Lintaspedia.com – 09 April 2026 | Pemerintah China semakin memperketat pengawasan terhadap baterai mobil listrik (EV) seiring persaingan teknologi pengisian cepat yang memanas antara produsen lokal. Di satu sisi, Geely melalui merek Lynk & Co mengklaim mampu mengisi baterai dari 10% ke 70% dalam waktu 4 menit 22 detik, bahkan mencapai 97% hanya dalam 8 menit 42 detik. Di sisi lain, BYD menurunkan standar dengan teknologi megawatt flash charging yang sebelumnya mengisi 10% hingga 70% dalam 5 menit dan 97% dalam 9 menit. Kedua klaim tersebut menandakan perlombaan untuk menjadi pemimpin dalam kecepatan pengisian baterai, yang kini menjadi faktor penentu dalam adopsi kendaraan listrik di pasar domestik maupun internasional.
Kecepatan pengisian tersebut dicapai berkat stasiun ultra‑cepat milik Zeekr yang dapat menyuplai daya hingga 1.100 kW. Bahkan ketika baterai sudah terisi 80%, daya masuk masih berada di atas 500 kW, memastikan proses tetap efisien hingga hampir penuh. Namun, teknologi ini masih berada pada tahap pengujian terbatas dan belum tersedia secara luas bagi konsumen. Geely sendiri melaporkan telah menyiapkan lebih dari 2.100 stasiun pengisian dan sekitar 10.000 unit charger yang tersebar di 215 kota hingga Februari 2026, sementara BYD menargetkan memiliki hingga 20.000 stasiun cepat pada akhir tahun.
Sementara kompetisi kecepatan pengisian berlangsung, pemerintah China meluncurkan kebijakan baru yang menuntut standar tinggi dalam daur ulang baterai litium‑ion. Kebijakan ini, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama federasi koperasi nasional, mewajibkan produsen otomotif, pembuat baterai, dan perusahaan daur ulang berkolaborasi dalam jaringan pengumpulan nasional yang terintegrasi secara digital.
Platform pelacakan digital yang diperkenalkan pada 1 April memberikan identitas unik pada setiap unit baterai, memungkinkan pemantauan siklus hidup penuh mulai dari produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Data tersebut dikirim secara real‑time ke basis data terpusat, memastikan tidak ada baterai yang hilang atau dibuang secara ilegal. Sistem ini juga memperkuat peran pemain besar seperti China Recycling Group, yang ditugaskan meningkatkan kapasitas daur ulang secara nasional.
- Target jaringan pengumpulan: seluruh produsen wajib menyumbang data baterai purnapakai.
- Daya masuk stasiun ultra‑cepat: maksimum 1.100 kW, tetap >500 kW pada 80% pengisian.
- Kecepatan Geely: 10% → 70% dalam 4 menit 22 detik; 10% → 97% dalam 8 menit 42 detik.
- Kecepatan BYD: 10% → 70% dalam 5 menit; 10% → 97% dalam 9 menit.
- Jumlah stasiun Geely: >2.100; BYD: target 20.000.
Regulasi baru menuntut produsen kendaraan listrik untuk menyediakan layanan daur ulang yang mudah diakses, termasuk fasilitas pengembalian baterai di dealer resmi dan program tanggung jawab produsen (Extended Producer Responsibility). Hal ini diharapkan dapat memperpanjang umur material kritis seperti nikel, kobalt, dan litium, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah elektronik.
Implementasi kebijakan daur ulang bersamaan dengan peningkatan jaringan pengisian cepat menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan. Pemerintah berencana melakukan pemantauan rutin melalui audit digital, memastikan kepatuhan standar teknis yang seragam di seluruh provinsi. Jika berhasil, model ini dapat menjadi contoh bagi negara lain yang tengah mengembangkan infrastruktur EV.
Secara keseluruhan, persaingan antara Geely dan BYD dalam teknologi pengisian ultra‑cepat menandai evolusi signifikan dalam industri mobil listrik China. Di samping itu, kebijakan pemerintah yang menegaskan pentingnya daur ulang baterai dan pelacakan siklus hidup menunjukkan komitmen jangka panjang untuk mengatasi tantangan lingkungan sekaligus menjaga ketersediaan material strategis. Kedua inisiatif tersebut saling melengkapi: kecepatan pengisian meningkatkan daya tarik konsumen, sementara regulasi daur ulang memastikan pertumbuhan industri tidak mengorbankan keberlanjutan. Dengan sinergi ini, China berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global dalam inovasi kendaraan listrik yang ramah lingkungan.











