Lintaspedia.com – 05 April 2026 | Jakarta – Pada Rabu (1/4/2026), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto, melawat ke rumah duka Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi bersama istri, Ibu Evi Sophia Indra. Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi keluarga almarhum sekaligus simbol penghargaan negara atas pengorbanan prajurit yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa‑Bangsa (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Ucapan Belasungkawa dan Penghargaan
Dalam pertemuan singkat di ruang tunggu, Jenderal Agus menyampaikan belasungkawa yang sebesar‑besarnya kepada istri, Ibu Evi, serta orang tua dan kerabat Kapten Zulmi. “Atas nama TNI, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan prajurit terbaik kami. Kapten Zulmi adalah contoh integritas, keberanian, dan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas negara,” ujar Jenderal Agus.
Ia menegaskan bahwa almarhum telah melaksanakan tugasnya dengan profesional, terutama dalam pengawalan konvoi serta operasi keamanan di zona konflik Lebanon. “Semoga pengorbanan beliau menjadi jalan darma bakti dan memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan,” tambahnya.
Kunjungan ke Rumah Duka
Keluarga Zulmi menyambut Jenderal dengan haru. Rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, dipenuhi oleh anggota satuan militer, rekan‑rekan sesama prajurit, serta warga sekitar yang turut memberi penghormatan. Jenderal Agus menuruti tradisi militer dengan memberikan salam hormat kepada jenazah yang ditempatkan di dalam peti berwarna putih yang diselimuti bendera Merah Putih.
Jaminan Hak Keluarga dan Santunan
Selama pertemuan, Panglima TNI menegaskan komitmen pemerintah dalam menunaikan hak‑hak keluarga prajurit yang gugur. Ia menjelaskan rincian santunan yang akan diterima keluarga Kapten Zulmi, antara lain:
- Santunan kematian dari Perserikatan Bangsa‑Bangsa senilai sekitar Rp 1,2 miliar.
- Santunan risiko kematian khusus sebesar Rp 450 juta.
- Beasiswa pendidikan bagi anak‑anak almarhum sebesar Rp 30 juta per anak.
- Fasilitas asuransi dan dana wasda (Welfare and Social Assistance) dari Angkatan Darat.
- Santunan tambahan dari perbankan serta dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, Jenderal Agus memastikan bahwa Kapten Zulmi akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sebagai penghargaan atas jasa‑jasanya. “Kami tidak hanya memberikan santunan material, tetapi juga mengakui prestasi dan pengorbanan almarhum melalui kenaikan pangkat,” tegasnya.
Persiapan Upacara Pemakaman
Upacara pemakaman resmi dilaksanakan pada Minggu (5/4/2026) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Jenazah Kapten Zulmi yang diangkut dari rumah duka tiba di TMP Cikutra sekitar pukul 08.45 WIB, disambut oleh satuan militer Kogartap II Bandung lengkap dengan tim salvo. Prosesi berjalan menuju peristirahatan terakhir di Blok C1, berdekatan dengan makam Mayjen TNI Purnawirawan Asyawan Kasospol ABRI.
Berbagai pejabat tinggi turut hadir, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih. Setelah prosesi militer, diadakan doa bersama dan penaburan bunga sebagai penghormatan terakhir.
Penghormatan terhadap Tiga Prajurit Gugur
Kapten Zulmi merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam rentang 24 jam di Lebanon Selatan. Kedua rekan lainnya, Serka (Anumerta) Sertu Muhammad Nur Ikhwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, juga terkorban dalam insiden serupa. Jenderal Agus menekankan pentingnya memperkuat keamanan dan kesiapsiagaan pasukan perdamaian, serta menegaskan bahwa setiap korban akan mendapatkan hak dan penghargaan yang layak.
Dengan kunjungan ke rumah duka, Jenderal Agus tidak hanya menyampaikan rasa duka, tetapi juga memberikan kepastian konkret terkait hak‑hak keluarga serta penghormatan militer yang pantas bagi almarhum. Keluarga Kapten Zulmi mengaku merasa terbantu dan terharu atas perhatian dan jaminan yang diberikan pemerintah.
Kasus ini menegaskan kembali komitmen TNI dalam melindungi kepentingan negara, sekaligus menegakkan keadilan bagi prajurit yang mengorbankan nyawanya dalam misi internasional.











