Lintaspedia.com – 19 April 2026 | Geely kembali menancapkan diri di pasar kendaraan listrik Indonesia dengan meluncurkan seri EX2 yang menawarkan kombinasi desain premium, dimensi compact, dan harga yang masih berada dalam jangkauan konsumen menengah atas. Keputusan ini menjadi sorotan utama setelah sejumlah merek lain melakukan penyesuaian harga pada modelnya, termasuk kenaikan banderol Jaecoo J5 EV menjadi hampir Rp 280 jutaan.
Geely EX2: Desain Premium dalam Bentuk Compact
EX2 hadir dalam dua varian utama, yaitu EX2 Pro dengan harga sekitar Rp 255 juta dan EX2 Max yang dibanderol Rp 285 juta. Kedua varian mengusung tampilan luar yang elegan, dengan garis bodi aerodinamis, lampu LED full‑matrix, dan grille tersembunyi yang memberi kesan futuristik. Interiornya dilengkapi dengan material bertekstur halus, layar sentuh 12 inci, serta sistem infotainment berbasis Android yang mendukung konektivitas penuh. Meskipun berukuran lebih kecil dibandingkan SUV listrik berkelas atas, EX2 tetap menawarkan ruang kabin yang lega berkat desain interior yang cerdas.
Strategi Penetapan Harga yang Kompetitif
Pencapaian harga Rp 255‑285 juta menempatkan Geely EX2 di tengah segmen mobil listrik terjangkau, bersaing langsung dengan model seperti BYD Atto 1 Premium (Rp 235 juta), Neta V‑II (Rp 299 juta), serta seri Air EV Lite dari Wuling yang berharga antara Rp 214 juta hingga Rp 251 juta. Dengan menargetkan rentang harga Rp 200‑300 jutaan, Geely tidak hanya menantang harga Jaecoo J5 EV yang baru naik menjadi Rp 279,9 juta, tetapi juga menambah pilihan bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan kesan premium tanpa harus mengeluarkan dana di atas Rp 300 juta.
Persaingan Ketat di Segmen Rp 200 Jutaan
Pasar mobil listrik Indonesia kini dipenuhi oleh lebih dari sepuluh model yang berada di kisaran Rp 200 jutaan. Berikut rangkuman singkat harga dan varian yang bersaing:
- Jaecoo J5 EV Standard: Rp 279,9 juta (naik dari Rp 249,9 juta)
- Jaecoo J5 EV Premium: Rp 309,9 juta
- BYD Atto 1 Premium: Rp 235 juta
- Geely EX2 Pro: Rp 255 juta
- Geely EX2 Max: Rp 285 juta
- Neta V‑II: Rp 299 juta
- Seres E1 L‑Type: Rp 219 juta
- VinFast VF 5 (sewa baterai): Rp 212 juta
- VinFast VF 5 (beli baterai): Rp 272,35 juta
- VinFast VF e34 (sewa baterai): Rp 283 juta
- Wuling Air EV Lite Standard Range: Rp 214 juta
- Wuling Air EV Lite Long Range: Rp 251 juta
Keberagaman penawaran ini menandakan bahwa produsen mobil listrik tidak hanya bersaing pada aspek teknologi, melainkan juga pada strategi penetapan harga yang fleksibel, termasuk skema sewa baterai yang semakin populer.
Reaksi Konsumen dan Prospek Pasar
Kenaikan harga Jaecoo J5 EV memang membuat sebagian pembeli potensial menimbang ulang pilihan mereka. Namun, kehadiran Geely EX2 memberikan alternatif menarik dengan nilai tambah berupa fitur premium dan desain yang lebih modern. Survei awal menunjukkan bahwa konsumen muda dan profesional kelas menengah lebih condong memilih model yang menawarkan keseimbangan antara estetika, teknologi, dan biaya kepemilikan.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang memberikan insentif pajak dan subsidi bagi kendaraan listrik di bawah batas harga tertentu masih menjadi faktor penentu utama. Dengan EX2 berada di bawah ambang Rp 300 juta, model ini berpotensi menikmati manfaat fiskal yang sama dengan pesaingnya, sehingga meningkatkan daya tariknya di pasar.
Secara keseluruhan, peluncuran Geely EX2 menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia sedang memasuki fase kompetisi yang lebih matang. Konsumen kini dapat memilih dari beragam model dengan harga masuk akal tanpa harus mengorbankan kualitas atau fitur premium. Jika tren ini berlanjut, diharapkan persaingan harga akan mendorong inovasi lebih lanjut, mempercepat adopsi mobil listrik secara massal di tanah air.












