Lintaspedia.com – 28 April 2026 | Selamat malam, kamu! Pada Selasa (28/4/2026) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor telak 0-4 untuk Persebaya. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin bagi Bajul Ijo, tapi juga memecahkan rekor Arema FC terhadap Persib yang sudah lama menunggu terpecahkan. Di balik dominasi Persebaya, kiper muda Lucas Frigeri tampil impresif dan layak disebut Man of The Match meski timnya terpuruk.
Ringkasan Pertandingan
Derbi dimulai dengan tempo tinggi. Kedua tim saling menekan, namun pertahanan Arema tampak rapuh di area tengah. Pada menit ke-49, Francisco Rivera membuka keunggulan Persebaya lewat umpan terobosan Mihailo Perovic. Rivera, gelandang asal Meksiko berusia 31 tahun, mengeksekusi tembakan keras ke sudut kiri bawah gawang, memaksa Lucas Frigeri melakukan penyelamatan gemetar.
Setelah gol pertama, Arema berusaha bangkit, namun pertahanan kembali terbelah. Pada menit ke-75, Jefferson Da Silva mengubah hasil menjadi 2-0 setelah sebuah tendangan penalti yang gagal oleh Bruno Moreira berujung rebound dan disambar Da Silva. Lima menit kemudian, Rivera menambah satu gol lagi berkat assist Mikael Alfredo Tata, mengukir brace yang membuatnya menjadi bintang utama pertandingan.
Gol keempat datang pada menit ke-86, ketika Tata menggantikan Riyan Ardiansyah, mengirim bola lurus ke dalam kotak penalti dan menutup pesta gol Persebaya. Seluruh empat gol terjadi dalam rentang 37 menit, menandakan kegagalan Arema dalam menahan serangan balik cepat.
Taktik dan Kesalahan Arema
Pelatih Marcos Santos tampak kebingungan sejak babak pertama. Formasi 4-2-3-1 yang dipertahankan tidak mampu menutup celah di tengah lapangan. Gelandang bertahan Matheus Da Conceicao dan Arkhan Fikri terlalu pasif, memberi ruang bagi Rivera untuk beroperasi bebas. Selain itu, pergantian pemain yang terlambat pada menit-menit akhir memperburuk situasi.
Arema seharusnya mengaktifkan sayap kiri lebih agresif melalui Rio Fahmi, namun ia malah terjebak dalam duel satu lawan satu tanpa dukungan. Penempatan pemain bertahan juga tidak seimbang; Johan Farizi sering terpaksa menutup ruang di belakang fullback, mengakibatkan celah pada sisi kanan yang dimanfaatkan Persebaya.
Kesalahan paling mencolok adalah tidak menanggapi penalti yang berhasil diblok oleh Lucas Frigeri. Bruno Moreira mengeksekusi tendangan, namun Frigeri berhasil menepis bola ke sudut lapangan, memberi peluang serangan balik cepat yang akhirnya dimanfaatkan Jefferson Da Silva.
Penampilan Lucas Frigeri: Man of The Match Tanpa Gol
Walaupun Arema tidak mencetak gol, Lucas Frigeri mendapat pujian luas atas aksi penyelamatan-penyelamatan krusialnya. Pada menit ke-49, ia melakukan diving penuh ke sudut kanan gawang, menolak bola yang hampir masuk. Dua menit kemudian, ia kembali menyelamatkan satu titik dengan menepis tembakan keras Rivera yang hampir menembus sudut atas.
Selain reflex, Frigeri juga menunjukkan kepemimpinan dengan mengatur pertahanan dari belakang. Ia berkomunikasi terus dengan Johan Farizi dan lini bek, mencoba menutup ruang-ruang yang terbuka. Sayangnya, kesalahan rekan setim di lini tengah membuatnya terlalu sering terpaksa menjadi garda terakhir.
Keberanian Frigeri dalam menahan serangan Persebaya memberi harapan bagi Aremania. Banyak suporter memuji keberaniannya di media sosial, bahkan mengusulkan nama Frigeri masuk dalam tim All-Star BRI Super League.
Rekor Arema FC Putus Rekor Persib
Sejak era Liga 1 dimulai pada 2017, Arema FC belum pernah mencatatkan kemenangan melawan Persib yang konsisten. Namun, pada pertandingan ini, Arema gagal menahan Persebaya, sekaligus menurunkan rekor pertahanan mereka terhadap Singo Edan menjadi 12 pertemuan tak terkalahkan. Dengan kekalahan 0-4, Arema menambah catatan buruk melawan tim-tim Jawa Timur, termasuk persaingan lama dengan Persib yang kini terpecah oleh hasil buruk di Derby Jatim.
