Kemenangan 1-0 Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, tidak hanya mengukuhkan status La Roja sebagai juara dunia untuk kedua kalinya, tetapi juga menutup perjalanan karier yang sempurna bagi gelandang andalan mereka, Rodri.
Dengan mengangkat trofi FIFA tersebut, pemain bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante itu resmi menapaki jejak langka dalam sejarah sepak bola. Rodri kini bergabung di kelompok eksklusif pemain pria yang telah memenangkan tiga penghargaan paling bergengsi di tingkat klub dan internasional: Piala Dunia, Liga Champions UEFA, dan Ballon d’Or.
Pencapaian ini menjadikan pemain berusia 30 tahun tersebut sebagai pemain pria ke-11 sepanjang masa yang melengkapi trilogi prestasi tersebut. Ia kini berada satu level dengan para legenda seperti Lionel Messi, Zinedine Zidane, Ronaldinho, dan terbaru, Ousmane Dembele.
Keberhasilan Rodri terasa makin istimewa karena ia meraih ketiganya dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni hanya tiga tahun terakhir. Perjalanan menuju puncak ini dimulai pada 2023, ketika ia mencetak gol kemenangan bagi Manchester City di final Liga Champions, membawa klub asuhan Pep Guardiola meraih gelar Eropa pertama dalam sejarahnya.
Tahun berikutnya, pada Euro 2024, Rodri menjadi motor utama Spanyol hingga menjuarai turnamen tersebut sekaligus meraih penghargaan Pemain Terbaik. Performa konsistennya bersama klub dan negara kemudian membawanya meraih penghargaan Ballon d’Or untuk pertama kalinya.
Peran Sentral sebagai Pengatur Permainan
Piala Dunia 2026 menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan koleksinya. Di sepanjang turnamen di Amerika Utara, Rodri kembali memainkan peran krusial sebagai jenderal lini tengah Spanyol. Ia dinilai sebagai aktor utama di balik kemampuan La Roja mengontrol ritme dan alur permainan dalam setiap laga.
“Timnas Spanyol saat ini memiliki warna tersendiri, ketika di dalam pertandingan dikontrol oleh seorang Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo, ketiganya mengandalkan ruang gerak mereka yang sangat luar biasa sekali,” ucap Bimo Adhy Nugroho, seorang pengamat sepak bola, dalam diskusi Podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah.
Kemampuan membaca permainan dan memanfaatkan ruang kosong di antara lini lawan menjadi ciri khas Rodri. Bersama Fabian Ruiz dan Dani Olmo, ia membentuk trisiuma gelandang yang sulit dijebol sekaligus pandai dalam membuka pertahanan lawan. Kombinasi ini menjadi fondasi keberhasilan Spanyol di turnamen berlabel juara dunia tersebut.

Selain mengangkat trofi, performa impresif Rodri sepanjang Piala Dunia 2026 juga membuahkan penghargaan individu bergengsi, yaitu Golden Ball atau pemain terbaik turnamen. Sederet pencapaian ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya, dengan catatan prestasi yang sangat lengkap untuk seorang pemain yang beroperasi di lini tengah.
Menyamai Jejak Lionel Messi dan Ousmane Dembele
Dengan kemenangan ini, Rodri secara resmi menyamai pencapaian Lionel Messi. Megabintang Argentina itu lebih dulu melengkapi trilogi gelar setelah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, yang sebelumnya menjadi satu-satunya gelar yang belum ia miliki.
Rodri juga mengikuti jejak Ousmane Dembele, yang belakangan juga masuk dalam kelompok elite ini. Dembele merasakan gelar juara dunia pertamanya bersama Prancis pada usia 21 tahun di Piala Dunia 2018. Tujuh tahun berselang, ia menjadi bagian dari skuad Paris Saint-Germain yang memenangkan Liga Champions pertama klub tersebut pada 2025, yang berujung pada penganugerahan Ballon d’Or.
Jika Dembele membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk menyatukan ketiga penghargaan itu, Rodri melakukannya dengan waktu yang jauh lebih cepat. Dari gelar Liga Champions pada 2023, Ballon d’Or pada 2024, hingga Piala Dunia pada 2026, rentang waktu tiga tahun yang ia habiskan untuk mencapai puncak prestasi merupakan catatan yang sangat mengesankan.
Menjadi pemain ke-11 yang mencapai milestone ini adalah pengakuan atas konsistensi dan pengaruh besar Rodri di lapangan. Meski bukan pemain yang paling mencolok dari segi aksi individu, perannya sebagai stabilisator dan pengatur tempo sering kali menjadi kunci kemenangan bagi tim yang dibelanya, baik Manchester City maupun Timnas Spanyol.
Daftar Lengkap Pemenang Trilogi Prestisius
Rodri kini tercatat sebagai pemain pria ke-11 yang berhasil memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d’Or. Berikut adalah daftar lengkap para legenda yang telah mencapai pencapaian langka tersebut, berdasarkan data yang dikutip dari Sports Illustrated:
- Lionel Messi (Argentina) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 4 kali, Ballon d’Or 8 kali
- Rodri (Spanyol) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Bobby Charlton (Inggris) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Gerd Muller (Jerman) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 3 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Franz Beckenbauer (Jerman) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 3 kali, Ballon d’Or 2 kali
- Paolo Rossi (Italia) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Zinedine Zidane (Prancis) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Rivaldo (Brasil) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Ronaldinho (Brasil) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Kaka (Brasil) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 1 kali, Ballon d’Or 1 kali
- Ousmane Dembele (Prancis) – Piala Dunia 1 kali, Liga Champions 2 kali, Ballon d’Or 1 kali
Daftar ini menunjukkan betapa eksklusifnya klub pemain ini. Rodri bukan hanya menambah namanya, tetapi juga membuktikan dominasi gelandang modern yang mampu menjadi tokoh sentral dalam meraih segala gelar di level tertinggi.
“Timnas Spanyol saat ini memiliki warna tersendiri, ketika di dalam pertandingan dikontrol oleh seorang Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo.”
— Bimo Adhy Nugroho, Pengamat Sepak Bola
Sumber: Sports Illustrated
Pertanyaan Umum
Apa yang membuat pencapaian Rodri dianggap sangat spesial?
Pencapaian Rodri sangat spesial karena ia berhasil meraih tiga gelar paling prestisius dalam sepak bola—Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d’Or—hanya dalam rentang waktu tiga tahun terakhir. Kecepatan dan konsistensinya dalam mencapai trilogi gelar ini membedakannya dari banyak pemain hebat lainnya yang membutuhkan waktu lebih lama atau tidak pernah mencapainya sama sekali.
Siapa saja pemain lain yang pernah mencapai prestasi serupa dengan Rodri?
Rodri bergabung dengan 10 pemain pria lain yang telah memenangkan ketiga penghargaan tersebut. Kelompok elite ini termasuk nama-nama legendaris seperti Lionel Messi, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Franz Beckenbauer, dan terbaru Ousmane Dembele. Daftar lengkapnya mencakup 11 pemain dari berbagai negara dan era yang berbeda.
Bagaimana peran Rodri dalam keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026?
Rodri berperan sebagai jenderal lini tengah dan pengatur ritme permainan timnas Spanyol. Bersama gelandang lain seperti Fabian Ruiz dan Dani Olmo, ia mengontrol alur pertandingan, memanfaatkan ruang gerak, dan menjadi stabilisator yang memungkinkan Spanyol mendominasi banyak laga di turnamen tersebut. Perannya yang sentral diakui dengan penganugerahan penghargaan Golden Ball atau pemain terbaik turnamen.
Sumber: tribunnews.com















