Lintaspedia.com – 03 Juni 2026 | Halo kamu! Badminton World Federation (BWF) telah menjadi sorotan setelah beberapa insiden cedera pemain yang mengharuskan perubahan dalam aturan medis. Direktur pelatih ganda nasional Malaysia, Rexy Mainaky, menyerukan aksi terhadap peraturan medis BWF setelah kejadian cedera yang menimpa Toh Ee Wei dalam Singapore Open.
Insiden Toh Ee Wei
Toh Ee Wei, juara dunia ganda campuran, mengalami cedera ligamen cruciate anterior (ACL) saat bertanding di Singapore Open. Ia terpaksa mengikat sendiri lututnya yang cedera dengan bantuan pasangannya, Chen Tang Jie, karena kurangnya perawatan medis yang memadai di lapangan.
Rexy menyatakan bahwa BWF harus merevisi peraturan medisnya untuk memastikan keselamatan pemain. Ia mengusulkan agar BWF mengadopsi sistem seperti sepak bola, di mana staf medis tim dapat masuk ke lapangan untuk merawat pemain yang cedera.
Kritik terhadap BWF
Rexy menegaskan bahwa BWF telah mengupdate peraturan medisnya dua tahun yang lalu, namun masih belum cukup untuk melindungi pemain dari cedera. Ia khawatir bahwa peraturan saat ini lebih mengutamakan keselamatan pemain daripada kenyataan yang terjadi di lapangan.
BWF telah menghadapi kritik terkait peraturan medisnya, terutama setelah beberapa insiden cedera pemain yang serius. Rexy percaya bahwa perubahan diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pemain.
Kejadian Serupa di Indonesia Open 2026
Di Indonesia Open 2026, beberapa pemain Indonesia juga mengalami cedera. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, pasangan ganda putra Indonesia, harus terhenti lebih awal setelah dikalahkan oleh pasangan China, Chen Bo Yang dan Liu Yi.
Fajar mengakui bahwa penampilan mereka kali ini adalah yang paling buruk sejak mereka berpasangan. Ia menyatakan bahwa lawan mereka sangat siap dan memiliki strategi yang baik, sehingga mereka sulit untuk menembus pertahanan lawan.
Reaksi Raymond/Joaquin
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, pasangan ganda putra Indonesia lainnya, tetap tenang meskipun menjadi tumpuan tuan rumah setelah kekalahan Fajar/Fikri. Mereka ingin membuktikan kualitas ganda putra Indonesia di level BWF Super 1000 dengan tampil maksimal setiap laga.
Kesimpulan
Jadi, kamu telah membaca beberapa fakta terbaru tentang BWF dan insiden cedera pemain. Rexy Mainaky menyerukan perubahan aturan medis BWF untuk memastikan keselamatan pemain. Beberapa pemain Indonesia juga mengalami cedera di Indonesia Open 2026. Raymond/Joaquin tetap tenang dan ingin membuktikan kualitas ganda putra Indonesia.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang terjadi pada Toh Ee Wei?
Toh Ee Wei mengalami cedera ligamen cruciate anterior (ACL) saat bertanding di Singapore Open.
Pertanyaan 2: Apa reaksi Rexy Mainaky?
Rexy menyerukan aksi terhadap peraturan medis BWF untuk memastikan keselamatan pemain.
Pertanyaan 3: Apa yang terjadi pada Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri?
Mereka harus terhenti lebih awal setelah dikalahkan oleh pasangan China, Chen Bo Yang dan Liu Yi, di Indonesia Open 2026.
Pertanyaan 4: Bagaimana reaksi Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin?
Mereka tetap tenang dan ingin membuktikan kualitas ganda putra Indonesia di level BWF Super 1000.
Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan dari BWF?
BWF diharapkan untuk merevisi peraturan medisnya untuk memastikan keselamatan pemain.













