Lintaspedia.com – 30 Mei 2026 | Kamu mungkin pernah mendengar tentang data center, tapi apa itu sebenarnya? Data center adalah fasilitas yang dirancang untuk menyimpan dan mengelola data dalam skala besar. Di Amerika Serikat, data center menjadi sangat penting karena banyak perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, dan Facebook yang membutuhkan fasilitas ini untuk menyimpan dan mengelola data mereka.
China dan Data Center
Namun, baru-baru ini muncul berita bahwa China diduga menyebarkan propaganda anti-data center di Amerika Serikat. Menurut klaim dari Trump administration dan bintang ‘Shark Tank’ Kevin O’Leary, China melakukan kampanye untuk mempengaruhi opini publik tentang data center di AS. Mereka mengklaim bahwa China menggunakan akun-akun jahat di luar negeri untuk menyebarkan informasi palsu tentang proyek data center di AS.
Kevin O’Leary, yang memiliki rencana untuk membangun data center seluas 40.000 hektar di luar Salt Lake City, mengatakan bahwa proyeknya telah mendapat protes dari masyarakat. Ia kemudian mengeluarkan 90 halaman bukti yang menunjukkan bahwa China telah membiayai kampanye untuk melawan data center di AS.
Indonesia dan China
Sementara itu, Indonesia dan China Hebei Province telah memperkuat kerja sama di bidang teknologi pintar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menerima kunjungan dari delegasi Pemerintah Provinsi Hebei, yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Zhao Chenxin. Dalam pertemuan tersebut, Hartarto menekankan pentingnya hubungan ekonomi antara kedua negara dan mengatakan bahwa Indonesia saat ini sangat mendukung investasi.
Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan negara melalui produksi. Hartarto juga menyatakan bahwa Indonesia siap menyediakan zona ekonomi strategis untuk industri teknologi tinggi dan pengembangan teknologi pintar, termasuk kecerdasan buatan (AI).
China dan Energi
China juga telah meluncurkan rencana integrasi kecerdasan buatan (AI) ke sektor energi. Menurut laporan industri dan tonggak perusahaan, China berencana untuk meningkatkan kapasitas pasokan energi bersih untuk infrastruktur komputasi AI pada tahun 2030. China juga berencana untuk membuka skenario aplikasi AI yang bernilai tinggi di sektor energi dan memperkuat inovasi model AI di bidang energi.
China dan Anak-anak
China telah meluncurkan kampanye nasional untuk memantau dan melindungi anak-anak yang terlantar dan anak-anak yang ditinggalkan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan presisi layanan kesejahteraan dan memastikan bahwa tidak ada anak yang terlewatkan. China berencana untuk memantau anak-anak ini melalui sistem ‘satu anak, satu berkas’ dan melakukan kunjungan rumah bulanan untuk memantau kondisi mereka.
Kesimpulan
Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari berita-berita ini? Pertama, China diduga menyebarkan propaganda anti-data center di AS. Kedua, Indonesia dan China memperkuat kerja sama di bidang teknologi pintar. Ketiga, China meluncurkan rencana integrasi AI ke sektor energi. Keempat, China meluncurkan kampanye untuk melindungi anak-anak yang terlantar dan ditinggalkan.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa itu data center?
Data center adalah fasilitas yang dirancang untuk menyimpan dan mengelola data dalam skala besar.
Pertanyaan 2: Apa yang diduga dilakukan China terkait data center di AS?
China diduga menyebarkan propaganda anti-data center di AS untuk mempengaruhi opini publik.
Pertanyaan 3: Apa yang dilakukan Indonesia dan China Hebei Province?
Indonesia dan China Hebei Province memperkuat kerja sama di bidang teknologi pintar.
Pertanyaan 4: Apa rencana China untuk sektor energi?
China berencana untuk meningkatkan kapasitas pasokan energi bersih untuk infrastruktur komputasi AI pada tahun 2030.
Pertanyaan 5: Apa kampanye yang diluncurkan China untuk anak-anak?
China meluncurkan kampanye nasional untuk memantau dan melindungi anak-anak yang terlantar dan anak-anak yang ditinggalkan.