Statistik menunjukkan Arema hanya menguasai 31% penguasaan bola dan mencatatkan 8 tembakan, semua melenceng. Di sisi lain, Persebaya mencatat 19 tembakan, 9 di antaranya tepat sasaran. Perbedaan ini menegaskan ketidakseimbangan kualitas dan kesiapan mental tim.
Reaksi Aremania dan Media Sosial
Setelah pertandingan, suporter Aremania (Aremania) mengirimkan gelombang kritik ke media sosial. Banyak yang menilai Marcos Santos harus segera melakukan pergantian taktik atau bahkan pelatih. Di forum Bola.com, thread “Marcos Santos Minta Maaf?” menjadi topik hangat dengan ribuan komentar.
Namun, tak semua negatif. Sebagian suporter tetap mendukung Frigeri, memuji keberaniannya dan berharap ia tetap menjadi kiper utama. Ada pula harapan bahwa Arema bisa bangkit pada empat laga tersisa dan kembali ke jalur poin.
Langkah Selanjutnya untuk Arema
Pelatih Marcos Santos berjanji akan mengevaluasi performa tim secara menyeluruh. Fokus utama yang disebutkan adalah meningkatkan koordinasi antara lini tengah dan pertahanan, serta mempercepat transisi serangan. Santos juga menambahkan bahwa pergantian pemain harus dilakukan lebih awal, terutama saat tim terlihat lelah.
Dalam minggu mendatang, Arema akan berlatih intensif di Malang, menyiapkan taktik 4-3-3 yang lebih fleksibel. Pemain seperti Gustavo Franca dan Gabriel Silva diharapkan lebih aktif dalam menghubungkan lini belakang dengan serangan, sementara Arkhan Fikri akan diberikan peran lebih defensif.
Performa Persebaya dan Kunci Kemenangan
Di sisi lain, Persebaya tampil sangat terorganisir. Bernardo Tavares menempatkan Rivera sebagai penggerak utama serangan, memberi kebebasan untuk berlari ke dalam kotak penalti. Jefferson Da Silva dan Mikael Alfredo Tata menambah variasi serangan lewat sayap kanan dan tengah.
Strategi pressing tinggi pada menit-menit awal membuat Arema tertekan dan kehilangan bola di zona berbahaya. Setelah gol pertama, Persebaya tetap menekan, memanfaatkan kelemahan Arema dalam mengatur ruang di zona pertahanan.
Kemenangan ini menempatkan Persebaya di posisi empat besar klasemen sementara dengan 48 poin, sementara Arema tetap di peringkat ke-11 dengan 39 poin. Perbedaan poin ini menambah tekanan pada Arema menjelang akhir musim.
Kesimpulan
Derby Jatim kali ini menjadi saksi kekalahan telak Arema FC yang memecahkan rekor lama melawan Persib, sekaligus menyoroti penampilan heroik Lucas Frigeri. Meskipun Arema harus menelan empat gol, aksi penyelamatan Frigeri memberi secercah harapan bagi suporter. Di sisi lain, Persebaya menunjukkan kelas dan taktik yang tepat, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat penantang gelar BRI Super League.
FAQ
Apa yang membuat Arema FC Putus Rekor Persib?
Arema gagal menahan serangan cepat Persebaya dan kehilangan poin penting, yang akhirnya memecahkan rekor pertahanan mereka terhadap Singo Edan.
Kenapa Lucas Frigeri dianggap Man of The Match?
Frigeri melakukan beberapa penyelamatan krusial dan memimpin pertahanan meski timnya kebobolan empat gol.
Berapa banyak gol yang dicetak Francisco Rivera?
Rivera mencetak dua gol (brace) pada menit ke-49 dan 82, menjadi faktor utama kemenangan Persebaya.
Apa langkah Marcos Santos setelah kekalahan?
Santos berjanji evaluasi taktik, memperbaiki koordinasi lini tengah‑defensif, dan melakukan pergantian pemain lebih awal.
Bagaimana posisi klasemen setelah pertandingan?
Persebaya naik ke peringkat empat besar dengan 48 poin, sementara Arema tetap di posisi ke-11 dengan 39 poin.












![Barcelona alihkan target ke jebolan Piala Dunia U-17 Indonesia usai tawaran untuk Bastoni ditertawakan Inter Milan [titlebase] – 7 Fakta Mengejutkan](https://www.lintaspedia.com/wp-content/uploads/2026/04/barcelona-alihkan-target-ke-jebolan-piala-dunia-u-17-indonesia-usai-tawaran-untuk-bastoni-ditertawakan-inter-milan-titlebase-7-fakta-mengejutkan.webp)