Lintaspedia.com – Presiden Prabowo Subianto tiba di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026) sore untuk memimpin prosesi panen raya serentak yang diinisiasi oleh TNI. Pesawat Kepresidenan mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 14.55 WIB, disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Prabowo yang mengenakan safari cokelat langsung menuju mobil Toyota Alphard putih berpelat RI 1 untuk menuju lokasi acara di area lanud.
Setibanya di lokasi, Presiden menyempatkan diri berkunjung ke salah satu booth yang menampilkan mesin pengolah sampah buatan anak bangsa bernama Motah Incinerator. Ia mendapat penjelasan rinci mengenai cara kerja alat tersebut. Selain itu, Prabowo juga meninjau berbagai booth yang memamerkan program-program hilirisasi pertanian, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengolahan hasil panen bernilai tambah.
Momen menarik terjadi saat Presiden mulai memasuki lahan panen tebu seluas 800,5 hektare yang berada tak jauh dari lokasi peresmian. Para petani tebu yang sedang bekerja spontan berduyun-duyun mendekat, berlari berebut salaman dengan Prabowo dan berbincang singkat. Suasana keakraban itu terekam dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden. Setelah itu, Prabowo berdiskusi cukup panjang dengan para menteri yang mendampinginya, berdiri di sisi kebun sambil membahas produktivitas pertanian.
Panen raya serentak ini mencakup tiga komoditas utama: tebu, padi, dan kedelai yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. “Bapak Presiden Prabowo akan memimpin panen raya serentak tebu, padi, dan kedelai yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Seskab Teddy.
Pembagian lokasi panen melibatkan ketiga matra TNI:
- Panen tebu didampingi TNI Angkatan Udara di 8 titik lokasi.
- Panen padi didampingi TNI Angkatan Darat di 31 titik lokasi.
- Panen kedelai didampingi TNI Angkatan Laut di 4 lokasi.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendorong produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, serta mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Selain Presiden, hadir dalam acara tersebut Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut mendampingi Presiden di lokasi.

Panen raya serentak ini mencakup 43 titik di seluruh Indonesia, melibatkan TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Para petani yang hadir tampak antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia. Mereka tidak hanya berebut salaman, tetapi juga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden. Kehadiran Prabowo di tengah lahan tebu menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap nasib petani dan upaya memperkuat ketahanan pangan dari hulu ke hilir.
Sebelum bertolak ke Malang, Presiden Prabowo juga memimpin upacara Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, pada hari yang sama. Kegiatan itu menunjukkan padatnya agenda kepresidenan yang berfokus pada keamanan dan ketahanan pangan secara bersamaan.
Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi rombongan terbatas yang terdiri dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri bidang pangan dan tata ruang menandakan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program panen raya.
Lahan panen tebu yang dikelola seluas 800,5 hektare di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh menjadi salah satu fokus utama. Truk-truk pengangkut hasil panen tampak mengular di sekitar kebun, menandakan aktivitas panen yang berjalan lancar. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi gula nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Di sisi lain, Presiden juga mendapat laporan mengenai realisasi anggaran pendidikan yang sempat menjadi perdebatan. Namun, fokus utama kunjungan ini tetap pada penguatan sektor pertanian dan sinergi TNI dalam mendukung ketahanan pangan.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan panen raya serentak yang dipimpin Presiden Prabowo?
Tujuan utama panen raya ini adalah mendukung percepatan swasembada pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat hilirisasi hasil panen seperti tebu, padi, dan kedelai.
Berapa jumlah titik lokasi panen raya yang diresmikan?
Panen raya dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia, terdiri dari 8 titik panen tebu (didampingi TNI AU), 31 titik panen padi (didampingi TNI AD), dan 4 titik panen kedelai (didampingi TNI AL).
Siapa saja pejabat yang mendampingi Presiden dalam acara tersebut?
Mendampingi Presiden antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada Jumat sore untuk memimpin panen raya serentak yang diinisiasi TNI. Ia disambut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sebelum memimpin panen, Presiden meninjau booth mesin pengolah sampah Motah Incinerator dan booth hilirisasi pertanian, lalu memasuki lahan tebu seluas 800,5 hektare di area lanud. Para petani tebu antusias berebut salaman dan berbincang dengan Presiden.
Panen raya ini mencakup tiga komoditas utama—tebu, padi, dan kedelai—di 43 titik seluruh Indonesia, melibatkan TNI Angkatan Darat (31 titik padi), Angkatan Laut (4 titik kedelai), dan Angkatan Udara (8 titik tebu). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan kegiatan ini merupakan sinergi TNI mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Presiden didampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Panglima TNI.
Sumber: Kumparan




