Lintaspedia.com – 12 April 2026 | NASA berhasil menyelesaikan misi berawak pertama sejak program Apollo dengan Artemis II, sebuah penerbangan yang mengorbit Bumi, melintasi sisi jauh Bulan, dan kembali ke Bumi dengan selamat pada 10 April 2026. Keberhasilan ini menandai langkah awal manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari lima dekade, sekaligus memecahkan sejumlah rekor penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.
Rangkaian Misi Artemis
Program Artemis dirancang sebagai rangkaian misi berkelanjutan yang akan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan dan pada akhirnya menyiapkan landasan untuk penerbangan ke Mars. Artemis I, misi tanpa awak, menguji roket Space Launch System (SLS) dan pesawat Orion pada akhir 2022. Artemis II menjadi misi berawak pertama, menguji kemampuan kru dan sistem kembali ke Bumi setelah melakukan flyby Bulan.
Detail Teknis dan Jalur Penerbangan
Empat astronaut terpilih—Komandan Reid Wiseman (AS), Pilot Victor Glover (AS), Spesialis Misi Christina Koch (AS), serta Jeremy Hansen (Kanada)—menumpang pada kapsul Orion yang diberi nama Integrity. Peluncuran dilakukan dari Launch Complex 39B, Kennedy Space Center, pada 5 April 2026 dengan roket SLS Block 1. Setelah mencapai orbit Bumi, Orion melakukan manuver trans‑lunar injection, menembus jalur menuju Bulan dan melakukan flyby di sisi jauh pada 6 April.
Selama flyby, kru menyaksikan pemandangan kawah Orientale Basin yang ikonik serta variasi warna hijau‑coklat pada permukaan Bulan, fenomena yang belum terlihat manusia sejak era Apollo. Secara tak terduga, posisi orbital menyebabkan Bulan menutupi Matahari, memberi kru kesempatan mengamati gerhana matahari total selama 54 menit dari luar angkasa.
Rekor- Rekor yang Dicapai
- Jarak terjauh manusia dari Bumi mencapai 406.771 km, melampaui rekor Apollo 13 (400.171 km).
- Jarak total tempuh selama misi lebih dari 1,1 juta km.
- Victor Glover menjadi orang kulit hitam pertama yang meninggalkan orbit Bumi.
- Christina Koch menjadi wanita pertama yang terlibat dalam penerbangan berawak ke luar orbit rendah Bumi.
- Jeremy Hansen mencatatkan diri sebagai warga non‑Amerika pertama (Kanada) yang melakukan perjalanan luar angkasa jauh.
Proses Kembali dan Splashdown
Pada 10 April 2026, Orion melakukan re‑entry dengan kecepatan sekitar 38.367 km/jam, menghadapi suhu hingga 2.760 °C. Setelah meluncur melalui atmosfer, kapsul melakukan splashdown di Samudra Pasifik, tepatnya di lepas pantai San Diego. Tim penyelamat dari Angkatan Laut AS mengevakuasi kru menggunakan helikopter dan memindahkan mereka ke kapal USS John P. Murtha untuk pemeriksaan medis awal, sebelum kembali ke Johnson Space Center, Houston.
Juru bicara NASA, Rob Navias, menyatakan, “Astronot Integrity telah kembali ke Bumi, menutup babak baru eksplorasi manusia di Bulan.” Administrator NASA, Jared Isaacman, menambahkan kebanggaannya atas kerja keras tim yang berhasil mengirim empat orang luar biasa ke Bulan dan memulangkan mereka dengan selamat setelah lebih dari 50 tahun.
Signifikansi Bagi Masa Depan Eksplorasi
Keberhasilan Artemis II tidak hanya menjadi pencapaian simbolik; ia juga menyediakan data kritis tentang sistem kehidupan, komunikasi, dan navigasi dalam misi berjarak jauh. Informasi ini menjadi dasar bagi Artemis III, yang direncanakan akan mendaratkan manusia—termasuk wanita pertama dan astronot non‑Amerika pertama—di permukaan Bulan pada 2028.
Dengan Artemis II, NASA menunjukkan kemampuan kembali ke orbit lunar dengan teknologi modern, membuka peluang kolaborasi internasional, dan menginspirasi generasi berikutnya untuk menjelajahi ruang angkasa lebih jauh lagi.
Kesimpulannya, Artemis II membuktikan bahwa manusia siap melangkah kembali ke Bulan, mengukir rekor baru, dan menyiapkan landasan bagi misi-misi yang lebih ambisius di masa depan.








