Lintaspedia.com – 03 Mei 2026 | Jakarta, 3 Mei 2026 – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa total jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci kini mencapai tujuh orang. Dua di antaranya, Siti Sri Rahayu Sanusi (kloter SOC-12, Pekalongan) dan Endar Jaya Purwadi (kloter BPN-01, Samarinda), wafat di Madinah pada hari Minggu. Kejadian ini menambah daftar korban yang sebelumnya telah dilaporkan, menegaskan pentingnya perhatian ekstra terhadap kesehatan selama ibadah.
Kematian Jemaah Haji: Fakta Terbaru
Menurut pernyataan resmi Kemenhaj, kedua jemaah yang meninggal tersebut mengalami komplikasi kesehatan yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kelelahan. Kedua nama tersebut diucapkan selamat jalan oleh Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, dengan harapan agar almarhumah dan almarhum diberikan husnul khatimah. Penambahan dua jiwa ini membawa total kematian menjadi tujuh orang sejak awal musim haji 1447 H/2026.
Layanan Kesehatan dan Statistik Terbaru
Data kesehatan yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan bahwa layanan medis bagi jemaah Indonesia terus digulirkan secara intensif. Hingga kini tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 125 ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Dari jumlah tersebut, 39 jemaah masih berada dalam perawatan intensif di RSAS. Angka-angka ini mencerminkan upaya Kemenhaj dalam memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan tepat waktu, terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kronis.
Prosedur Pembayaran Dam via Adhahi
Dam, atau denda ibadah, tetap menjadi kewajiban bagi jemaah yang melanggar aturan haji. Kemenhaj menegaskan bahwa semua pembayaran dam harus dilakukan melalui program resmi Adhahi milik Pemerintah Arab Saudi. “Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli hewan secara mandiri,” ujar Hasan Afandi. Langkah ini diambil untuk mencegah transaksi ilegal dan menjaga transparansi finansial selama pelaksanaan ibadah.
Operasional Haji 1447 H/2026: Data Pergerakan Jemaah
Hingga 1 Mei 2026, Kemenhaj melaporkan bahwa sebanyak 175 kloter (total 68.082 jemaah) telah diberangkatkan ke Tanah Suci, dengan 697 petugas mendampingi. Dari jumlah tersebut, 165 kloter (64.129 jemaah) sudah tiba di Madinah, sementara 19 kloter (7.387 jemaah) berada di Mekkah. Pergerakan dari Madinah ke Mekkah dilakukan secara bertahap dan diawasi ketat oleh petugas di setiap titik layanan, memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak.
Jemaah Haji Khusus: Kedatangan Awal di Madinah
Selain kloter reguler, rombongan jemaah haji khusus yang berjumlah 40 orang juga telah tiba di Madinah pada hari yang sama. Mereka menggunakan maskapai Etihad Airways dengan rute Jakarta–Madinah. Jemaah khusus mendapatkan keunggulan berupa waktu tunggu yang lebih singkat, biaya yang disesuaikan, dan pendampingan ekstra, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan. Maria Assegaf, juru bicara Kemenhaj, menegaskan bahwa proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah khusus berjalan lancar dan tertib.
Standar Kesehatan Ketat di Bogor: Hb di Bawah 8 Dilarang Berangkat
Kemenag Kota Bogor menerapkan kebijakan kesehatan yang sangat ketat untuk jemaah haji tahun ini. Jemaah yang memiliki kadar hemoglobin (Hb) di bawah 8 atau mengidap penyakit kronis berisiko tidak dapat diberangkatkan. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kematian jemaah Indonesia pada musim haji sebelumnya. Indra Karyawan, Kepala Kantor Kemenag Bogor, menjelaskan bahwa jemaah dengan Hb rendah akan diminta meningkatkan kadar Hb melalui transfusi atau suplemen sebelum diberangkatkan.
Tips Aman untuk Kamu Selama Menunaikan Haji
- Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari, terutama saat suhu di Tanah Suci mencapai 45°C.
- Jangan bawa barang berlebihan; gunakan koper yang mudah dipindahkan dan hindari benda terlarang seperti setrika atau powerbank >4.000 mAh.
- Atur jadwal ke Masjidil Haram dengan interval yang wajar, hindari kelelahan berlebih.
- Segera laporkan gejala kesehatan (pusing, sesak napas, nyeri dada) kepada petugas medis yang berada di setiap titik layanan.
- Gunakan Adhahi untuk semua transaksi dam dan hindari pembayaran di luar mekanisme resmi.
Kesimpulan
Penambahan dua jiwa jemaah haji yang meninggal menegaskan kembali pentingnya kesiapan fisik, pemantauan kesehatan, dan kepatuhan terhadap prosedur resmi selama ibadah. Kemenhaj terus memantau pergerakan jemaah, memberikan layanan medis yang menyeluruh, serta menegakkan aturan pembayaran dam melalui Adhahi. Bagi kamu yang sedang menyiapkan diri untuk menunaikan haji, perhatikan tips kesehatan di atas, patuhi standar kesehatan yang berlaku, dan manfaatkan layanan pendampingan petugas untuk memastikan ibadah berjalan aman, tertib, dan nyaman.
FAQ
Apakah jemaah haji wajib membayar dam melalui Adhahi?
Ya, semua pembayaran dam harus dilakukan lewat platform resmi Adhahi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.
Berapa jumlah jemaah Indonesia yang sedang dirawat di RSAS?
Hingga 3 Mei 2026, terdapat 39 jemaah yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Apa yang harus dilakukan jika jemaah mengalami gejala kelelahan di Tanah Suci?
Segera laporkan kepada petugas kesehatan di titik layanan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan.
Mengapa Kemenag Bogor menolak jemaah dengan Hb < 8?
Hb rendah dapat memperburuk kondisi fisik selama haji yang berat, sehingga kebijakan ini bertujuan melindungi kesehatan jemaah.
Bagaimana cara menghindari barang terlarang dalam koper?
Pastikan tidak membawa setrika, peralatan masak, atau powerbank berkapasitas tinggi; koper akan diperiksa oleh petugas sebelum embarkasi.













