adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 20 Mei 2026 | Kamu pasti sudah tahu bahwa rupiah lately sedang melemah, kan? Nah, kali ini kita akan membahas tentang penyebabnya dan apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi ini.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

Penyebab Rupiah Melemah

Rupiah melemah karena beberapa faktor, seperti kenaikan harga minyak dunia dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia. Selain itu, utang pemerintah yang terus meningkat juga membuat rupiah semakin melemah.

Menurut analis Bank Woori Saudara Rully Nova, pelemahan rupiah seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas 100 dolar AS per barel. “Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor domestik menanti hasil RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) akan diumumkan besok dan ruang fiskal yang masih terbatas akibat subsidi yang membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas 100 dollar,” ujarnya.

Apa yang Dilakukan Pemerintah?

Pemerintah telah mengambil langkah agresif untuk menahan tekanan terhadap rupiah yang terus melemah. Mulai 1 Juni 2026, seluruh eksportir sumber daya alam (SDA) diwajibkan menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri melalui bank-bank Himbara.

Langkah ini diambil untuk memperkuat pasokan dolar AS domestik di tengah tekanan berat terhadap cadangan devisa dan membengkaknya kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Eksportir sumber daya alam wajib memasukkan devisa hasil ekspor sumber daya alam 100% ke dalam sistem keuangan Indonesia atau repatriasi dengan tingkat kepatuhan 100%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) juga telah menaikkan BI-Rate menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada tanggal 19 hingga 20 Mei 2026. Kenaikan ini bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari gejolak global serta mengendalikan laju inflasi nasional.

BI tetap mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan kebijakan makroprudensial longgar serta pengembangan infrastruktur sistem pembayaran digital nasional. “Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah,” terang BI.

Kesimpulan

Jadi, rupiah melemah karena beberapa faktor, seperti kenaikan harga minyak dunia dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia. Pemerintah telah mengambil langkah agresif untuk menahan tekanan terhadap rupiah, seperti mewajibkan eksportir SDA menempatkan DHE di dalam negeri melalui bank-bank Himbara. BI juga telah menaikkan BI-Rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah.

FAQ

Pertanyaan 1
Apa penyebab rupiah melemah?
Jawaban: Rupiah melemah karena beberapa faktor, seperti kenaikan harga minyak dunia dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia.

Pertanyaan 2
Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi rupiah melemah?
Jawaban: Pemerintah telah mengambil langkah agresif, seperti mewajibkan eksportir SDA menempatkan DHE di dalam negeri melalui bank-bank Himbara.

Pertanyaan 3
Apa tujuan kenaikan BI-Rate?
Jawaban: Kenaikan BI-Rate bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari gejolak global serta mengendalikan laju inflasi nasional.

Pertanyaan 4
Apa dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap rupiah?
Jawaban: Kenaikan harga minyak dunia membuat rupiah melemah karena Indonesia merupakan negara yang mengimpor minyak.

Pertanyaan 5
Apa yang dimaksud dengan DHE?
Jawaban: DHE adalah devisa hasil ekspor, yaitu devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang dan jasa.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.