adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Lintaspedia.com – 18 April 2026 | Menjelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, negara‑negara di kawasan Asia Tenggara tengah bersaing tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga dalam memperoleh hak siar yang menguntungkan. Menpora Malaysia baru‑baru ini menyampaikan bahwa Malaysia masih belum mendapatkan hak siar resmi untuk turnamen empat tahunan tersebut, sementara tetangganya, Indonesia, telah menyiapkan program nonton bareng (nobar) berskala nasional melalui TVRI.

adsbanner 1080x1920 - Lintaspedia.com

TVRI Indonesia Luncurkan Program “Bola Gembira”

TVRI, sebagai lembaga penyiaran publik Indonesia, mengumumkan peluncuran kampanye “Bola Gembira” yang menargetkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, menegaskan komitmen TVRI untuk menyiarkan setiap laga secara gratis dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah‑daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Program utama yang disorot adalah “Nonton Bareng Bola Gembira”. Inisiatif ini membuka dua jenis lisensi nobar: lisensi komersial untuk kafe, restoran, hotel, atau coworking space, dan lisensi non‑komersial yang diberikan secara gratis untuk alun‑alun, taman kota, balai desa, dan fasilitas publik lainnya.

Cara Mendaftar Nobar Bola Gembira

  • Kunjungi situs resmi bola gembira di tvrinews.com.
  • Buat akun dengan data pemilik usaha atau penanggung jawab fasilitas.
  • Isi detail lokasi yang akan dijadikan tempat nobar.
  • Pilih jenis lisensi (komersial atau non‑komersial) dan selesaikan pembayaran bila diperlukan.
  • Aktifkan lisensi dan mulai menyelenggarakan acara nobar.

Langkah‑langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga memberi stimulus ekonomi bagi pelaku usaha lokal yang dapat memanfaatkan lonjakan pengunjung pada hari‑hari pertandingan.

Reaksi Menpora Malaysia

Di sisi lain, Menpora Malaysia menyampaikan keprihatinan atas belum terpenuhinya hak siar bagi negara mereka. Dalam sebuah pernyataan resmi, Menpora menegaskan bahwa meski Malaysia memiliki potensi pasar yang besar, proses lelang hak siar global masih berada di tahap akhir dan belum ada alokasi resmi untuk Malaysia. Menpora menambahkan bahwa pemerintah Malaysia akan terus berkoordinasi dengan FIFA dan mitra regional untuk memastikan peluang memperoleh hak siar pada fase selanjutnya atau melalui mekanisme sublicensing.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi regional dalam mempromosikan sepak bola Asia, mengingat Indonesia sudah menyiapkan platform nobar yang dapat diakses lintas batas. “Kami berharap dapat belajar dari program TVRI dan mungkin menjajaki kerja sama nobar bersama untuk mengoptimalkan pengalaman menonton bagi para penggemar sepak bola di Malaysia,” ujar Menpora.

Kontroversi Play‑off Tambahan

Isu lain yang ramai dibicarakan adalah rumor tentang kemungkinan play‑off tambahan yang melibatkan Timnas Indonesia jika Timnas Iran terpaksa mundur karena situasi geopolitik. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa hingga kini federasi belum menerima surat resmi dari FIFA terkait skenario tersebut. Pernyataan konsisten tersebut muncul di beberapa media, termasuk Suara.com dan JPNN.com, yang melaporkan bahwa FIFA sendiri telah menegaskan partisipasi Iran tetap aman.

Dengan ketidakpastian tersebut, fokus PSSI tetap pada persiapan tim nasional melalui kompetisi regional dan memperkuat basis suporter domestik, sementara TVRI terus memperluas jaringan nobar untuk menjangkau seluruh pelosok negeri.

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Program nobar TVRI tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menciptakan ruang publik inklusif yang dapat mempererat kebersamaan antarwarga. Bagi pelaku usaha, terutama di sektor kuliner dan pariwisata, peluang pendapatan tambahan diperkirakan meningkat signifikan pada hari‑hari pertandingan penting.

Di Malaysia, menunggu hak siar resmi memaksa penyelenggara lokal untuk mencari alternatif, seperti menyiapkan streaming daring atau kerja sama dengan jaringan satelit regional. Menpora menekankan bahwa upaya tersebut harus selaras dengan standar kualitas siaran yang dijamin oleh FIFA.

Secara keseluruhan, situasi hak siar Piala Dunia 2026 menampilkan dinamika antara negara‑negara yang sudah memiliki akses penuh, seperti Indonesia, dan yang masih berjuang memperoleh kesempatan, seperti Malaysia. Kolaborasi regional, inovasi dalam penyediaan nobar, serta kepastian regulasi FIFA akan menjadi faktor kunci dalam memastikan seluruh penggemar sepak bola di Asia dapat menikmati turnamen terbesar dunia ini tanpa hambatan.

adsbanner 728x90 - Lintaspedia.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.