutan di Babak Kedua
Di babak pertama, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi menampilkan permainan yang cukup konsisten. Mereka menaklukkan pasangan asal Ceko dengan skor 6-3, 6-4, menunjukkan kemampuan menyerang yang tajam dan pertahanan yang solid. Kemenangan ini membuat mereka melaju ke perempat final, di mana mereka dijadwalkan melawan Siegemund/Zvonareva.
Pertandingan perempat final dimulai dengan energi tinggi. Janice dan Aldila berhasil mematahkan servis lawan pada game ke-11 set pertama, mengantarkan mereka unggul 7-5. Namun, lawan tidak tinggal diam. Pada set kedua, Siegemund/Zvonareva meningkatkan intensitas, memaksa duo Indonesia terpaksa menurunkan level permainan mereka. Janice Tjen mengalami dua kali double fault pada game kritis, yang membuat skor berbalik menjadi 5-7.
Set ketiga berubah menjadi super tie‑break yang menegangkan. Kedua pasangan saling bertukar poin hingga mencapai 8-8, namun pada akhirnya pasangan Eropa berhasil menutup dengan 10-8, mengamankan tiket ke semifinal.
Statistik Kunci dan Momen Krusial
| Statistik | Janice Tjen/Aldila Sutjiadi | Siegemund/Zvonareva |
|---|---|---|
| Aces | 3 | 2 |
| Double Faults | 4 | 1 |
| First‑Serve % | 68% | 71% |
| Break Points Won | 2/5 | 3/6 |
| Winners | 28 | 30 |
Statistik di atas menegaskan bahwa Janice Tjen memang memiliki potensi menyerang yang tinggi, namun konsistensi servis menjadi titik lemah pada fase krusial. Momen paling menentukan adalah double fault pada game 9 set kedua, yang memberi lawan kesempatan untuk kembali menyamakan skor.
Reaksi dan Analisis dari Pelatih serta Pengamat
Setelah pertandingan berakhir, pelatih utama tim Indonesia, Hendri K. Rahman, menyampaikan rasa bangga sekaligus kekecewaan. “Kami bangga dengan perjuangan Janice dan Aldila. Mereka menunjukkan keberanian melawan pasangan yang jauh lebih berpengalaman. Namun, kita harus belajar dari kesalahan servis di set kedua. Itu adalah pelajaran berharga untuk turnamen berikutnya,” ujar Hendri.
Pengamat tenis nasional, Dimas Ramadhan Wicaksana, menambahkan bahwa “Jika Janice Tjen dapat menstabilkan first‑serve, peluang mereka untuk menembus semifinal akan sangat tinggi. Pasangan Jerman‑Rusia memang memiliki pertahanan solid, namun mereka tidak kebal terhadap serangan volley cepat yang biasa dilakukan Aldila di net. Jadi, masih banyak ruang untuk perbaikan.”
Dampak pada Ranking WTA dan Jadwal Selanjutnya
Kalah di perempat final tetap memberikan poin yang cukup untuk menaikkan ranking. Berdasarkan live ranking WTA, Janice Tjen diprediksi akan melompat ke posisi 41 dalam pekan berikutnya, naik empat tingkat. Aldila Sutjiadi diperkirakan akan mencapai ranking 47, juga naik empat posisi. Kenaikan ini penting karena akan mempermudah mereka mendapatkan seed di turnamen besar selanjutnya.
Setelah Madrid Open, jadwal mereka tidak akan lama berhenti. Pada pekan berikutnya, Janice dan Aldila akan berangkat ke Roma untuk berkompetisi di Internazionali BNL d’Italia, turnamen WTA 1000 berikutnya. Turnamen tanah liat ini menjadi ajang persiapan utama menjelang French Open, sehingga mereka bertekad memperbaiki performa servis dan memperkuat koordinasi di net.
Secara keseluruhan, meski Disetop pemain unggulan, Janice Tjen gugur di babak kedua Madrid Open 2026 menjadi pelajaran penting. Dengan analisis yang tepat dan perbaikan teknis, duo ini masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di level tertinggi.
FAQ
Kenapa Janice Tjen tidak berhasil melanjutkan ke semifinal?
Janice Tjen kehilangan beberapa poin penting pada servis, terutama double fault di set kedua, yang membuat lawan kembali mengejar dan akhirnya menang.
Apa yang menjadi keunggulan pasangan Siegemund/Zvonareva?
Mereka memiliki pertahanan yang sangat solid dan pengalaman bermain di turnamen WTA 1000, sehingga dapat menahan tekanan pada momen krusial.
Bagaimana dampak kekalahan ini terhadap ranking Janice Tjen?
Kekalahan tetap memberi poin cukup untuk menaikkan ranking Janice menjadi sekitar posisi 41 dunia pada pekan berikutnya.
Apa target Janice dan Aldila di turnamen berikutnya?
Mereka menargetkan mencapai semifinal di Internazionali BNL d’Italia dan memperbaiki persentase first‑serve.
Apakah ada perubahan strategi setelah Madrid Open?
Pelatih mengindikasikan fokus pada peningkatan konsistensi servis dan latihan taktik net‑volley untuk mengatasi pertahanan lawan yang kuat.













