Lintaspedia.com – 13 April 2026 | Belanda memang tidak pernah jauh dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam bidang pertanian, olahraga, pendidikan, maupun politik. Jejak kolonial, hubungan dagang, serta pertukaran budaya membuat istilah “Belanda” muncul dalam konteks yang beragam. Artikel ini menelaah empat sisi penting yang menunjukkan bagaimana Belanda terus memengaruhi aktivitas sehari-hari orang Indonesia.
Pertanian: Nangka Belanda Menjadi Pilihan Populer di Pekarangan
Walaupun namanya mengandung kata “Belanda”, buah ini sebenarnya adalah sirsak (Annona muricata) yang dikenal luas di seluruh wilayah tropis. Di Indonesia, tanaman ini semakin diminati karena rasa manis, kandungan gizi, serta manfaat kesehatan yang melimpah. Petani pensiunan di Jakarta membagikan metode penanaman yang terbukti mempercepat produksi buah.
- Pilih bibit sehat: Pastikan bibit memiliki batang lurus, daun berwarna hijau mengkilap, dan tidak ada tanda penyakit.
- Lokasi dan tanah: Tanam di area yang mendapat sinar matahari penuh, dengan tanah gembur, kaya humus, dan pH antara 5,5-6,5.
- Penanaman: Gali lubang berdiameter 60 cm, tanam bibit sedalam 30 cm, beri pupuk kompos 2 kg per lubang.
- Penyiraman: Lakukan penyiraman rutin 2‑3 kali seminggu, hindari genangan air yang dapat menyebabkan akar busuk.
- Perawatan: Pangkas cabang yang lemah setelah 2 tahun, beri pestisida organik bila diperlukan, dan lakukan pemupukan NPK tiap 3 bulan.
Dengan teknik di atas, petani melaporkan buah mulai muncul dalam waktu 18‑24 bulan setelah penanaman, dan produktivitas dapat mencapai 30‑40 kg per pohon per tahun.
Olahraga: Kasus Paspor Dean James Mengguncang Liga Belanda
Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, sempat terjerat kontroversi paspor ketika klub NAC Breda menanyakan status kewarganegaraannya setelah kekalahan 0‑6 melawan Go Ahead Eagles pada Maret 2026. Klub sempat menangguhkan James dari latihan demi menghindari sanksi administratif. Setelah penyelidikan oleh Komite Nasional Sepak Bola Belanda (KNVB), James dinyatakan bersih dan kembali bermain.
James mengungkapkan bahwa tekanan media sosial membuatnya mematikan ponsel selama empat hari untuk menjaga kesehatan mental. Ia menegaskan komitmen tetap mengibarkan bendera Merah Putih di level internasional. Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemain naturalisasi di liga Eropa, khususnya terkait dokumen dan eksposur publik.
Pendidikan: Impian Seorang Anak Artis Kuliah di Belanda
Ruben Onsu, salah satu selebritas televisi, baru-baru ini mengungkap rencana putranya, Bertrand Peto, melanjutkan studi ke Belanda. Meskipun Onsu tidak mengumumkan jurusan secara rinci, ia meminta doa agar proses studi berjalan lancar. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sistem pendidikan tinggi Belanda yang terkenal dengan pendekatan inovatif, bahasa pengantar Inggris, serta peluang beasiswa internasional.
Belanda dikenal memiliki universitas peringkat dunia, seperti Universitas Leiden dan Universitas Amsterdam, yang menawarkan program dalam bidang teknik, ilmu sosial, dan seni. Bagi pelajar Indonesia, studi di Belanda tidak hanya memberikan kualitas akademik, tetapi juga pengalaman multikultural yang memperluas jaringan global.
Politik: Upaya Memperbaiki Keterwakilan Perempuan di Parlemen Belanda
Di tingkat internasional, Belanda terus berupaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif. Pemerintah Belanda mengimplementasikan kuota partai politik serta program mentorship untuk kandidat perempuan, dengan target mencapai 40 % kursi DPR pada tahun 2026. Kebijakan ini menjadi contoh bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam memperjuangkan kesetaraan gender di arena politik.
Langkah-langkah tersebut mencakup pelatihan kepemimpinan, dukungan finansial bagi calon legislatif perempuan, serta kampanye publik yang menyoroti pentingnya suara wanita dalam pembuatan kebijakan.
Jejak Belanda dalam kehidupan Indonesia terlihat jelas, mulai dari kebun rumah yang dipenuhi nangka belanda, hingga pemain sepak bola yang berkompetisi di liga Eropa, anak artis yang bermimpi menuntut ilmu di negeri kincir angin, serta kebijakan politik yang menginspirasi kesetaraan gender. Semua elemen ini menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda tetap dinamis, saling memberi manfaat, dan terus berkembang di masa depan.











