Barcelona dikabarkan siap meramaikan perburuan gelandang Manchester City, Rodri, pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini mengubah peta persaingan yang sebelumnya hanya melibatkan Real Madrid sebagai peminat utama. Keputusan Barcelona muncul setelah adanya kekhawatiran terhadap kedalaman lini tengah mereka, terutama setelah cedera serius yang dialami Frenkie de Jong.
Nama Rodri menjadi salah satu yang paling hangat diperbincangkan di jendela transfer kali ini. Kontraknya di Manchester City hanya menyisakan satu musim, sehingga spekulasi mengenai masa depannya di Etihad Stadium terus menguat. Gelandang berusia 30 tahun itu telah menjadi pilar utama sejak bergabung pada 2019, membantu City meraih berbagai gelar termasuk Liga Champions dan gelar Premier League berturut-turut.
Sebelum Barcelona muncul, Real Madrid disebut sebagai tujuan paling realistis bagi Rodri jika ia memutuskan hengkang. Presiden Florentino Perez dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk merekrut pemain yang pernah memperkuat Atletico Madrid tersebut. Los Blancos disebut siap menggelontorkan dana lebih dari EUR 50 juta demi membawa pulang salah satu gelandang terbaik dunia ke Santiago Bernabeu. Namun, situasi berubah setelah Barcelona ikut memantau perkembangan transfer tersebut.
Pernyataan Fabrizio Romano
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Manchester City belum ingin merampungkan pembicaraan dengan Real Madrid karena masih menunggu kemungkinan munculnya peminat lain, termasuk Barcelona. Melalui kanal YouTube pribadinya, Romano mengungkapkan bahwa City sengaja menunda negosiasi.
“Manchester City memutuskan untuk tidak merampungkan kesepakatan dengan Real Madrid karena mereka ingin menunggu lebih banyak klub ikut dalam persaingan mendapatkan Rodri. Manchester City juga merasa bahwa Barcelona mungkin tertarik pada jasa Rodri. Cedera yang dialami Frenkie de Jong bisa membuka peluang bagi Barcelona untuk ikut dalam saga transfer tersebut.”
— Fabrizio Romano
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Manchester City ingin memaksimalkan nilai transfer dengan menciptakan perang penawaran. Dengan kontrak Rodri yang akan habis pada 2027, City berada dalam posisi yang rumit: melepasnya sekarang dengan harga yang layak atau mempertahankannya dan berisiko kehilangan secara gratis musim depan.
Krisis Lini Tengah Barcelona
Ketertarikan Barcelona tidak lepas dari kondisi lini tengah mereka yang sedang kritis. Frenkie de Jong dikabarkan mengalami cedera robek ligamen lutut setelah Piala Dunia 2026 dan diperkirakan harus menepi sekitar lima bulan. Cedera ini membuat De Jong absen hingga awal tahun 2027, meninggalkan lubang besar di lini tengah Blaugrana.
Sementara itu, Pedri juga memiliki riwayat cedera yang membuatnya sempat absen dalam 15 pertandingan musim lalu. Meskipun Pedri pulih, ketergantungan pada pemain muda yang rentan cedera menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelatih Hansi Flick.
Di sisi lain, opsi gelandang yang dimiliki Flick seperti Gavi, Dani Olmo, dan Fermin Lopez lebih berkarakter menyerang. Mereka cenderung bermain di posisi yang lebih maju, bukan sebagai gelandang bertahan murni. Adapun Marc Casado dan Marc Bernal dinilai masih minim pengalaman untuk menjadi andalan sepanjang musim di level tertinggi.
Situasi tersebut membuat Barcelona memiliki alasan kuat untuk mencari gelandang bertahan baru. Rodri dianggap sebagai sosok ideal karena pengalaman, kualitas, dan keinginannya yang disebut ingin kembali bermain di Spanyol. Ia dikenal sebagai pemain yang mampu membaca permainan, memutus serangan lawan, dan mendistribusikan bola dengan akurat — kualitas yang sangat dibutuhkan Barcelona saat ini.
Dampak Finansial dan Persaingan
Meskipun memiliki kebutuhan yang jelas, Barcelona harus menghadapi kendala finansial yang sudah berlangsung lama. Klub masih terikat aturan financial fair play La Liga yang ketat. Namun, dengan kepergian beberapa pemain gaji tinggi dan potensi pendapatan dari penjualan pemain, Barcelona mungkin bisa mengumpulkan dana yang diperlukan. Laporan di Spanyol menyebutkan bahwa klub sedang menjajaki kemungkinan menjual beberapa pemain untuk mendanai transfer Rodri.
