Lintaspedia.com – 06 April 2026 | Rhulani Mokwena, pelatih asal Afrika Selatan yang sempat menjejakkan kaki di klub-klub top Afrika Utara, kembali mencuri sorotan setelah memimpin Al‑Ittihad Libya meraih kemenangan telak 4‑1 atas Abu Salim dalam pertandingan Piala Libya. Keberhasilan ini sekaligus menandai debutnya di negara baru setelah meninggalkan MC Alger, klub Aljazair yang sempat menampungnya dalam periode singkat namun penuh tantangan.
Langkah Berani Mokwena Tinggalkan MC Alger
Setelah menandatangani kontrak dengan MC Alger pada awal 2025, Mokwena dihadapkan pada dinamika internal klub yang tidak stabil. Meskipun ia berhasil menata taktik tim, performa tidak konsisten membuatnya gagal mempertahankan posisi lebih dari satu musim. Keputusan untuk berpisah dengan MC Alger muncul sebagai upaya mencari tantangan baru yang dapat mengoptimalkan kariernya sebagai pelatih berpengalaman.
Berpindah ke Al‑Ittihad, Mokwena tidak hanya membawa taktik baru, tetapi juga membawa serta rekan setimnya, penyerang muda berbakat Thembinkosi Lorch. Kolaborasi keduanya terbukti efektif ketika Lorch berperan sebagai penyalur assist dan pencetak gol dalam kemenangan 4‑1 tersebut. Lorch membuka skor lewat assist, kemudian menambah dua gol pribadi, sementara gol ketiga datang dari assistnya sendiri, menegaskan sinergi antara pelatih dan pemain kunci.
Penampilan Gemilang Thembinkosi Lorch
Penampilan Lorch tidak hanya menambah poin bagi Al‑Ittihad, tetapi juga menimbulkan perdebatan di dunia sepak bola Afrika Selatan. Pelatih nasional Bafana Bafana, Hugo Broos, sebelumnya menyatakan keraguan terhadap kontribusi Lorch bagi timnas. Namun, aksi Lorch di Piala Libya menunjukkan kualitasnya yang mampu bersaing di level klub internasional. Dengan tiga gol dan satu assist, Lorch menegaskan dirinya sebagai ancaman serangan yang tak dapat diabaikan.
Keberhasilan ini juga mengingatkan pada penampilan Lorch bersama Wydad Casablanca pada FIFA Club World Cup 2025, di mana ia membantu timnya meraih prestasi mengesankan melawan klub-klub top dunia. Performanya yang konsisten kini menjadi bahan pertimbangan bagi Broos untuk memasukkan Lorch ke dalam skuad utama Bafana Bafana menjelang Piala Dunia 2026.
Dampak Kemenangan Al‑Ittihad bagi Mokwena
Kemenangan 4‑1 bukan sekadar hasil akhir pertandingan, melainkan simbol kebangkitan Mokwena di kancah sepak bola Afrika Utara. Setelah sebelumnya melatih Wydad AC di Maroko, di mana ia juga tidak berhasil menyelesaikan satu musim penuh, Al‑Ittihad memberikan platform yang lebih stabil. Klub Libya ini dikenal dengan dukungan finansial kuat dan ambisi menjuarai kompetisi domestik serta menembus putaran akhir kompetisi regional.
Dengan kemenangan ini, Al‑Ittihad melaju ke babak perdelapan Piala Libya, membuka peluang bagi Mokwena untuk menambah trofi dan memperkuat reputasinya. Namun, tantangan selanjutnya tidak jauh, karena Al‑Ittihad dijadwalkan menghadapi Shabab Al‑Char dalam laga liga utama Libya. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian lanjutan untuk menguji konsistensi taktik dan mentalitas tim.
Implikasi Bagi Sepak Bola Afrika Utara dan Afrika Selatan
Pergerakan Mokwena dari MC Alger ke Al‑Ittihad mencerminkan tren mobilitas pelatih Afrika yang semakin dinamis. Klub-klub di wilayah Maghreb dan Afrika Utara kini lebih terbuka menerima pelatih asing yang dapat membawa pengalaman internasional. Di sisi lain, keberhasilan Lorch menambah argumen kuat bagi Bafana Bafana untuk memperkuat lini serang dengan pemain yang memiliki pengalaman kompetisi lintas benua.
Jika Broos mengambil pelajaran dari performa Lorch, kemungkinan besar skuad nasional akan mengadopsi pendekatan lebih agresif dalam menyerang, mengandalkan kecepatan dan kreativitas pemain muda. Hal ini dapat meningkatkan peluang Afrika Selatan untuk menembus babak akhir Piala Dunia 2026, sebuah target ambisius yang selama ini menjadi impian bangsa.
Secara keseluruhan, debut gemilang Mokwena di Al‑Ittihad, ditambah penampilan luar biasa Lorch, menandai babak baru dalam hubungan sepak bola antara Afrika Utara dan Afrika Sub‑Sahara. Kedua figur ini menjadi contoh bagaimana mobilitas dan kolaborasi lintas negara dapat menghasilkan hasil positif bagi klub maupun tim nasional.












