adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 07 Mei 2026 | Kamu mungkin sudah tahu bahwa persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin sengit. Kini, giliran AS yang bermanuver dengan merilis aturan baru terkait smartphone. Federal Communications Commission (FCC) baru saja menyetujui langkah untuk melarang laboratorium di China dan Hong Kong menguji perangkat yang akan dijual di pasar AS.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Aturan Baru FCC

Kebijakan tersebut mungkin cukup teknis. Namun, dampaknya bisa langsung ke konsumen karena berpotensi membuat harga ponsel semakin mahal. Sebagai gambaran, perangkat yang memancarkan frekuensi radio seperti smartphone, tablet, router, hingga laptop wajib lolos sertifikasi FCC sebelum bisa dijual di AS.

Proses ini mengharuskan perangkat dikirim ke laboratorium untuk diuji, memastikan perangkat memenuhi standar emisi dan kompatibilitas jaringan. Masalahnya, sekitar 75 persen perangkat yang masuk ke Amerika selama ini diuji di laboratorium yang berbasis di China.

Dampak ke Konsumen

Artinya, perubahan aturan ini akan memaksa produsen atau vendor gadget untuk memindahkan proses pengujian ke negara lain, seperti ke AS sendiri, Jepang, Inggris, atau Taiwan. Di sinilah masalah mulai muncul. Biaya pengujian di China selama ini relatif murah, berkisar 400 hingga 1.300 dollar AS (sekitar Rp 6,7 juta hingga Rp 21,9 juta).

Sementara di AS, biayanya bisa melonjak ke kisaran 3.000 hingga 4.000 dollar AS (sekitar Rp 50,7 juta hingga Rp 67,6 juta). Selisih ini berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya bisa berdampak juga ke harga perangkat di pasar.

Langkah FCC

Menurut laporan, langkah baru FCC ini dilakukan demi memperketat kebijakan sebelumnya. Pada 2025, FCC sudah lebih dulu melarang pengujian di laboratorium yang terkait pemerintah China. Kini, cakupannya diperluas ke semua lab di China dan Hong Kong.

FCC berdalih langkah ini sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko keamanan nasional, sekaligus membatasi akses China terhadap teknologi AS. Namun di sisi lain, keputusan ini membuat rantai produksi global jadi lebih kompleks.

Kesimpulan

Produsen kini harus mengirim perangkat dari pabrik di China ke negara lain hanya untuk proses sertifikasi, sebelum akhirnya dikirim ke AS. Proses ini tidak hanya menambah biaya, tapi juga waktu. Beberapa perusahaan besar bahkan sudah mulai beradaptasi.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa aturan baru FCC?
Aturan baru FCC melarang laboratorium di China dan Hong Kong menguji perangkat yang akan dijual di pasar AS.

Pertanyaan 2: Bagaimana dampak aturan baru ini?
Dampak aturan baru ini bisa membuat harga ponsel semakin mahal karena biaya pengujian di AS lebih tinggi daripada di China.

Pertanyaan 3: Mengapa FCC mengambil langkah ini?
FCC mengambil langkah ini untuk memperketat kebijakan sebelumnya dan membatasi akses China terhadap teknologi AS.

Pertanyaan 4: Bagaimana produsen beradaptasi dengan aturan baru ini?
Beberapa perusahaan besar sudah mulai beradaptasi dengan memindahkan proses sertifikasi ke negara lain seperti Jepang dan Inggris.

Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan dari aturan baru ini?
Diharapkan aturan baru ini dapat mengurangi risiko keamanan nasional dan membatasi akses China terhadap teknologi AS.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.