Real Madrid, di sisi lain, memiliki kondisi finansial yang lebih stabil. Mereka sudah menyiapkan dana lebih dari EUR 50 juta, namun belum tentu cukup jika terjadi perang penawaran. Nilai pasar Rodri diperkirakan masih di atas EUR 70 juta meskipun usianya 30 tahun dan kontrak yang tersisa satu musim. Manchester City tentu akan memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan harga setinggi mungkin.
Persaingan antara Barcelona dan Real Madrid dalam perburuan Rodri juga memiliki dimensi rivalitas klasik. Kedua klub sudah sering bersaing untuk pemain bintang, dan saga transfer ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di musim panas 2026. Jika Barcelona benar-benar mengajukan penawaran resmi, maka Manchester City akan berada dalam posisi menentukan — apakah akan melepas sang gelandang ke salah satu raksasa Spanyol atau mempertahankannya hingga kontraknya berakhir.
Analisis Lebih Lanjut
Rodri telah membuktikan dirinya sebagai gelandang bertahan kelas dunia. Ia memenangkan Ballon d’Or pada 2024 setelah menjadi motor permainan Manchester City dan tim nasional Spanyol. Kemampuannya dalam mengontrol tempo pertandingan, memenangkan duel, dan memberikan umpan-umpan kunci membuatnya sangat dicari. Di Barcelona, ia akan menjadi penerus natural Sergio Busquets yang hengkang pada 2023.
Namun, ada faktor usia yang perlu dipertimbangkan. Pada usia 30 tahun, Rodri masih berada di puncak karier, tetapi kontrak jangka panjang dengan nilai tinggi mungkin menjadi risiko bagi klub yang membelinya. Barcelona, yang sedang dalam proses regenerasi, harus memastikan bahwa investasi ini sepadan dengan kebutuhan jangka pendek dan panjang.
Di sisi Real Madrid, kehadiran Rodri akan memperkuat lini tengah yang sudah diisi oleh pemain seperti Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, dan Aurelien Tchouameni. Namun, Rodri memberikan dimensi berbeda sebagai gelandang bertahan murni yang jarang dimiliki Madrid saat ini. Pelatih Carlo Ancelotti dikabarkan sangat menginginkan Rodri untuk menambah keseimbangan tim.
Manchester City sendiri tidak dalam posisi lemah. Mereka masih memiliki pemain seperti Mateo Kovacic, John Stones (yang bisa bermain sebagai gelandang), dan pemain muda seperti Rico Lewis. Namun, kehilangan Rodri akan menjadi pukulan besar karena ia adalah pemain yang sulit digantikan. Manajer Pep Guardiola kemungkinan akan mendorong manajemen untuk mempertahankan Rodri, terutama jika tidak ada tawaran yang memuaskan.
Dengan bursa transfer musim panas yang masih berlangsung hingga akhir Agustus, perkembangan selanjutnya akan sangat menarik untuk diikuti. Apakah Barcelona akan benar-benar mengajukan tawaran resmi? Akankah Real Madrid meningkatkan penawaran mereka? Ataukah Manchester City akan menahan Rodri hingga kontraknya habis? Semua kemungkinan masih terbuka.
Pertanyaan Umum
Mengapa Barcelona tertarik pada Rodri?
Barcelona membutuhkan gelandang bertahan setelah cedera panjang Frenkie de Jong dan riwayat cedera Pedri. Opsi gelandang bertahan yang ada dinilai kurang pengalaman atau terlalu ofensif. Rodri dianggap sebagai solusi ideal karena kualitas dan pengalamannya.
Berapa nilai transfer Rodri yang mungkin?
Real Madrid dilaporkan siap membayar lebih dari EUR 50 juta, namun nilai pasar Rodri diperkirakan lebih tinggi. Dengan kontrak tersisa satu musim, Manchester City mungkin menerima tawaran sekitar EUR 60-70 juta, tergantung persaingan.
Apakah Manchester City akan melepas Rodri?
Keputusan ada di tangan City. Mereka bisa menjualnya sekarang untuk mendapatkan kompensasi finansial, atau mempertahankannya hingga kontrak habis. Manajer Pep Guardiola kemungkinan ingin mempertahankan pemain kuncinya, tetapi faktor finansial dan keinginan pemain bisa mempengaruhi.
Sumber: JawaPos
















