Lintaspedia.com – 17 Mei 2026 | Kamu tahu tidak kalau Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta (Soetta) baru saja meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasannya? Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil pengungkapan polisi terkait dugaan tindak pidana pencurian terhadap barang ekspor yang dilakukan oleh oknum pekerja operator kargo di bandara tersebut.
Peningkatan Pengawasan dan Keamanan
Menurut General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi, InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan dan berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo. Pihaknya berkomitmen untuk selalu meningkatkan standar keamanan, keselamatan, dan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pencurian ratusan barang ekspor berupa tas merk Lululemon milik PT Pungkook Indonesia One di Kawasan Kargo. Tiga orang tersangka berhasil diamankan petugas dan pencurian tersebut telah terjadi dalam kurun waktu dua tahun, sehingga perusahaan ekspor tas Lululemon itu mengalami kerugian hingga lebih dari Rp1 miliar.
Layanan Mecca Route
Sementara itu, sebanyak 30 ribu calon jemaah haji diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan layanan Mecca Route. Layanan ini membuat proses keimigrasian Saudi dilakukan di Tanah Air, sehingga calon jemaah haji tidak perlu lagi antre imigrasi di Saudi.
Para jemaah haji tiba menggunakan bus DAMRI dan diarahkan menuju lobi untuk melakukan pengecekan di layanan Mecca Route. Bus pertama yang datang merupakan bus yang berisi para lansia hingga penyandang disabilitas, yang kemudian dibantu para petugas turun dari bus.
Komitmen Garuda Indonesia
Di sisi lain, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja perseroan di tengah lonjakan harga bahan bakar avtur yang berpotensi meningkatkan biaya operasional maskapai. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan bahwa perseroan mencatatkan pertumbuhan operasional sekaligus perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I/2026.
Perseroan juga berhasil memangkas rugi bersih sekitar 45,2% menjadi US$41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$75,93 juta. Dari sisi keuangan, pendapatan usaha konsolidasian GIAA tercatat sebesar US$762,35 juta atau sekitar Rp12,9 triliun pada kuartal I/2026.
Kesimpulan
Jadi, kamu bisa lihat bahwa Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta terus meningkatkan pengawasan dan keamanan, serta melakukan berbagai upaya untuk mempermudah proses keberangkatan jemaah haji. Semoga informasi ini membantu kamu memahami lebih lanjut tentang bandara ini.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang dilakukan oleh InJourney Airports untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta?
InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan dan berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo.
Pertanyaan 2: Berapa banyak calon jemaah haji yang diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan layanan Mecca Route?
Sebanyak 30 ribu calon jemaah haji diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan layanan Mecca Route.
Pertanyaan 3: Apa yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk menjaga kinerja perseroan di tengah lonjakan harga bahan bakar avtur?
Garuda Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja perseroan, termasuk peningkatan operational excellence, disiplin pengelolaan biaya, penguatan keandalan layanan, optimalisasi jaringan penerbangan, hingga transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.
Pertanyaan 4: Berapa banyak rugi bersih yang berhasil dipangkas oleh Garuda Indonesia pada kuartal I/2026?
Garuda Indonesia berhasil memangkas rugi bersih sekitar 45,2% menjadi US$41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$75,93 juta.
Pertanyaan 5: Apa yang tercatat sebagai pendapatan usaha konsolidasian GIAA pada kuartal I/2026?
Pendapatan usaha konsolidasian GIAA tercatat sebesar US$762,35 juta atau sekitar Rp12,9 triliun pada kuartal I/2026.












