Lintaspedia.com – 07 Juni 2026 | Kamu pasti pernah mendengar tentang kesenjangan pembelajaran di Indonesia. Menurut data terbaru, sekitar 1,3 juta dari 1,4 juta siswa kelas 11 di Indonesia mengalami kesulitan memahami apa yang mereka baca. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan literasi dan pemahaman siswa di Indonesia.
Profil Kelas di Sapang Uwak
Di Sapang Uwak, sebuah komunitas masyarakat adat di Porac, Pampanga, guru bahasa Inggris Raven Kyle Duya menghadapi tantangan serupa. Banyak siswa di kelasnya dapat membaca kata-kata di halaman, tetapi memahami artinya seringkali menjadi masalah lain. Duya mengatakan bahwa ini adalah masalah yang dihadapi banyak sekolah di seluruh negeri, tetapi di Sapang Uwak, perjuangan diperburuk oleh akses terbatas ke buku dan bahan bacaan, koneksi internet yang buruk, medan yang sulit, dan jarak jauh yang beberapa siswa tempuh untuk mencapai sekolah.
Tantangan Pembelajaran
Tantangan ini mencerminkan kekhawatiran yang dikemukakan oleh Komisi Kongres Kedua tentang Pendidikan (EDCOM 2), yang baru-baru ini mengeluarkan peringatan tentang krisis literasi di negara ini. Hasil asesmen Maret 2026 yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan menunjukkan bahwa sekitar 1,3 juta dari 1,4 juta siswa kelas 11 di seluruh negeri mengalami kesulitan memahami apa yang mereka baca. Hanya sekitar 12 persen yang diklasifikasikan sebagai pembaca mandiri, sementara hampir enam dari sepuluh siswa ditemukan berada pada tingkat frustrasi—kategori literasi terendah, di mana pemahaman minimal atau hampir tidak ada.
Duya telah menyesuaikan metode mengajarnya, memperlambat pelajaran dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan membaca dan penguatan. Meskipun kesulitan ini, Duya percaya bahwa banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang siswa di komunitas adat. Menurutnya, masalahnya bukanlah kurangnya kemampuan, melainkan kurangnya kesempatan dan sumber daya.
Kesimpulan
Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk membantu siswa di Indonesia mengatasi kesenjangan pembelajaran? Pertama, kita perlu meningkatkan akses ke buku dan bahan bacaan yang berkualitas. Kedua, kita perlu memperbaiki koneksi internet dan infrastruktur teknologi di sekolah-sekolah. Ketiga, kita perlu memberikan pelatihan dan dukungan yang lebih baik kepada guru-guru untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan pembelajaran siswa.
FAQ
Apa itu kesenjangan pembelajaran?
Kesenjangan pembelajaran adalah kesulitan yang dialami siswa dalam memahami dan menguasai materi pelajaran.
Apa penyebab kesenjangan pembelajaran di Indonesia?
Penyebab kesenjangan pembelajaran di Indonesia antara lain akses terbatas ke buku dan bahan bacaan, koneksi internet yang buruk, dan kurangnya kesempatan dan sumber daya.
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi siswa?
Cara meningkatkan kemampuan literasi siswa adalah dengan meningkatkan akses ke buku dan bahan bacaan yang berkualitas, memperbaiki koneksi internet dan infrastruktur teknologi di sekolah-sekolah, dan memberikan pelatihan dan dukungan yang lebih baik kepada guru-guru.
Apa peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa?
Peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa adalah dengan memberikan pelatihan dan dukungan yang lebih baik kepada siswa, serta membantu mereka mengembangkan kemampuan pembelajaran.
Bagaimana cara meningkatkan minat baca siswa?
Cara meningkatkan minat baca siswa adalah dengan menyediakan buku dan bahan bacaan yang menarik dan relevan, serta membantu mereka mengembangkan kemampuan membaca yang lebih baik.













