Lintaspedia.com – 12 April 2026 | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pada konferensi pers Senin (6 April 2026) bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memadai untuk mendanai program prioritas pemerintah, meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun aturan baru yang mengharuskan bank menyalurkan kredit ke inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Program 3 Juta Rumah, dan koperasi desa/kelurahan.
Menurut Purbaya, revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diusulkan OJK merupakan langkah positif untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan ke sektor riil. “Setiap upaya yang mendorong bank memberikan pinjaman ke sektor riil akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak menambah beban fiskal karena dana berasal dari mekanisme kredit swasta.
Detail Aturan OJK dan Respon Pemerintah
OJK berencana mengeluarkan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang memperluas mandat RBB. Draft regulasi terbuka untuk komentar publik melalui situs resmi OJK. Fokus utama adalah menyalurkan dana ke program MBG, Program 3 Juta Rumah, serta program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa tujuan tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, melainkan juga menggerakkan sektor jasa keuangan menjadi pendorong pembangunan nasional.
Purbaya menanggapi dengan optimisme, namun menyatakan bahwa ia belum melihat detail peraturan tersebut. “Kalau dikerjakan mestinya bagus, tapi saya belum lihat seperti apa peraturannya. Nanti saya asses dulu,” kata Menteri Keuangan saat disampaikan oleh Kejaksaan Agung pada Minggu (12 April 2026).
Legalitas Rokok Ilegal dan Tambahan Cukai
Dalam konteks fiskal, Purbaya juga mengumumkan target legalisasi rokok ilegal paling lambat Mei 2026. Kebijakan ini bertujuan menarik produsen rokok tidak resmi ke dalam sistem resmi, sehingga pendapatan cukai dapat langsung masuk ke kas negara. “Kami ingin rokok ilegal masuk ke pasar legal dan membayar cukai, sehingga pendapatan dapat masuk dan kami dapat melarang rokok ilegal secara tegas,” ungkapnya dalam wawancara di Kejaksaan Agung pada 11 April 2026.
Selain legalisasi, pemerintah menyiapkan penambahan lapisan tarif cukai rokok yang akan berlaku pada Mei 2026. Penambahan ini diharapkan memperkuat penerimaan negara dan memberikan dasar hukum yang lebih kuat untuk menindak pabrik rokok ilegal yang menolak beralih ke pasar legal.
Hoaks Dana Hibah Rp11 Miliar
Purbaya harus sekaligus membantah rumor beredar pada 10 April 2026 tentang dana hibah sebesar Rp11 miliar yang diklaim berasal dari dirinya. Pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh Tirto mengungkap bahwa audio dalam video tersebut merupakan rekaman buatan AI dengan probabilitas 98,9 % dan tidak mengandung suara asli Purbaya. PPID Kementerian Keuangan juga mengonfirmasi bahwa video tersebut merupakan deep‑fake dan menegaskan bahwa tidak ada dana hibah semacam itu.
Menanggapi hoaks, Purbaya mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi resmi melalui kanal kementerian dan menghindari penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.
Implikasi Terhadap Pembangunan dan Stabilitas Fiskal
- Pengalihan dana ke sektor riil melalui bank diperkirakan dapat meningkatkan penyaluran kredit usaha kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program MBG.
- Legalitas rokok ilegal dan penambahan lapisan cukai diharapkan menambah penerimaan negara tanpa menambah beban APBN.
- Penolakan hoaks meningkatkan kepercayaan publik terhadap transparansi kebijakan pemerintah.
Secara keseluruhan, kebijakan yang diusulkan OJK dan langkah-langkah fiskal yang diambil oleh Menteri Keuangan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat intermediasi keuangan, meningkatkan pendapatan negara, dan melindungi konsumen dari produk ilegal. Purbaya Yudhi Sadewa menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak, termasuk lembaga keuangan, dapat berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.













