Lintaspedia.com – 30 Mei 2026 | Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam memasuki fase penting yang disebut Hari Tasyrik. Pertanyaan yang sering mengemuka adalah, pada Hari Tasyrik apakah boleh puasa? Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah.
Hari Tasyrik dan Puasa
Kata “Tasyrik” (التشريق) secara etimologis berasal dari kata syarraqa yang berarti “matahari terbit” atau “menjemur sesuatu”. Penamaan ini memiliki sejarah yang menarik. Aris Munandar dalam bukunya Asal Usul Hari Tasyrik menjelaskan bahwa pada masa silam, ketika daging kurban melimpah ruah, masyarakat mengawetkannya dengan cara menjemur di bawah terik matahari untuk dijadikan dendeng.
Namun, pertanyaan tentang boleh atau tidaknya puasa di Hari Tasyrik masih banyak diperdebatkan. Menurut beberapa ulama, puasa di Hari Tasyrik dilarang karena hari-hari tersebut merupakan hari untuk beristirahat dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Cara Mengolah Daging Kurban
Idul Adha identik dengan persediaan daging yang melimpah, baik sapi maupun kambing. Tak sedikit pula masyarakat yang mencari cara mengolah daging kurban agar empuk dan juicy supaya tetap terjaga kualitasnya untuk diolah ke dalam beragam sajian.
Pasalnya memang mengolah daging kurban sering kali menghadapi tantangan sendiri, terutama dalam menjaga teksturnya agar tidak keras saat disantap. Tekstur daging yang cenderung alot biasanya dikarenakan adanya jeda waktu antara penyembelihan dan proses memasak.
GERD dan Kesehatan
Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini semakin sering ditemukan di kalangan masyarakat, terutama pada kelompok usia muda. Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya kasus GERD pada kalangan anak muda.
Pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan, minuman berkafein tinggi, hingga kebiasaan begadang karena pekerjaan, aktivitas media sosial, maupun tugas kuliah menjadi pemicu yang sulit dihindari.
Pilu Anak-anak Gaza
Kekerasan, kehancuran, dan kematian di Gaza membuat sejumlah anak merespons penderitaan yang luar biasa itu dengan diam. Salah satunya adalah Adam. Sebelum perang terjadi, Adam adalah anak yang ceria dan banyak bicara. Namun saat usianya menginjak lima tahun, dia mendadak berhenti berinteraksi dengan dunia.
Kesimpulan
Dalam beberapa hari terakhir, kita telah menyaksikan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Mulai dari Hari Tasyrik, cara mengolah daging kurban, hingga pilu anak-anak Gaza. Semua ini mengingatkan kita akan pentingnya bersyukur dan beristirahat.
FAQ
Pertanyaan 1: Apakah boleh puasa di Hari Tasyrik?
Jawaban: Menurut beberapa ulama, puasa di Hari Tasyrik dilarang karena hari-hari tersebut merupakan hari untuk beristirahat dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengolah daging kurban agar empuk dan juicy?
Jawaban: Mengolah daging kurban agar empuk dan juicy dapat dilakukan dengan memahami langkah-langkah mengatasi tekstur daging yang keras, seperti memperhatikan jeda waktu antara penyembelihan dan proses memasak.
Pertanyaan 3: Apa penyebab GERD pada anak muda?
Jawaban: Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya kasus GERD pada kalangan anak muda, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan, dan kebiasaan begadang.
Pertanyaan 4: Bagaimana keadaan anak-anak Gaza saat ini?
Jawaban: Anak-anak Gaza saat ini hidup dalam trauma parah di kondisi yang penuh ketidakpastian dan berlangsung lama, dengan banyak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik.
Pertanyaan 5: Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu anak-anak Gaza?
Jawaban: Kita dapat membantu anak-anak Gaza dengan menyediakan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal yang aman, serta mendukung upaya perdamaian dan rekonsiliasi di wilayah tersebut.












