Advertisement

Ismael Bennacer dan AC Milan resmi mengakhiri hubungan kerja mereka pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pemain tengah asal Aljazair itu meninggalkan San Siro setelah tujuh tahun, menutup kiprahnya yang penuh momen puncak sekaligus lika-liku cedera bersama klub raksasa Italia tersebut.

Konfirmasi resmi dari pihak klub menyatakan bahwa pemutusan kontrak ini dilakukan atas dasar kesepakatan bersama. Manajemen Rossoneri mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bennacer dan mendoakan langkah terbaik bagi masa depan pemain berusia 28 tahun kelahiran Prancis ini. Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era bagi gelandang yang sempat menjadi denyut nadi lini tengah AC Milan.

Bennacer pertama kali mengenakan seragam Merah-Hitam pada musim panas 2019. Ia direkrut dari klub Serie A, Empoli, dengan tebusan yang pada saat itu terbilang signifikan, mencapai 16 juta euro atau setara Rp328 miliar. Kedatangan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan ulang skuad Milan di bawah proyek kepemilikan baru, dan Bennacer diproyeksikan sebagai fondasi masa depan di sektor tengah lapangan.

Advertisement

Juru Selamat di Lini Tengah dan Penantian Panjang Scudetto

Selama berseragam merah-hitam, pemain bertipe regista atau gelandang pengatur tempo ini tercatat tampil dalam 178 pertandingan kompetitif. Rincian menunjukkan 178 penampilan tersebut, di mana 178 di antaranya adalah di kompetisi domestik Serie A. Kontribusinya melampaui sekadar angka, dengan gaya bermain yang cerdas, kemampuan merebut bola, dan distribusi yang akurat.

Puncak karier Bennacer di Milan tercipta pada musim 2021/2022. Di bawah arahan pelatih Stefano Pioli, ia menjadi elemen kunci dalam formasi yang akhirnya memutus penantian panjang klub. Bennacer tampil dalam 31 pertandingan liga musim itu, berduet dengan Franck Kessie di lini tengah dengan sangat efektif. Kontribusi vitalnya membantu Milan menaklukkan kompetisi Serie A dan meraih gelar Scudetto ke-19 dalam sejarah klub, sebuah pencapaian yang sudah dirindukan para tifosi selama satu dekade penuh.

Cedera Parah Pengubah Arah Karier

Namun, jalur karier yang sedang menanjak itu harus terhenti keras oleh cedera. Pada akhir musim 2022/2023, Bennacer mengalami cedera lutut serius yang memaksanya absen panjang. Ini menjadi titik balik yang merusak momentumnya. Setelah menjalani pemulihan, ia sempat kembali merumput pada Desember 2023 dan menambah catatan penampilannya dengan 20 laga di Serie A musim 2023/2024.

Advertisement

Namun, Milan memutuskan untuk meminjamkannya pada pertengahan musim 2024/2025 guna mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten. Ia berlabuh ke Olympique Marseille di Prancis. Petualangan berlanjut pada musim lalu, di mana ia dipinjamkan selama satu musim penuh ke klub Kroasia, Dinamo Zagreb. Kembali dari masa pinjaman, posisinya di skuad inti Milan sudah sulit dipastikan mengingat komposisi lini tengah yang telah berubah.

Laporan terkini menyebutkan bahwa petualangan Eropa Bennacer akan berakhir untuk sementara. Gelandang bertipe defensif ini dikabarkan akan melanjutkan kariernya di Asia, tepatnya di liga Qatar. Klub yang disebut menjadi pelabuhan barunya adalah Al Gharafa, sebuah langkah yang menandai pergeseran kariernya dari pentas elit Eropa.

Kepulangan ke Milan sempat membawa harapan akan kebangkitan sang juara liga, namun takdir berkata lain. Cederanya menjadi pengingat keras tentang ketidakpastian dalam sepak bola profesional. Meski demikian, warisan dan kontribusinya, terutama dalam musim bersejarah Scudetto, telah terukir abadi di hati para pendukung AC Milan. Perpisahan ini mengucapkan selamat jalan kepada seorang pemain yang pernah menjadi harapan, kini mencari babak baru dalam kariernya di belahan dunia lain.

Sumber: Republika

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *